
"Bener ini Jun? Kok beda banget cara ngomongnya?" pikir Rose.
"Hallo!" ucap Junaidy dengan suara yang terdengar kesal karena tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya.
"Maaf, ini saya Rose!" jawabnya dengan cepat sebelum pria itu lebih kesal lagi.
"Oh Rose! Ada apa telepon di jam segini?" tanya Junaidy, namun kali ini suaranya terdengar lembut dan tidak sekaku tadi.
"Ini benar orang yang sama dengan yang tadi?" pikir Rose.
"Aku mau membayar tagihan buat benerin sepeda motor kamu yang rusak gara-gara preman itu." jawab Rose.
"Nggak usah Rose, aku udah perbaiki dan harganya juga nggak mahal." jawab Junaidy.
"Tapi aku kan nggak enak sama kamu. Udah di tolongin masa kamu mesti bayar lagi buat benerin sepeda motor kamu yang rusak gara-gara nolongin aku! Aku yang bayar aja yah tagihannya! Yah... Yah...!" ucap Rose dengan suara yang sedikit manja.
"Kalau gitu kamu traktir aku makan aja gimana?" tanya Junaidy.
"Makan ya? Boleh sih. Kamu mau makan apa?" tanya Rose bersemangat.
"Kamu kapan ada waktu? Kita keluar makan bareng aja." ajak Junaidy.
"Hari ini juga boleh, kebetulan aku belum makan malam." jawab Rose.
"Ya sudah, nanti aku jemput aja ya ke rumah kamu! See yaa!" ucap Junaidy yang lalu memutuskan telepon.
"Ke rumah? Emang dia tau rumahku di mana?" pikir Rose.
Mobil taxi yang di tumpangi Rose berhenti di depan rumah, Rose turun dan melihat sebuah mobil putih berhenti di sampingnya.
"Hai Rose!" sapa Junaidy yang menurunkan jendela kaca mobil.
"Hai! Kamu kok tau rumahku di sini?" tanya Rose dengan wajah penasaran.
"Aku sempat baca pas di kantor polisi!" jawab Junaidy sambil tersenyum ramah.
"Ooh, kirain kamu dukun!" canda Rose.
Pria itu turun dari mobil, "Yuk masuk Rose!" ajaknya.
Rose memperlihatkan barang bawaannya, dia kemudian berkata, "Bentar ya, aku bawa masuk dulu biar nggak usah di bawa-bawa!" ucap Rose yang lalu berjalan masuk ke rumah.
Beberapa saat kemudian Rose keluar dengan membawa sebuah tas kecil berwarna hitam. Tak lupa ia mengunci pintu rumah sebelum masuk ke dalam mobil.
"Ini mobil kamu Jun?" tanya Rose penasaran.
"Nggak, ini mobil pinjaman dari kantor." jawab Junaidy.
__ADS_1
"Ooh, kamu udah kerja kantoran ya? Kukira masih anak kuliahan kayak aku!" ucap Rose.
"Aku cuma jadi supir aja. Ini mobil Bos aku!" jawab Junaidy.
Mobil berhenti di depan sebuah restoran sederhana yang terletak di kawasan elit. Wanita itu agak terkejut melihat Junaidy memilih tempat ini, karena meskipun terlihat sederhana, harga makanan di tempat ini cukup mahal.
"Kamu pernah makan di sini Jun?" tanya Rose.
"Iya, dulu aku sering ke sini." jawab Junaidy.
"Dia sering ke sini? Padahal harga makanan di sini bisa buat seminggu makan di tempat lain! Apa benar dia cuma supir?" pikir Rose.
"Mau duduk di mana Rose?" tanya pria itu sambil melihat sekeliling restoran.
"Aku mau duduk dekat jendela!" jawab Rose yang matanya menuju ke salah satu meja yang berada di sisi dinding kaca.
"Ya udah di situ aja!" ucap Junaidy.
Seorang pelayan membawakan dua buku menu, "Mbak! Mas! Silahkan dilihat dulu menunya, nanti tekan aja tombol ini kalau sudah menentukan pesanan anda." ucap pelayan itu sambil menunjukkan tombol merah yang terletak di atas sudut meja.
"Iya, makasih Mbak!" jawab Rose.
"Kamu mau pesan apa Rose?" tanya Junaidy.
