Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 18. Kejutan


__ADS_3

"Uhmm...!"


Rose terkejut, dia diam membeku saat Michael menciumnya di depan umum. Pikiran nya kembali ketika Michael tanpa sengaja menyentuh luka nya.


Rose mendorong tubuh Michael dan segera mengusap bibir nya yang di penuhi aroma pria itu.


"Kamu...!" geram Rose sambil menatap Michael dengan mata melebar.


Michael tidak perduli dengan sikap kasar wanita itu, dia kembali memeluk erat tubuh Rose.


"Maaf... Karena kesibukan ku, aku telah mengabaikan keselamatan mu." ucap Michael dengan rasa bersalah.


"Sa...sakit!" gumam Rose.


Michael melepas pelukan dan melihat darah yang ada di tangan nya.


"Darah!" gumam Michael.


"Apa yang terjadi? kenapa kamu berdarah?" tanya Michael dengan wajah panik.


"Luka ku terbuka." jawab Rose singkat.


Tanpa menunggu, Michael menggenggam lengan Rose dan membawa nya masuk ke ruangan Dokter.


"Cepat obati luka nya!" perintah Michael ketika melihat Dokter.


"Maaf, pasien lain juga sedang menunggu. Anda harus mengantri untuk mendapatkan pengobatan." jawab Dokter wanita yang sedang bertugas.


"Aku tidak perduli berapa banyak pasien yang menunggu, aku hanya perduli pada wanita ini! Kau, obati dia sekarang atau ku hancurkan ruangan ini!" ucap Michael dengan wajah arogan nya.


Dokter tidak punya pilihan lain, dia segera mengobati Rose yang sedang kesakitan.


"Tolong tunggu di luar!" pinta Dokter.


Dokter membuka baju Rose dan memberi anestesi lokal untuknya, luka yang menganga di jahit kembali oleh Dokter.


"Nona, apakah anda menjadi korban KDRT?" tanya Dokter yang merasa curiga saat melihat bekas-bekas luka dan memar di tubuh Rose.


Rose menggeleng, "Nggak Dok, saya kecelakaan seminggu yang lalu." jawab Rose mencoba menjelaskan kesalah-pahaman Dokter.


"Kalau anda mengalami KDRT, anda harus melaporkan ke pihak berwajib. Jangan mempertahankan rumah tangga yang membuat anda menderita." ucap Dokter wanita.


Rose tersenyum lucu karena Michael di anggap sebagai pria kasar yang melakukan KDRT pada diri nya.


Sesi pengobatan selesai, Dokter memberi resep obat dan meminta Rose untuk tidak banyak bergerak.


"Terima Kasih Dok."

__ADS_1


Rose keluar dari ruangan, Michael menyuruh Gerry membayar tagihan Rumah Sakit dan mengambil obat di pusat farmasi.


Michael menggandeng tangan Rose dan membawa nya ke mobil. Mereka duduk di mobil sambil menunggu Gerry.


"Bagaimana dia bisa tahu aku berada di sini?" benak Rose.


"Makasih..." ucap Rose dengan suara kecil.


Michael menatap wanita yang duduk di samping nya. Satu kata yang cocok terlintas di pikiran nya, "Kasihan".


Michael merasa kasihan melihat Rose yang di penuhi luka. Ingin rasa nya dia menggantikan Rose untuk menanggung semua beban penderitaan nya.


"Kemari!" perintah Michael.


"Hmm?" Rose bingung dengan maksud Michael.


"Kemari lah!" perintah Michael dengan menepuk kursi di samping nya.


"Apa lagi yang sedang dipikirkan pria ini?" benak Rose.


Michael merasa kesal karena perintahnya di abaikan.


"Mendekatlah! Aku akan meminjamkan bahu untuk mu." ucap Michael dengan wajah kesal.


"Ternyata itu maksudnya... He he..." benak Rose.


"Terima Kasih..." gumam Rose sebelum terlelap.


Gerry mengendarai mobil dengan pelan, dia tidak ingin mengganggu kebahagiaan bos nya di belakang sana.


Dalam waktu 45 menit mereka tiba di mansion. Michael membawa Rose dengan tangan kekarnya dan membaringkan Rose di atas ranjang.


