Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 45. I Love You


__ADS_3

"Siapa sih itu cewek?"


"Ihh gilak, pake jambak-jambak lagi. Nggak punya etika banget ya!"


"Kalau gue di sana pasti gue tampar tuh cewek gila!"


"Ya ampun... Kok nggak ada yang bantuin itu cewe cakep yang dijambak?"


"Gampar aja itu cewek gila!"


"Duh... kasian banget sih itu cewek yang dijambak!"


Rose dan James tersenyum membaca komentar-komentar pedas yang ditulis oleh orang-orang. Terutama Rose yang memang berencana untuk membuka topeng Luna yang selalu dia pakai. Topeng gadis polos dan baik hati bak malaikat, padahal sikap Luna yang sebenarnya bahkan lebih buruk dari pada iblis.


Luna merasa heran dengan sikap teman-teman di kampus yang terasa aneh. Mereka menatap Luna dengan tatapan jijik seraya bergosip dengan teman di sampingnya.


"Apa yang terjadi? Kenapa mereka menatapku seperti itu?" tanya Luna dalam hati.


"Lun!" panggil seorang wanita yang menjadi teman baik Luna di kampus.


"Hai Vin!" balas Luna.


"Eh Lun, loe nggak lihat postingan di forum?" tanya Vinny, nama wanita itu.


"Postingan apa?" tanya Luna dengan rasa penasaran.


"Nih, loe liat deh!" ucap Vinny seraya menyodorkan ponselnya di depan Luna.


"Brengsek!" maki Luna begitu dia membaca postingan yang menyangkut dirinya.


"Ini beneran loe Lun?" tanya Vinny seakan tak percaya.


Luna terlihat sangat marah, wajahnya memerah dan kepalan tangannya membuat jari kukunya menembus hingga ke kulit di telapak tangannya.


Luna membiarkan saja temannya Vinny berdiri di sana, dia pergi tanpa menjawab pertanyaan dari Vinny.


Beberapa laki-laki berdiri di lobby kampus, mereka menatap Luna yang baru saja lewat di sana.


"Eh, itu cewek yang di video kan?" tanya Roni, salah seorang fans Rose.


"Iya, gilak ya dia! Mukak aja yang cakep, kelakuan kayak iblis!" jawab Erwin, teman baik Roni.


Luna tentu saja mendengar semua ucapan mereka, dia sangat marah dan kesal. Namun Luna hanya menahan semua kekesalannya karena dia tidak ingin mengamuk di depan umum, dia tidak ingin menghancurkan nama baik yang sudah lama dia jaga.


"Wow... Ratu jambak udah lewat!" sindir salah satu wanita yang berdiri di lobby.


"Duh, hati-hati Rin, entar malah rambut loe yang dijambak." sindir gadis di sebelahnya.


"Diam kalian!" bentak Luna saat dia tak lagi bisa mengontrol emosinya.


Rose hanya menatap dan mendengar semua itu dari samping pintu, dia sedang menunggu James di sana. Puas hati Rose melihat Luna mendapat hinaan yang pantas untuknya.


"Rose!" panggil James membuyarkan lamunan wanita itu.

__ADS_1


"Apain kamu ketawa-ketawa sendiri?" tanya James.


Rose menunjuk ke tempat Luna berada sambil berkata, "Lihat tuh!"


James ikut mengintip drama di lobby yang mereka ciptakan. Pria itu pun menyunggingkan senyuman lebarnya sambil berkata, "Mampus deh itu orang!"


Rose dan James saling menatap, mereka kemudian tertawa bersama.


"Ha Ha Ha...!"


"Yuk pulang!" ajak Rose.


James mengangguk, dia meraih lengan Rose dan kedua muda mudi itu pun berjalan menuju ke parkiran mobil sambil bergandengan.


Rose masuk ke dalam mobil, sementara James melambaikan tangannya dari luar.


"Hati-hati ya dijalan!" ucap James sambil melambaikan tangannya.


Rose menurunkan jendela mobilnya, dia menatap James sambil membalas lambaian tangan pria itu dan berkata, "Kamu juga James, hati-hati bawa motornya jangan ngebut!" .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ger, tugas yang kemarin aku kasih sudah selesai?" tanya Michael.