Rose melihat daftar menu dengan serius, dia bingung harus memilih yang mana sebab semua makanan yang ada di daftar merupakan makanan kesukaannya.
"Pengen semuanya!" ucap Rose tanpa sadar, matanya masih menatap ke daftar menu.
Junaidy tersenyum mendengar suara manja Rose yang menginginkan semua makanan di dalam daftar menu. Sambil menahan tawa dia berkata, "Kalau gitu pesan aja semua!"
"Boleh?" tanya Rose dengan wajah serius.
"Hahaha...!"
Pria itu akhirnya tertawa karena tak bisa lagi menahan tawanya sebab ekspresi wajah Rose sangat menggemaskan di depannya.
"Kok malah ketawa?" tanya Rose dengan wajah kesal.
"Nggak, nggak pa-pa kok. Cuma lucu aja lihat muka kamu yang gemesin!" jawab Junaidy masih sambil tertawa.
"Hehe... Aku tuh malu-maluin bukan gemesin!" ujar Rose sambil tersenyum malu.
"Aku tetap suka kok!" jawab Junaidy.
"What? Apa yang barusan dia bilang? Suka?" benak Rose.
Seorang pelayan wanita mendatangi meja tempat mereka duduk, "Mau pesan apa Mas, Mbak?"
__ADS_1
"Lho, aku kan belum selesai pilih menunya!" ucap Rose.
Junaidy tersenyum, dia lalu berkata kepada pelayan wanita itu, "Saya mau pesan semua menu yang ada di sini masing-masing satu porsi!"
"Ya? Maaf?" tanya Pelayan itu sambil membesarkan bola matanya.
"Saya pesan semua yang ada di daftar menu ini! Masing-masing satu porsi!" ulang Junaidy dengan perlahan.
"Se... Semuanya Mas??" tanyanya karena tak percaya dengan pendengarannya.
"Iya, semuanya!" jawab Junaidy.
"Jun! Mana bisa habis kalau pesan semua!" ucap Rose dengan wajah yang tak kalah kagetnya dengan si pelayan.
"Nggak habis ya bungkus aja bawa pulang!" jawab Junaidy dengan wajah serius.
"Ha... Ha... Ha..." Rose bukan tertawa, dia hanya mengucapkan kata Ha Ha Ha dengan wajah yang dipaksakan untuk tertawa.
Dua puluh menit berlalu, Rose hanya duduk diam manis menunggu pesanan makanan mereka. Begitu juga dengan Junaidy yang menunggu sambil sibuk bermain dengan ponselnya.
"Ini pesanannya Mas, Mbak! Silahkan di nikmati!" ucap pelayan itu sambil meletakkan piring-piring yang berisi berbagai macam makanan di atas meja.
"Belum makan aja udah ngiler liat makanannya!" batin Rose.
"Yuk makan!" ajak Junaidy.
"Iya selamat makan!" jawab Rose yang langsung memindahkan menu favoritnya ke atas piring yang berada di depannya.
"Rose, pelan-pelan aja makannya! Aku nggak niat ambil makanan kamu kok!" ucap Junaidy ketika melihat Rose makan dengan sangat cepat dan lahap.
"Aduh! Kapan aku menghilangkan sifat jelekku ini? Ya Tuhan...! Malu banget deh aku!" pikir Rose.
Selesai makan, Rose meminta tagihan kepada pelayan namun pelayan itu menjawab, "Maaf Mbak, tapi tagihannya sudah di bayar!"
"Sudah di bayar? Siapa yang bayar?" tanya Rose dengan wajah kebingungan.
Pelayan itu menatap Junaidy yang duduk di samping Rose sambil berkata, "Mas ini yang bayar!"
"Jun, kamu udah bayar tagihannya? Kapan? Kok aku nggak tau?" tanya Rose secara bertubi-tubi.
"Yuk pulang!" ajak Junaidy untuk mengalihkan pembicaraan.
"Tunggu dulu! Kan kamu bilang aku yang traktir, kok jadi kamu yang traktir sih?" ucap Rose sambil menarik lengan Junaidy yang hendak beranjak pergi.
Seorang pria menarik lengan Rose dari belakang. "Lepasin!" titah pria itu dengan wajah dingin yang menakutkan.
Junaidy tak mau kalah, pria itu ikut menarik lengan Rose. Kedua pria itu saling beradu mata, menatap dingin dan tajam tanpa berkata-kata.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^