Saat akan melangkah keluar kamar, Rose menarik tangan Michael dan bergumam.


"Tolong aku, siapa pun... tolong selamatkan aku dari sini. Aku takut..."


Michael duduk di tepi ranjang dan menggenggam tangan nya. Sebelah tangan Michael menghapus jejak air mata yang mengalir dari ujung mata Rose.


"Jangan takut, aku berada di sini untuk mu." ucapnya kemudian mengecup kening Rose dengan pelan.


"Apa yang sedang di mimpikan gadis ini hingga gemetaran?" benak Michael.


Michael mengurungkan niat nya untuk kembali ke kantor, dia menemani Rose dan berbaring di sampingnya. Michael memeluk tubuh gadis itu, dengan lembut dia membelai wajah nya yang di basahi butiran keringat.


Waktu menunjukkan pukul 3 subuh, Rose perlahan membuka mata. Kini dia tidak terkejut lagi dengan wajah pria yang selalu tidur di samping dan memeluk tubuh nya dengan hangat.


"Aku bermimpi di selamatkan oleh seseorang saat terkurung dalam ruangan gelap di masa lalu. Seandainya dulu ada orang yang menyelamatkan ku dari tempat itu, apakah aku bisa melanjutkan hidup dengan bahagia?" benak Rose.

__ADS_1


Perlahan Rose melepas pelukan Michael. Pria itu tertidur lelap, wajah nya masih terlihat tampan meskipun matanya terpejam.


Rose masuk ke kamar mandi, dia ingin membersihkan wajah nya yang sudah seharian terkena debu.


Michael terbangun saat mendengar suara dari kran air, dia berjalan ke kamar mandi dan membuka pintu tanpa mengetuk.


"Kamu sudah bangun..." ucap Rose saat melihat Michael masuk.


"Luka mu tidak boleh terkena air. Jika butuh bantuan katakan padaku." ucap Michael sembari mengambil sabun dari tangan Rose.


"Duduk!" perintah Michael.


Rose menurut, dia memang kesulitan menggerakkan tangan nya yang sakit. Dia duduk di atas kloset dan membiarkan Michael membersihkan wajah nya.


"Masih ada yang lain?" tanya Michael setelah selesai mengeringkan wajah Rose.


Rose mengangguk, dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk di layani oleh pria arogan.


"Tolong bantu aku cuci rambut." pinta Rose dengan wajah polosnya.


Michael menuruti permintaan Rose, dia mengambil shampo kemudian mulai mencuci rambut panjang Rose.


Rose tiduran di dalam bath up besar, dia menyandarkan kepalanya di ujung bath up. Karena merasa nyaman dengan gerakan tangan Michael yang memijit ringan kepalanya, Rose pun tertidur di dalam sana.


"zZzZz..."


Michael tersenyum saat mendengar dengkuran halus yang keluar dari bibir Rose. Perlahan dia menyiram air hangat dan membilas rambut panjang Rose. Michael membawa Rose kembali ke ranjang setelah menyelesaikan bilasan nya.


Michael mencari letak hair dryer, dia membuka satu persatu laci di kamar. Setelah menemukan barang yang di cari, Michael mengeringkan rambut basah Rose.


Rose tentunya sudah terbangun, namun dia terlalu malu untuk membuka mata. Malu karena tertidur saat rambut nya di cuci oleh Michael.


Michael kembali berbaring di samping Rose dan memeluk tubuhnya. Rose diam membeku, dia tidak menolak pelukan Michael yang terasa nyaman dan hangat. Kedua muda mudi itu kembali tidur hingga fajar tiba.


"Akhhh...!"


Rose dan Michael terkejut mendengar suara teriakan Lily. Dia baru saja kembali ke tanah air tanpa memberi tahu Rose.


Niatnya ingin memberi kejutan kepada kakak nya, namun sekarang malah dia yang di kejutkan oleh kakak nya.


"Lily... kakak bisa menjelaskan ini." ucap Rose, dia yang tidak ingin adik nya salah paham.


"Apakah laki-laki tampan ini calon kakak ipar ku?" tanya Lily dengan wajah tersenyum.


"Akhh... sepertinya akan sulit membersihkan nama baik ku." benak Rose.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2