Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 44


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak kepulangan Rose dari kota H, dia sudah memantapkan hatinya untuk membalaskan dendam kepada Wilson dan Luna. Selama seminggu ini Rose terus memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk menghancurkan Wilson yang telah menipu dan membunuh seluruh keluarganya, dan juga Luna, wanita yang sudah membuatnya mati tercekik di dalam dinginnya air laut.


Rose kembali ke kampus karena liburan sudah usai, dengan celana jeans panjang dan kemeja hitam yang rapi, Rose berangkat ke kampus menggunakan mobil porsche merahnya.


"Hai Rose!" sapa James yang baru saja turun dari motor bututnya.


"Selamat pagi James." sahut Rose dengan senyuman indah di wajahnya.


"Tugas dari Pak Lukman uda selesai Rose?" tanya James sambil mengipas-ngipaskan sekumpulan kertas di tangannya.


"Udah dong, aku kan anak rajin." jawab Rose sembari mengeluarkan lembaran tugas yang sudah dia selesaikan dari dalam tas hitam.


"Bughhh!!!"


James tanpa sengaja menabrak Luna yang berada di depannya.


"Aduh! Kalau jalan pake mata dong!" tegur Luna dengan wajah songong.


"Jalan pake kaki lah, masa iya pake mata bisa jalan?" sahut Rose dengan tawa kecil yang membuat kesal Luna.


James menatap Rose dengan tatapan yang seolah mengatakan, "Rose, ini beneran kamu?"


Rose yang di kenal oleh James adalah sosok wanita baik hati dan lemah lembut. Baru kali ini dia melihat Rose bersikap seperti ini.


Tak terima dirinya kalah dari Rose, Luna menghina kedua sahabat itu dengan cemoohan yang dia karang-karang.


"Kalian dua pacaran ya? Tiap hari jalan bareng, makan bareng, sampe sarapan aja dibuatin tiap hari sama cowok. Emangnya kamu tuh semiskin apa sih sampe harus dibawain sarapan setiap hari? Atau jangan-jangan sarapan itu bayaran atas servis malam ya?" hardik Luna dengan senyum sinis yang diarahkan ke wajah Rose.


Rose menatap wanita itu, mulai dari atas rambut hingga ke bawah kaki, dia maju dan mendekatkan wajah mereka sambil berkata, "Kalau ngomong tuh mulutnya dijaga! Jangan asal nyerocos, ntar yang ada tuh kamu yang malu pas kebongkar aib yang kamu tutupin selama ini."


Selesai berkata, Rose menarik tangan James. "Ke kantin yuk James, wanita gila mah nggak usah diladeni."


Dikehidupan yang lalu, Luna bersikap ramah dan berteman baik dengan Rose. Namun kali ini berbeda, wanita itu dengan terang-terangan menunjukkan permusuhannya di depan Rose. Semua itu karena Wilson terobsesi dengan wajah cantik Rose, sama seperti yang terjadi di masa lalu. Di masa lalu Rose dikurung oleh Wilson karena pria itu tanpa sadar telah jatuh hati padanya, wajah cantik Rose memang sulit dilupakan apalagi dengan sikapnya yang selalu tulus terhadap semua orang.

__ADS_1


Pembunuhan yang di rencanakan oleh Luna telah gagal sekali, namun wanita itu masih belum menyerah untuk menyingkirkan Rose dari kehidupan Wilson. Hanya saja dia tidak berani bertindak dengan ceroboh karena kasus yang lalu masih di selidiki oleh pihak kepolisian.


Luna merasa tersaingi oleh Rose, pria yang selama ini menjadi teman kencannya saat ini hanya menatap Rose dimatanya. Wilson, pria itu selalu menyebut nama Rose setiap kali mereka bertemu, hal itu membuat Luna semakin marah dan benci terhadap Rose.


"Awwwww!"


Luna menarik rambut Rose yang lewat di sampingnya, dia terlalu terbawa emosi hingga kehilangan akalnya.


