Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 22. Tamu tak di undang


__ADS_3

Rose akhirnya memesan pizza dan pasta. Michael memesan makanan itu dengan aplikasi online yang sering dipakai Gerry.


“Ting Tong...!


“Mungkin pesanan sudah sampai, biar aku saja yang ambil makanannya.” Ucap Rose.


“Ceklek”


“James!” panggil Rose.


“Hai Rose, udah makan? Nih aku bawain makanan.” ucap James sambil menaikkan tangannya, memperlihatkan bungkusan yang dia bawa.


“Pas banget aku lagi laper, yuk masuk!” ucap Rose.


James mengikuti langkah Rose ke ruang tamu. Michael sedang duduk di sofa, wajah Michael berubah kesal saat melihat James.


“Tuan Michael juga di sini, untung aku buat makanan yang banyak, jadi bisa makan bareng.” ucap James.


James duduk di samping Rose, dia membuka bungkusan yang dibawa nya dari rumah.


“Wah... James, kamu yang buat sendiri semua makanan ini?“ tanya Rose kagum.


James mengangguk, “Emm... aku yang buat semuanya. Tapi nggak tau deh rasanya gimana!” jawab James.


“Semua makanan buatan James selalu enak.” ucap Rose dengan mata berbinar.


Tanpa menunggu lama, Rose segera mengambil makanan dari kotak makan James dan memasukkan nya ke dalam mulut.


Rose mengacungkan 2 jari jempol nya, “Enak pake banget. Sering-sering yah masakin aku!” ucap Rose sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.


Michael tidak senang dengan kedekatan kedua orang itu. Wajah kesalnya sangat menakutkan bagi James yang sejak tadi di tatapnya.


“Mike, kamu nggak mau coba? Ini enak banget lho...” ucap Rose.


“Nggak, kamu makan aja yang banyak.” jawab Michael dengan nada kesal.


Rose mengarahkan pandangan matanya ke wajah Michael, “Kenapa lagi ini orang?” benak Rose.


“Ting Tong...!”


Bel pintu kembali berbunyi, James segera berdiri untuk membuka pintu. Pesanan Michael telah tiba, James mengambil makanan itu dan membawa nya ke ruang tamu.


“Pesanan Tuan Michael!” ucap James.


“Makasih James.” ucap Rose.


Michael membuka kotak pizza dan memberikan sepotong pizza untuk Rose. “Makan ini dulu, kalau sudah dingin ntar jadi alot.” ucap Michael.


Rose mengambil pizza dari tangan Michael dan segera makan dengan lahap. Michael menatapnya sambil tersenyum senang.


“James, nih makan!” ucap Rose sambil menyerahkan sepotong pizza kepada James.


Michael kesal melihatnya, dia merebut pizza dari tangan Rose dan segera menggigitnya dengan kasar.

__ADS_1


Rose menatap Michael dengan wajah heran, “Kenapa lagi sih dia?” benak Rose.


Rose kembali mengambil sepotong pizza dan memberikan nya kepada James.


“Makasih.” ucap James sambil menerima pizza dari tangan Rose.


Michael makin sebal, emosinya menjadi sulit ditahan. Dia berdiri dan segera keluar dari sana.


“Bammm!” Michael membanting pintu dengan kasar.


“Kenapa sih tuh orang? Marah-marah nggak jelas!” ucap Rose yang merasa kesal.


James tersenyum menang, “Kamu terlalu nggak peka Rose!” benak James.


Michael kembali ke kantor, amarahnya terus memuncak memikirkan hubungan Rose dan James yang sangat dekat.


“Gadis bodoh itu, berani-berani nya dia bermesraan dengan pria lain di depan mata ku!” benak Michael.


“Gerry, katakan pada semua kepala marketing untuk segera menyiapkan rapat 10 menit lagi!” perintah Michael dengan nada kesal.


“Baik, Tuan muda.” Jawab Gerry.


“Sepertinya hari ini bagian marketing akan menjadi korban pelampiasan amarah bos.” benak Gerry.


