
"Tok... Tok... Tok...!"
"Masuk!" ucap Rose tanpa bertanya siapa yang mengetuk pintu kamar nya.
"Ceklek!"
Sepasang kaki melangkah masuk ke kamar, tamu tak di undang itu menutup pintu kamar dengan pelan-pelan. Dia melangkah masuk mendekati Rose dan memeluk nya dari belakang. Rose terkejut dan segera berbalik melihat siapa yang sedang memeluknya.
"Lama tidak bertemu, apakah tidur mu nyenyak tanpa pelukan hangat dari ku?" ucap Michael dengan wajah menggoda.
"Hufff...." Rose menghela napas lega melihat wajah yang dia kenal.
"Jangan membuat ku kaget dengan pelukan tiba-tiba seperti ini!" ucap Rose dengan wajah kesal.
Michael tersenyum nakal, "Apakah itu berarti aku boleh memeluk mu jika sudah mengatakan nya lebih dulu?"
"Blush" wajah Rose merona malu.
"Bu...bukan itu maksud ku! Ka... kamu jangan menyentuh ku seenaknya." ucap Rose terbatah.
"Kalau begitu apa maksudnya jangan memeluk secara tiba-tiba?" goda Michael dengan suara yang di buat-buat.
"Akh... menjauhlah dari ku! Kamu sangat menyebalkan." ucap Rose kesal, kini pipinya semakin memerah.
"Hehe... Wajahnya sangat imut saat kesal dan marah." batin Michael.
Michael duduk di sofa panjang, Rose kembali duduk di tempat tidur dan meneruskan kegiatannya menulis diary.
"Apa yang sedang kamu tulis?" tanya Michael dengan wajah penasaran.
"Sesuatu yang akan membantu ku sembuh dari trauma." jawab Rose keceplosan.
"Ups... dasar mulut ku ini! batin Rose saat menyadari kesalahannya.
"Apa itu?" tanya Michael.
Michael berdiri dan berjalan mendekati Rose, dia berniat melihat apa yang sedang di tulis olehnya. Rose segera menutup dan menyembunyikan buku di balik bantal.
Michael mengulurkan tangan nya, "Berikan pada ku!"
"Ngapain?" tanya Rose bingung.
"Aku mau lihat!" jawab Michael dengan wajah serius.
"Nggak boleh, ini rahasia." ucap Rose menolak.
"Kamu kasih ke aku atau aku yang ambil sendiri?" ancam Michael dengan mata dingin.
Rose menatapnya dengan wajah cemberut, "Apa-apaan sih kamu... buku ini kan punya ku, kamu nggak boleh maksa dong kalau nggak di izinin!"
Michael terlihat kesal, dia tidak suka di bantah apalagi tidak di turuti. Dia berusaha merebut buku diary yang berada di bawah bantal, Rose dengan gigih menahan tubuh Michael agar tidak mendekati bukunya.
Michael kehilangan keseimbangan tubuh, dia jatuh menimpa tubuh Rose. Kini jarak wajah mereka sangat dekat. Michael menelan air liur saat menatap bibir mungil di depan mata nya. Tanpa sadar dia menurunkan wajahnya dan mencium bibir Rose dengan lahap.
Rose mengedipkan kelopak matanya beberapa kali, tubuhnya serasa membeku.
__ADS_1
"Deg... Deg... Deg...!"
Selama beberapa menit, hanya terdengar suara debaran jantung di kamar itu. Entah suara debaran jantung dari Rose atau Michael, atau mungkin kedua nya.
Michael menggigit bibir bawah Rose, gadis itu terkejut karena rasa sakit yang terasa seperti di gigit semut. Rose tersadar, dengan cepat dia mendorong tubuh Michael.
Rose bangkit dari tempat tidur, dia menghapus bekas yang ditinggalkan oleh bibir Michael di bibirnya dengan punggung telapak tangan.
"Ka... ka... kamu pria mesum!" ucap Rose terbata-bata.
Wajah Rose kini semerah kepiting rebus, debaran jantung yang kuat masih terasa melompat-lompat di dada nya. Napas yang memburu membuatnya sulit berkata-kata.
Michael tersenyum puas, hati nya berbunga-bunga bisa menikmati bibir merah yang manis milik Rose.