James segera mengeluarkan handphone, dia merekam segala sesuatu yang Luna lakukan terhadap Rose.


"Lepasin nggak?" ancam Rose.


"Dasar cewek murahan!" maki Luna sambil menarik rambut Rose yang masih dia cengkram.


"Awwwww! Sakit!"


Rintihan Rose membuat James geram terhadap Luna, namun dia masih meneruskan rekaman ponselnya sambil berkata, "Oi cewek gila! Lepasin nggak?"


Sekuat tenaga, Rose memutar lengan itu hingga terdengar bunyi "Krekkk!" dilanjutkan dengan suara raungan Luna dengan wajah yang hampir menangis. Wanita itu menggunakan lengan kiri untuk memegang lengan kanannya yang kesakitan.


James tersenyum lebar melihat rencana Rose berjalan lancar, begitu juga dengan Rose yang kini menatap Luna dengan wajah puas.


FLASHBACK


Rose menarik lengan James, saat keduanya mendekat, Rose membisikkan sesuatu ke telinga James.


"James, ingat direkam nanti! Jangan melakukan apapun selain fokus pada rekaman. Terus... kalau aku kasih kode, ingat matiin rekamannya ya!"


...****************...


Rencana berhasil, rekaman sudah di dapatkan dan Luna juga sudah mendapatkan ganjaran. Rose tersenyum senang karena balas dendam yang baru saja dia mulai berjalan dengan lancar.


Kedua sahabat itu meninggalkan Luna yang masih kesakitan, mereka menuju ke kantin seperti tujuan awal.

__ADS_1


"Rose, kamu kok tau itu cewek bakal melakukan kekerasan?" tanya James.


"Soalnya aku udah kenal dia selama 10 tahun." jawab Rose.


James membuka bekal makanan yang dia bawa, satu persatu rantang makanan itu dia turunkan dan disusun rapi di depan meja Rose.


"Kamu kenal dia udah 10 tahun? Kok aku nggak pernah lihat kalian jalan bareng? Kamu juga nggak pernah cerita kalau kenal sama cewek gila itu." tanya James dengan wajah bingung.


"Aku kenal, nggak berarti aku temenan sama dia. Lagi pula aku memang nggak cerita soalnya dia nggak penting!" jawab Rose sembari memasukkan satu potong telur dadar ke mulutnya.


"Cobain yang ini Rose, ini tadi aku udah coba dan rasanya pasti pas banget di lidah kamu yang pecinta makanan pedas." ucap James sambil menyodorkan tahu merah buatannya.


Rose pun menerimanya dengan senang hati. "Nyam... Nyam...!"


"Beneran enak banget loh James, lain kali bikinin lagi ya yang kayak gini!" pinta Rose yang masih mengunyah makanan.


"Telen dulu Rose, jangan sambil ngomong. Muncrat nih!" ucap James sambil kembali menyodorkan makanan ke dalam mulut Rose.


Selesai sarapan bersama, Rose meminta bantuan James untuk menyebarkan video yang dia rekam tadi ke media sosial. Namun ia meminta pria itu untuk berhati-hati agar tidak ketauan jika mereka yang sudah memposting video itu.


"Siap Boss!" jawab James.


James mengeluarkan laptop dari tas hitamnya, dalam hitungan menit saja video itu sudah diposting di forum kampus dan beberapa situs media sosial yang juga menjadi sasaran Rose.


"Ini nggak bakal ketauan kan siapa yang posting?" tanya Rose dengan wajah cemas.


"Aman Boss, semua terkendali kalau ada James disini." ucap pria itu dengan wajah bangga.


Memang James sangat ahli kalau berbicara tentang teknologi, apalagi dia pernah menjadi hacker bayaran selama dia duduk di bangku SMA. Semua itu dia lakukan untuk mengumpulkan biaya kuliah yang tergolong mahal.


Rose dan James kembali ke kelas, sementara itu postingan yang baru saja beberapa menit di unggah sudah mencapai 1juta penonton dengan komentar sebanyak ratusan ribu.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2