Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 23. Kelanjutan kisah masa lalu Rose


__ADS_3

Michael tambah cemas dan panik, dengan cepat dia memanggil Gerry untuk mencari lokasi Rose.


Michael turun ke parkiran dan masuk ke dalam mobil, panggilan di telepon masih tersambung. Dia mendengar suara dari Rose yang berteriak dan mengusir seseorang. Namun dia tidak tahu siapa orang yang sedang di usir oleh Rose.


"Pergi! Jangan mendekat!" ucap Rose sambil melangkah mundur.


Wilson tersenyum dan melangkah mendekat ke arah Rose. "Kenapa kamu selalu menghindari ku?" tanya Wilson.


"Aku benci padamu! Kenapa kamu selalu datang mengganggu hidupku?" ucap Rose dengan suara marah dan takut.


"Karena aku marah, marah di tolak berulang kali olehmu! Kau... gadis ****** yang sudah di tiduri oleh banyak pria. Beraninya kau menolak seorang Wilson yang punya segalanya! Apa yang kurang dari ku? Kenapa kau lebih memilih pria miskin itu dari pada aku?" ucap Wilson dengan wajah dingin.


"Dasar gila!" ucap Rose kemudian melemparkan barang-barang di sekitarnya ke arah Wilson.


Wilson menahan tangan Rose dan menariknya ke tempat tidur. Tubuh Rose dihempaskan dengan kasar hingga kepalanya membentur pembatas yang ada di tepi tempat tidur.


"Akhhh!" Rose merintih kesakitan sambil memegang kepalanya yang mulai berdarah.


"Bajingan itu, aku akan membunuh nya!" ucap Michael yang mendengarkan percakapan mereka dari handphone.


"Lepaskan! Jangan sentuh aku!" bentak Rose dengan suara bergetar.


"Berulang kali kau lepas dari tangan ku, hari ini aku akan menikmati tubuh ****** mu itu hingga puas." ucap Wilson dengan wajah penuh gairah.


Wilson menarik piyama Rose dengan tenaga yang kuat, beberapa kancing piyama terlepas dari atas. Buah persik Rose yang berisi dan padat terlihat seperti akan tumpah dari dalam bra yang menampung nya. Wilson semakin bergairah ketika melihat kedua buah persik itu.


Rose menutup tubuhnya dengan kedua tangan, dia meronta dan memberontak untuk melepaskan diri dari Wilson yang berusaha menciumnya.


Wilson menarik kedua tangan Rose dan menahan nya dengan kuat di atas kepala.


"Lepaskan, aku mohon...!" ucap Rose sambil menangis dan memohon.


Tubuh Rose terus meronta, bergerak ke sana sini berusaha melepaskan diri. Wilson naik ke tubuh Rose dan menindihnya, dengan satu tangan dia membuka kancing piyama yang tersisa.


Gairah Wilson makin memuncak melihat kulit putih Rose yang mulus, kini piyama atasnya telah terbuka semua hanya meninggalkan bra yang masih menutup kedua persik kembar yang akan tumpah.


Wilson menarik bawahan piyama Rose hingga memperlihatkan kaki jenjang nya yang halus tanpa bulu.


Rose semakin meronta, tubuhnya bergetar karena ketakutan. Penyakit cemasnya mulai kambuh karena perlakuan kasar dari Wilson. Pria itu membalik tubuh Rose dan membuka pengait bra, dengan kasar dia menarik penutup buah itu hingga terlepas dari tubuh Rose.

__ADS_1


"Bammm!!"


Michael menendang pintu dengan kuat, beberapa kali dia menendang dan mendobrak pintu itu sebelum pintu itu terbuka.


Wilson terkejut mendengar suara dobrakan pintu. Rose masih di posisi telungkup dengan tubuh Wilson menindih di atas tubuhnya.


"Bammm!" pintu terbuka, Michael berlari masuk. Dia menarik tubuh Wilson hingga terjatuh ke lantai dan menghajar pria itu dengan sekuat tenaga. Wilson kesakitan, dia mencari kesempatan untuk melarikan diri dari sana.


Michael melihat tubuh Rose yang hampir sepenuhnya polos tanpa busana. Dia menutup tubuh Rose dengan selimut, membalik tubuh gadis itu dan memeluk nya dengan erat.


Tubuh Rose bergetar kencang, bibirnya terus menerus mengeluarkan kata-kata yang berulang seperti sebelumnya. Michael berusaha menenangkan Rose.


Michael melepas pelukan nya dan menatap wajah Rose dari dekat.


"Rose... Rose...!


