
"Mama sih terserah saja Pa." jawab Nyonya Erna.
"Mama pasti kaget banget kalau lihat wajah Rose. Dia mirip banget sama mama waktu muda dulu." ucap Paman Teddy.
Nyonya Erna tersenyum, "Mama juga bilang gitu tadi sore. Semirip apa sih mama dan Rose? Mama jadi penasaran."
"Besok mama lihat aja sendiri. Kita kan pergi bareng Rose, jadi mama juga enak kan ada temen shopping di sana." jawab Paman Teddy.
"Seandainya anak kita masih hidup, pasti dia cantik banget kan mirip mama?" ucap Nyonya Erna dengan senyuman getir di wajahnya.
"Ma, ikhlasin ma...!" ucap Paman Teddy seraya menepuk lembut punggung istrinya.
Sudah bertahun tahun lamanya pasangan suami istri ini mencari putri mereka yang hilang namun belum ada hasilnya.
Awalnya Paman Teddy dan Nyonya Erna menitipkan putri semata wayangnya di tempat penitipan anak.
Saat itu mereka berdua harus meeting dengan klien yang berbeda di waktu yang sama, hal itu membuat Paman Teddy dan Nyonya Erna tidak bisa menjaga putri mereka.
Nenek Yun juga saat itu sedang tidak berada di kota X, dengan berat hati mereka menitipkan putri mereka di tempat penitipan.
Merasa aman dan percaya dengan rekomendasi dari teman Nyonya Erna, ia akhirnya membawa putrinya yang masih berusia 1 tahun ke sebuah Daycare yang bernama Little Baby.
Entah naas atau memang sudah di rencanakan, saat menjemput putrinya, Daycare yang bernama Little Baby tersebut ternyata tidak pernah ada.
Bangunan yang awalnya terlihat seperti rumah sederhana namun nyaman menjadi rumah yang tidak berpenghuni hanya dalam waktu dua hari.
Nyonya Erna kaget bukan main saat melihat tempat itu sudah menjadi bangunan kosong tak berpenghuni, "Dimana putri ku?" gumamnya berkali kali.
Nyonya Erna mencari teman yang merekomendasikan Daycare tersebut namun apa daya, ternyata ia juga menghilang bagai di telan bumi.
Segala cara dilakukan oleh Paman Teddy dan Nyonya Erna untuk mencari putri mereka, di mulai dari Daycare yang bernama Little Baby hingga mencari temannya yang menghilang.
Semua sia sia saja, nama Daycare Little Baby tidak pernah terdaftar dan nama orang yang di cari Nyonya Erna juga tidak pernah ada.
Seolah olah dipermainkan oleh seseorang, bagaimana bisa putri mereka menghilang tanpa jejak jika bukan di rencanakan oleh seseorang yang entah apa tujuannya.
Lelah dengan pencarian yang tidak ada celahnya, akhirnya Paman Teddy memutuskan untuk menghentikan pencarian meskipun Nyonya Erna memohon untuk tetap meneruskan pencarian putri mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB, Rose masih melihat layar ponsel. Sesekali ia membuka sms di layar hendak meminta maaf kepada Michael namun pesan itu ia hapus lagi sebelum sempat di kirim.
"Apa yang harus aku katakan? Apa aku telepon saja ya?" gumam Rose.
"Kling..."
Bunyi pesan Tab Tab membuat Rose kaget, ia kemudian membuka pesan yang muncul di layar handphone nya.
Prince : Hai...
__ADS_1
Dengan cepat Rose membalas pesan itu.
Rose : Hai juga...
Percakapan pun berlangsung secara alami.
Prince : Lagi apa?
Rose : Lagi mikir.
Prince : Mikir apa tengah malam?
Rose : Yang pasti bukan mikirin kamu :p
Prince : Oh... Gitu... Udah makan?
Rose : Udah dong, udah jam segini masa belum makan sih...?!
