
"Lihat ini!" ucap Michael.
"Apa itu?" tanya Rose penasaran.
Rose mengambil kertas dari tangan Michael kemudian melihatnya dengan serius.
"Tiket pesawat?" ucap Rose.
"Iya, ayo liburan bersama!" jawab Michael dengan senyuman lebar.
Bukannya senang, kini raut wajah Rose berubah kusut dan masam.
"Kamu mau ngikutin aku lagi?" tanya Rose dengan wajah kesal.
"Aku tuh jagain kamu, bukan ngikutin!" jawab Michael dengan senyuman lebar.
Rose memejamkan kedua matanya, ia tampak begitu kesal hingga kehilangan kata kata.
"Kamu segitu nggak sukanya aku ikut pergi?" tanya Michael dengan wajah dingin.
"Iya, aku nggak suka kamu terus menerus mengawasi hidup ku!" jawab Rose ketus.
Michael menarik kemudian menghela nafas panjang, ia merobek tiket pesawatnya di depan Rose. Tiket yang hancur menjadi lembaran kecil itu ia lemparkan ke udara tepat di depan wajah Rose.
Michael berbalik badan hendak pergi dari sana, Rose yang terkejut karena sikap Michael hanya terdiam membeku melihat lembaran kertas yang berceceran di lantai.
"Ya tuhan...! Apa yang sudah aku lakukan? Dia pasti sangat tersakiti dengan sikap ku barusan." pikir Rose saat menatap mobil yang melaju menjauh.
Dengan cepat Rose mengeluarkan handphone dari tas yang tergantung di bahunya, ia mencoba menelepon Michael.
"Tuttt... Tuttt... Tuttt...!"
Michael tidak menjawab telepon dari Rose meskipun gadis itu telah mencoba berulang kali.
"Dia pasti sangat marah..." ucap Rose dengan menatap layar ponselnya.
Rose menyimpan kembali ponselnya, ia menarik koper menuju ke mobil yang terparkir di depan rumah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Selamat pagi Non, ayo masuk!" ajak Mbok Siti setelah melihat Rose berdiri di depan pintu.
"Makasih Mbok, maaf ngerepotin pagi pagi!" ucap Rose sambil melangkah masuk ke dalam.
__ADS_1
"Tunggu bentar ya Non, Tuan dan Nyonya belum turun, mungkin lagi siap siapin barang bawaan." ucap Mbok Siti.
"Iya, Rose yang datang kepagian sih ini. Hehe..." jawab Rose sambil tertawa kecil.
"Uda sarapan Non? Kalau belum, Mbok siapin sekalian yah!" ucap Mbok Siti menawarkan Rose.
"Belum sih Mbok, tadi saya buru buru ke sini karena takut macet." jawab Rose bersemangat.
"Oh.. Ya udah Mbok sekalian buatin sarapan yah." ucap Mbok Siti.
"Rose bantuin ya Mbok, biar cepet siapnya." ucap Rose.
"Aduh, ngak usah Non, biar Mbok siapin sendiri aja." jawab Mbok Siti dengan cepat menolak.
Rose berdiri dari sofa empuk yang ia duduki, dengan cepat ia mengikuti langkah Mbok Siti menuju ke dapur.
"Non duduk aja dulu, Mbok bisa sendiri kok." ucap Mbok Siti saat melihat Rose mengikutinya.
"Ngak pa pa kok Mbok, sekalian Rose mau belajar masak." jawab Rose kekeh ingin membantu.
"Ya udah, Non bantu cuci sayur aja yah. Nanti sisanya Mbok aja yang kerjakan."
"Ngak pa pa loh Mbok, saya bisa bantu motong-motongnya juga sekalian, biar Mbok kerjain yang lain." paksa Rose lagi.
Rose merasa tidak enak mengganggu pekerjaan Mbok Siti akhirnya dia mengalah biar Mbok Siti yang kerjakan sisanya.
Beberapa menit berlalu, terdengar suara langkah kaki Paman Teddy dan Nyonya Erna menuruni anak tangga.