Aku di sini. Lihat lah aku, jangan takut!


Rose...


Lihat aku...!


Aku Mike. Tatap mata ku! Jangan takut...!


"Mike?" gumam Rose.


"Ya, ini aku Mike. Jangan takut, aku sudah mengusir bajingan itu." ucap Michael sambil memegang kedua pipi Rose.


Rose memeluk Mike dengat erat, dia menangis dengan air mata mengalir deras, mengeluarkan ketakutan nya.


"Tidak pa-pa, sekarang kamu akan baik-baik saja. Aku akan selalu melindungi mu." ucap Michael.


"Pria itu, dia... hiks...dia... hiks..." Rose berkata sambil menangis. Dia kesulitan mengucapkan kalimatnya.


"Pelan pelan saja, jangan dipaksakan." ucap Michael.


"Pria itu, dia mencoba menodai ku. Aku takut, aku benci..." ucap Rose sambil terisak.


"Bajingan itu, akan ku hancurkan dia!" batin Michael.

__ADS_1


Michael terus memeluk Rose hingga dia tertidur, perlahan Michael membaringkan tubuh Rose. Selimut yang menutupi tubuh Rose saat ini melorot hingga ke perut, Michael menelan liur nya ketika menatap dua persik kembar yang kini terlihat utuh tanpa penutup.


Wajah Michael menjadi merah dan terasa panas, dengan cepat dia menarik selimut untuk menutup kedua buah terlarang itu sebelum iblis merasuki pikiran nya.


Dia duduk di tepi ranjang sambil membelai wajah pucat Rose yang ketakutan. Michael mengecup pipi gadis itu kemudian berdiri dari ranjang.


Michael melihat sekeliling kamar Rose yang telah berantakan, dia mulai membereskan barang-barang yang ada di sana.


Tanpa sengaja dia menemukan buku Rose yang ikut terlempar saat Rose panik. Michael berjalan ke sofa panjang dan duduk di sana. Dia mulai membaca isi tulisan di buku.


TAHUN 2016


Papa membutuhkan biaya untuk operasi jantung, aku dan Lily berusaha mencari pinjaman ke sana sini. Pada akhirnya aku mendapatkan pinjaman dari seorang teman yang sudah ku kenal selama 3 tahun. "Tina" nama dari teman kuliah yang selama 3 tahun dekat denganku.


Aku berpikir bahwa keberuntungan masih berpihak padaku karena Tina bersedia meminjamkan uang untuk operasi Papa. Namun aku salah, itu semua hanya pikiran ku saja, tanpa ku sadari, aku telah terjerumus ke dalam lubang yang di gali oleh Luna melalui Tina.


Utang yang sebesar 500juta itu membuatku harus membayar mahal. Setelah sebulan Papa di operasi dan menjalani perawatan, aku di paksa untuk melunasi hutang itu dalam waktu seminggu.


Tina membawa Luna untuk mencari ku di tempat kerja, saat itu aku bekerja di sebuah cafe sebagai kasir. Mereka menunggu hingga aku pulang kerja dan membawa ku dengan paksa ke sebuah tempat pelacuran.


Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku, tapi aku sudah pasrah, karena hutang sebesar 500 juta memang sulit untuk aku lunasi jika hanya mengandalkan kerja serobotan. Biaya perawatan Papa juga terlalu berat untuk aku dan Lily.


Aku di kurung di dalam ruangan kamar yang mewah, beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka. Seorang pria paruh baya masuk dengan membawa sebotol whisky di tangannya. Pria itu menatap ku dengan tatapan bergairah, aku ketakutan, aku berlari meninggalkan kamar itu tanpa alas kaki.


Aku berhasil kembali ke apartemen kecil yang ku sewa bersama Lily. Aku bersyukur karena selamat dari kejaran pria itu.


Tiga hari setelah itu, datang surat ancaman dari Luna. Dia memintaku untuk bertemu dengannya di hotel GG. Jika aku tidak datang, dia akan membuatku menyesal.


Aku berpikir itu hanya ancaman yang tidak berarti, aku mengabaikan ancaman itu. Tapi keesokan harinya, aku mendapat kabar dari rumah sakit yang mengatakan Papa telah meninggal karena serangan jantung. Aku segera ke rumah sakit, belum hilang rasa terkejut ku, aku kembali diberi kejutan yang lain. Tepat saat aku berlari ke pintu masuk rumah sakit, aku melihat Lily di bawa masuk ke ruangan UGD.


"Kenapa hidup ku jadi seperti ini? Dosa besar apa yang telah ku lakukan?"


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2