Prince : Mana tau belum makan karena kebanyakan mikir :D
Rose : Hahaha... Ya nggak lah.
Prince : Jadi lagi mikir apa?
Rose : Aku lagi mikir mau tulis apa buat minta maaf.
Prince : Minta maaf karena apa? Coba cerita.
Prince : Kamu mau minta maaf cuma lewat sms doang gitu?
Rose : Ya... Maunya sih langsung ngomong ke orangnya. Tapi aku takut.
Prince : Takut apa?
Rose : Takut liat tatapan matanya, takut dia makin marah, takut dia nanti cuekin aku.
Beberapa menit kemudian belum ada balasan dari Prince. Rose mengeluh sambil bergumam, "Kok nggak di balas sih? Malah di read doang.
Sementara itu Michael tersenyum cengar cengir melihat layar handphone.
"Dia takut aku marah? Takut aku abaikan? Apa itu artinya dia peduli sama aku?" gumam Michael sambil melihat layar ponsel.
Prince : Kamu peduli banget ya sama dia?
Rose segera membaca pesan di Tab Tab yang sejak tadi dia tunggu tunggu.
Rose : Aku juga nggak tau, tapi aku nyaman saat dia ada di samping aku.
"Cuma nyaman? Bukan karena kamu juga suka sama aku?" gumam Michael.
__ADS_1
Prince : Jadi kamu nggak jadi minta maaf?
Rose : Besok ajah aku minta maaf kalau dia udah redain emosinya.
"Besok yah? Padahal aku udah nunggu dari tadi, tapi ga-pa-pa deh karena sekarang juga uda aku maafin." gumam Michael yang saat ini tersenyum dengan hati berbunga bunga.
Prince : Udah larut malam, tidur gih!
Rose : Oke, kamu juga. Selamat malam Prince... Moga mimpi indah ya.
Prince : Mimpiin aku yah :p Good night Rose.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari menjelang pagi, Rose menyiapkan koper yang akan dia bawa ke kota H.
Beberapa stel pakaian, handuk dan tak lupa ****** ***** dan bra sudah di masukkan ke dalam koper.
Rose masuk ke kamar mandi, dia mengambil sabun dan peralatan mandi yang biasanya ia gunakan.
"Ini nggak boleh ketinggalan!" gumam Rose sambil memasukkan diary ke dalam koper.
Selesai dengan barang bawaannya, Rose mengambil dompet dan tentunya kartu kredit beserta KTP yang di perlukan nantinya.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 pagi hari, Rose melihat ke layar ponsel beberapa kali.
"Kenapa dia belum datang ya? Apa dia masih marah jadi nggak mau datang?" ucap Rose sambil berpikir.
Rose menunggu kedatangan Michael, biasanya pria itu akan datang sebelum pukul 08.00 pagi untuk membawa sarapan dan makan bersama Rose, namun hari ini Michael belum tiba meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB.
Rose tidak punya waktu lagi untuk menunggu, dia mengambil kunci mobil yang tergantung di dinding kemudian keluar dengan membawa kopernya.
"Ceklek!"
Rose membuka pintu, ia terkejut sekaligus senang melihat Michael berdiri di depan pintu.
"Mike...!" panggilnya dengan pelan.
"Selamat pagi!" ucap Michael dengan senyuman di wajahnya.
"Apa aku sedang bermimpi?" ucap Rose tanpa sengaja saat berpikir.
"Ini bukan mimpi." jawab Michael di lanjutkan dengan mengecup pipi Rose.
Rose hanya diam membeku, dia senang melihat Michael ada di sana, dia lega karena pria itu telah memaafkan ke-egoisannya.
"Kenapa bengong?" tanya Michael sambil memukul pelan kepala Rose dengan selembar kertas di tangannya.
"Aku senang Mike ada di sini." ucap Rose tanpa sadar.
__ADS_1
Michael tersenyum, dia memperlihatkan kertas yang ada di tangannya.
^^^BERSAMBUNG...^^^