"Mbok... Sarapannya belum siap ya?" tanya Nyonya Erna.
"Sebentar lagi siap Bu, ini saya tinggal pindahkan ke meja." jawab Mbok Siti, buru buru ia membawa dua piring sarapan ke ruang makan.
Rose membawa satu piring sarapan bagiannya yang di buatkan oleh Mbok Siti.
Salad sayur dan telur orak arik di campur tomat cerry, sarapan yang sederhana namun sangat nikmat bagi Rose.
"Selamat Pagi Paman, Tante." sapa Rose.
"Selamat Pagi...! Lho, nak Rose kapan sampainya? Kok Siti ngak kasih tau kalau Rose sudah sampai?" tanya Paman Teddy.
"Tadi saya yang minta Mbok Siti untuk nggak gangguin Paman. Sekalian Rose belajar masak sama Mbok Siti tadi di dapur." jawab Rose yang masih memegang sepiring sarapan di tangannya.
"Oh... gitu, uda lama dong nunggunya?" tanya Paman Teddy.
__ADS_1
"Nggak kok, sarapannya juga baru siap." jawab Rose.
"Udah dong Pa, tanya tanya nya nanti aja, sekarang nak Rose silahkan duduk! Sarapannya keburu dingin nanti." ucap Nyonya Erna dengan wajah tersenyum.
"Makasih Tante." jawab Rose setelah meletakkan piring yang ia bawa sejak tadi.
Rose menarik salah satu kursi di meja makan, dia duduk di samping Paman Teddy dan bertatap muka dengan Nyonya Erna.
"Mirip... Mirip sekali!" ucap Nyonya Erna dalam hatinya sambil menatap Rose yang sedang menyendok sesuap telur orak arik ke dalam mulut.
"Ma... Mama ngak makan?" tanya Paman Teddy ketika melihat Nyonya Erna duduk melamun dengan sendok di tangannya.
Nyonya Erna tersadar sejak tadi ia memandangi Rose, dengan cepat ia mengalihkan tatapan matanya ke sembarang arah.
"Ini mau makan kok Pa..." jawab Nyonya Erna dengan wajah murung.
"Ma... Mama kenapa?" tanya Paman Teddy.
"Mama ngak pa pa kok Pa, Mama cuma kaget ajah karena seperti kata Papa dan Mama Yun, wajah Rose benar benar mirip sama mama waktu mama masih muda." jawab Nyonya Erna.
Suasana menjadi hening karena Nyonya Erna terlihat bersedih, Paman Teddy tidak ingin melanjutkan pembicaraan mengenai putrinya yang hilang, dan Rose tidak tau apa yang harus di bicarakan sehingga ia memutuskan untuk diam dan menikmati saja sarapan miliknya.
Selesai sarapan, Mbok Siti membersihkan semua piring kotor. Nyonya Erna mengecek kembali barang barang bawaan yang akan segera di naikkan ke bagasi mobil.
Paman Teddy menelepon seseorang, "Rud, penerbangan saya di ubah menjadi jam 12 siang."
Setelah menutup telepon, Paman Teddy mendatangi Rose dan bertanya kepadanya.
"Rose, koper kamu cuma satu?"
"Iya, Rose nggak bawa banyak baju soalnya mau belanja di sana nanti." jawab Rose sambil mengangguk.
"Wah, sama dong kayak Tante. Tante juga bawa bajunya dikit doang, jadi bisa muat banyak buat belanja di sana nantinya." sambung Nyonya Erna yang baru saja selesai meminta bantuan supir untuk menaikkan barang barang ke mobil.
Rose memindahkan mobilnya ke bagasi, mobil itu ia tinggalkan di rumah keluarga Yun selama ia ke kota H.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Agar tidak telat, mereka bertiga segera menuju ke bandara yang memerlukan waktu 1 jam perjalanan.
Dalam perjalanan menuju ke bandara, beberapa kali Rose menatap layar ponselnya.
"Dia masih marah ya? Sms nya cuma di baca aja tapi nggak di bales sampe sekarang." benak Rose.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1