Ya, benar sekali apa yang dipikirkan oleh Gerry. Semua kepala marketing menjadi sasaran amarah Michael. Tidak ada satu pun dari mereka yang tidak dibentak oleh pria itu.


Gerry merasa kasihan kepada orang-orang yang sedang di bentak itu, tapi apa daya, dia juga akan menjadi sasaran bos nya jika terlalu banyak ikut campur. Jadi Gerry lebih memilih pepatah yang mengatakan "Diam adalah emas".


Rose sendirian di mansion, James telah pulang setelah mendapat telepon dari Bunda Yanti. Lily masih belum kembali sejak keluar pagi tadi.


Rose merasa bosan karena sendirian di rumah, dia membuka laptop dan membaca berita yang sedang tenar belakangan ini.


Muncul iklan di layar web yang di buka oleh Rose, iklan itu memperkenalkan sebuah aplikasi chat yang bernama Tap Tap. Karena tertarik, Rose mencoba aplikasi itu di handphone baru nya.


Selesai mendaftar, Rose mendapat satu notifikasi dari aplikasi Tap Tap.


"Selamat, anda sudah terdaftar di aplikasi Tap Tap. Ayo chat dengan teman baru anda!"


Rose masuk ke salah satu grup chat di aplikasi Tap Tap, dia hanya membaca semua chat dari orang-orang yang tidak di kenal. Meskipun hanya membaca dan tidak ikut mengobrol, Rose merasa sedikit terhibur dengan lelucon yang mereka bicarakan di grup chat.


Selama beberapa hari, Rose terus berada di kamar dan membaca chat grup di Tap Tap tanpa melakukan kegiatan apa pun kecuali pergi pulang kampus. Michael yang sibuk dengan pekerjaan di kantor, tidak menelepon ataupun datang mencarinya sejak terakhir kali mereka bertemu.


"Ting Tong...!"


Rose malas membuka pintu, dia mengabaikan saja bel itu sampai Lily terbangun dari tidur siangnya. Dengan wajah cemberut, Lily membuka pintu dan mempersilakan tamu Rose untuk menunggu di ruang tamu.


"Tok Tok Tok!


"Ceklek"


"Kak, ada tamu yang datang mencari Kak Rose." ucap Lily.


"Siapa Ly?" tanya Rose yang masih sibuk membaca grup chat.

__ADS_1


"Cowok tampan yang dulu pernah datang." jawab Lily.


"Cowok tampan yang pernah datang?" gumam Rose


"Deg!"


Rose mulai ketakutan ketika mengingat Wilson.


"Ya, laki-laki itu. Mungkin dia yang di maksud oleh Lily." batin Rose.


Tangan Rose mulai gemetaran, Lily yang tidak menyadari keanehan Rose, telah meninggalkan kakaknya sendirian dan kembali ke kamar.


Wilson sejak tadi mengikuti langkah Lily, dia segera masuk ke kamar Rose begitu melihat Lily keluar dari sana.


"Ceklek!" Wilson mengunci pintu kamar.


Rose yang masih ketakutan tidak menyadari bahwa seseorang telah masuk ke kamarnya. Wilson mendekati Rose dan langsung memeluknya.


"Hai sayang, sudah lama kita tidak bertemu." ucap Wilson


Rose terkejut mendapat pelukan dari pria itu, dia segera mendorong tubuh Wilson dan berlari menjauh darinya.


"Keluar!" bentak Rose.


"Lily, tolong... aku takut!" batin Rose.


Sementara Lily yang kesal karena di ganggu oleh suara bel sudah kembali tidur dengan menggunakan penutup telinga.


Rose yang masih memegang handphone menekan tombol panggilan cepat. Telepon itu tersambung ke nomor Michael.


"Akhirnya dia menelepon ku. Dia pasti sudah kangen sama aku." benak Michael.


Michael menjawab telepon, "Rose..."


"Keluar!!!" suara bentakan Rose terdengar dari telepon.


"Rose?! Apa yang terjadi?" ucap Michael dengan nada panik.


"Keluar! Jangan mendekat!!"


"Tolong aku... Lily!!!"


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖

__ADS_1


__ADS_2