"Kamu terlihat sangat menikmati nya tadi." ucap Michael menggoda nya.
"Diam kamu!" ucap Rose dengan nada kesal.
Michael makin senang melihat wajah kesal Rose, dia telah melupakan buku diary yang di sembunyikan oleh gadis itu.
Rose merasa lega karena pria itu tidak lagi meminta buku nya. Dia berjalan keluar dan duduk di ruang tamu. Michael mengikuti langkah Rose, dia duduk di sampingnya.
Rose menggeser posisi duduk nya agar menjauh dari Michael, pria itu ikut menggeser bokongnya dan mendekati Rose. Rose kembali menggeser posisi duduknya, begitu juga dengan Michael. Begitu terus hingga akhirnya Rose sampai di tepi sofa, tidak ada lagi ruang gerak untuk nya bergeser.
Michael tersenyum nakal, dia menahan kepala Rose dan mendekatkan wajah mereka.
Rose berpikir Michael akan menciumnya lagi, tanpa sadar dia memejamkan mata menunggu bibir Michael.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Ciuman dari ku?" goda Michael sambil tertawa kecil.
"Kenapa aku malah mengharapkan ciuman dari pria ini? Sadarkan diri mu Rose!" benak Rose.
Michael melingkarkan kedua tangan di pinggang Rose, dia menyandarkan kepala di dada nya yang empuk.
"Aku sangat merindukan mu." ucap Michael dengan suara kecil.
Rose terkejut dengan sikap Michael yang manja, namun dia tidak membenci nya.
"Aku tidak menyangka pria arogan ini bisa bersikap imut." batin Rose.
"Kenapa kamu tidak menjawab ku?" tanya Michael.
"Jawab? memangnya apa pertanyaan mu?" tanya Rose bingung.
"Aku bilang aku merindukan mu, bukan kah seharusnya kamu menjawab nya?" ucap Michael dengan nada manja.
Rose tersenyum lucu melihat kelakuan Michael yang seperti anak-anak.
"Tapi aku tidak merindukan mu." canda Rose.
"Hahhh... hati ku terasa sakit mendengar nya." ucap Michael setelah menghela napas.
"Kenapa hari ini kamu bersikap manja?" tanya Rose.
"Aku selalu seperti ini jika di dekat mu." jawab Michael.
__ADS_1
Michael masih bersandar di dada Rose, wanita itu merasa serba salah karena kepala Michael menyentuh bukit kembarnya. Rose berniat mendorong nya namun dia tidak ingin merusak suasana yang terasa nyaman saat ini. Akhirnya dia membiarkan saja pria itu menjadikan bukit kembarnya sebagai bantal.
"Ehem... Ehem...!"
Lily muncul entah dari mana dan langsung berdehem mengagetkan kedua orang yang sedang di landa asmara.
Michael segera melepas pelukan nya dan duduk dengan benar, sedangkan Rose menjadi salah tingkah karena malu terciduk oleh Lily.
"Ciye... yang lagi pacaran...! Lanjutin Kak, aku mau keluar dulu bareng temen." goda Lily.
"Ganggu aja ini anak!" batin Michael kesal.
"Emm... itu... kamu lapar nggak?" tanya Rose canggung.
"Panggil aku dengan nama ku. Jangan kamu kamu!" pinta Michael.
"Michael?" tanya Rose.
"Mike, panggil aku Mike!" ucap Michael.
"Ooo..." ujar Rose.
"Mike bukan O!" keluh Michael dengan wajah kesal.
"Hahaha..." akhirnya mereka pun tertawa bersama.
"Mike, aku lapar!" ucap Rose setelah berhenti tertawa.
"Mau keluar makan? atau mau delivery aja?" tanya Michael.
"Emm... delivery aja deh." jawab Rose.
"Mau makan apa?" tanya Michael.
"Kamu mau nya makan apa?" tanya Rose balik.
Michael berpikir sebentar, bibirnya tiba-tiba saja tersenyum nakal. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Rose kemudian menjawab, "Aku mau nya makan kamu!"
"Blush" Rose merona. Hatinya menjadi tidak karuan, jantungnya berdegup kencang dan saat ini dia lupa untuk menarik napas.
"Maksudnya makan masakan kamu..." ucap Michael sambil tertawa.
"Hufff... pria ini selalu saja menggoda ku." batin Rose.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1