
"Aku sudah bersumpah untuk membakar tempat terkutuk ini jika aku kembali kemari. Kalian yang menyiksaku di masa lalu, pergilah ke neraka!" benak Rose.
Pintu mulai terbakar api yang langsung membesar, ternyata Rose menyiapkan segalanya sebelum Luna tiba. Dia sudah menyiram daun pintu dengan alkohol yang dia ambil dari dalam kamar. Dia mengetahui letak alkohol itu dari kehidupan sebelumnya.
Rose tersenyum sinis ke arah Luna, dia lalu berkata kepada wanita itu, "Sampai jumpa di neraka!"
Rose berjalan keluar, ternyata Wilson sudah datang bersama dua wanita muda dan dua laki-laki berpakaian serba hitam. Melihat kebakaran di dalam gedung, kedua wanita muda itu segera kabur.
Wilson tertawa melihat Rose yang berada di sana, dia menyuruh kedua anak buahnya untuk menangkap Rose.
"Sial banget sih aku!" keluh Rose.
__ADS_1
Rose berlari menghindar dari kejaran kedua anak buah Wilson. Setelah tersudut hingga ke jalan buntu, Rose terpaksa melawan mereka dengan tangan kosong sedangkan kedua laki-laki itu memegang pisau kecil di tangan mereka.
"Menyerahlah, aku akan memberikan kepuasan untukmu dan kau hanya perlu menikmatinya saja. Untuk apa melawan jika hasil akhirnya akan tetap sama." ucap Wilson dengan senyuman mesum.
Matanya terus menatap Rose dari atas ke bawah, dia begitu tergoda untuk menyentuh tubuh Rose yang indah dan merangsang gairahnya.
Rose tidak ingin di sentuh lagi oleh laki-laki itu, dia memilih untuk mati dari pada harus di permainkan lagi olehnya. Kedua anak buah Wilson semakin mendekat, Rose langsung menyerang secara membabi buta karena kehabisan akal.
"Jleebbbb!"
Sambil memegang perutnya yang tertusuk, Rose mengarahkan pecahan kaca ke arah Wilson. Dia berlari menerjang ke arah Wilson yang berada beberapa meter darinya. Pecahan kaca itu menggores wajah Wilson yang tidak sempat menghindar. Laki-laki itu berteriak kesakitan, dia memegang wajahnya yang terasa perih akibat goresan yang Rose lakukan.
__ADS_1
"Bunuh dia! Bunuh dia sekarang juga!" teriak Wilson dengan suara yang menggelegar.
Salah satu anak buah Wilson ternyata sudah bersiap menikam Rose dari belakang. Pisau di arahkan di perut bawah Rose dari belakang punggungnya. Rose berbalik, belum sempat dia melihat keadaan sekitar, pisau itu sudah menghujam masuk di tubuhnya.
"Duarrr!!!"
Suara ledakan terdengar dari ruangan sebelah, membuat kedua laki-laki itu panik karena asap hitam yang mulai masuk ke dalam. Wilson segera kabur dari sana, sedangkan kedua anak buahnya dia tinggalkan begitu saja.
Rose berjalan perlahan, dia menuju ke ruangan bawah tanah agar terhindar dari kobaran dan asap api. Begitu tiba di bawah tanah, Rose merasa penglihatannya semakin gelap. Beberapa saat kemudian, tubuh Rose terjatuh, dia pingsan tak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah.
Wilson berhasil keluar, sisanya mati terbakar di dalam gedung. Sedangkan Rose terbaring lemah di lantai bawah tanah yang dingin dan lembab. Darah masih keluar dari luka tusukan di perutnya, pakaiannya yang berwarna putih kini bernoda merah.
__ADS_1
Rose berada di dalam ruangan itu selama beberapa jam, sampai akhirnya Michael datang dan mencarinya di dalam gedung yang sudah menghitam.
Flashback End