"Sudah Bos, mau saya ambilkan laporannya?" tanya Gerry.


"Iya, sekalian buatin kopi ya!" perintah Michael.


Michael mengerjakan banyak proyek yang dilemparkan ke perusahaan miliknya. Proyek-proyek itu awalnya milik PT. Harris Utama, namun Michael menawarkan kesepakatan yang lebih bagus untuk klien perusahaan itu, sehingga mereka tertarik untuk bekerja sama dengan Michael.


Melihat Michael yang sangat sibuk membaca laporan berkas di meja, Gerry jadi penasaran kenapa pria itu menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa laporan yang hanya merugikan perusahaan.


"Bos, saya mau tanya boleh?" ucap Gerry.


"Apa?" tanya Michael yang masih menatap laporan di atas meja.


"Kenapa Bos menerima tawaran kerja sama yang menurut saya merugikan ini?" tanya Gerry.


Michael terdiam, dia menoleh ke arah Gerry dengan wajah dingin. Pria itu kemudian berkata, "Kamu kayaknya lagi kurang kerjaan ya? Mau aku tambahin lagi kerjaan kamu?"


"Eng... Enggak Bos, makasih." jawab Gerry yang langsung kabur dari sana.


Michael menatap pintu ruangan yang baru saja di tutup oleh asistennya, dalam hati dia berkata, "Aku akan menghancurkan pria itu dengan kekuatanku sendiri. Semua yang telah dia lakukan terhadap Rose, akan ku pastikan dia merasakan hal yang sama!"


"Rose lagi ngapain yah?" ucap Michael sambil menatap foto wajah Rose yang menjadi wallpaper di layar ponselnya.


"Drtttt... Drttt...!"


Betapa senang hati Michael melihat nama yang muncul di layar ponselnya. Segera dia menekan tombol jawab di layar ponsel.


"Halo Rose!" ucap Michael.


"Hai Mike, kamu ada waktu nggak nanti malam?" tanya Rose.

__ADS_1


"Kalau buat kamu, kapan pun, aku selalu ada waktu." jawab Michael.


"Aku mau minta tolong, tapi nanti malam aja aku bilangnya yah. Soalnya sekarang aku lagi nyetir." ucap Rose.


"Oke, nanti malam aku ke rumah." jawab Michael dengan hati berbunga-bunga.


"Ya sudah yah... Aku tutup yah teleponnya." ucap Rose.


"Tunggu!" tahan Michael dengan cepat.


"Yah? Ada apa Mike?" tanya Rose.


"Aku cuma mau bilang... !" Michael dengan sengaja memotong ucapannya.


"Iyah bilang apa?" tanya Rose lagi.


"I Love You." ucap Michael sambil senyum-senyum sendiri.


Rose mengerem mobilnya dengan tiba-tiba, dia sangat terkejut mendengar kata-kata Michael.


"Deg! Deg! Deg!"


Hatinya berdebar kencang, meski dia tau jika Michael hanya menggodanya saja, Rose masih saja berdebar dengan wajah yang merona saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut seorang Michael.


"Rose! Hallo...!" panggil pria itu dari sana.


"Yah...!" jawab Rose.


"Kok nggak dijawab sih?" tanya Michael.


"Iyah makasih!" jawab Rose sekenanya.


"Kok malah bilang makasih?" ucap Michael dengan nada kesal.


"Terus... maunya di jawab apa?" tanya Rose yang pura-pura tidak mengerti.


"Bilang dong kamu juga cinta sama aku!" pinta Michael dengan suara manja.


"Ogah!" tolak Rose dengan segera.


"Aku ngambek nih!" ancam Michael.


"Iyah, ngambek ajah sampai dunia kiamat. Hehe..." ledek Rose sambil terkekeh.


"Yah udah, kamu hati-hati ya di jalan. Sampai ketemu nanti malam sayang!" ucap Michael dengan suara yang lembut.


"Deg! Deg! Deg!"


Hati Rose kembali berdebar.


"Sayang... Dia... barusan panggil aku sayang?" gumam Rose serasa tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Rose membenamkan wajahnya di antara kedua lengannya yang tengah memegang setir mobil. Wanita itu menghembuskan nafas panjang untuk menenangkan hatinya yang berdebar semakin kencang.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2