Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 46


__ADS_3

Sebuah mobil ikut berhenti ketika Rose menginjak pedal rem mobilnya, pria itu membuka kaca jendela untuk membuang puntung rokoknya yang masih menyala. Ditatapnya Rose yang masih deg deg-an dengan wajah merona dari kaca jendela.


"Barang bagus, bos pasti suka kalau aku bawakan barang sebagus ini!" ucap pria itu sembari menutup jendela kaca mobil.


Pria itu kemudian mengambil ponsel dan menghubungi seseorang dengan nama Sam. Setelah terdengar suara jawaban dari ponsel, dia berkata kepada pria itu, "Nanti aku kirimin lokasi, bawa beberapa orang ke sini."


"Oke!" jawab Sam singkat sebelum memutuskan telepon.


Pria itu tersenyum dengan licik sambil menatap wajah Rose yang terlihat dari kaca putih transparan. Dia pun kembali berkata, "Benar-benar boneka yang sangat cantik!"


Rose kembali melajukan mobilnya, dia berniat singgah dulu ke sebuah minimarket untuk membeli keperluan wanita yang telah habis dipakai.


Mobil Rose berhenti di depan ruko yang berada di samping minimarket, dia turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam minimarket. Rose berkeliling mencari keberadaan barang yang ia perlukan sambil membawa sebuah keranjang untuk menempatkan barang-barang belanjaannya.


Rose melihat minuman kaleng yang tersusun rapi di dalam kulkas besar, dia mengingat jika Mike akan datang malam ini namun di rumah tidak ada minuman lain selain air putih.


"Mike suka yang mana yah?" gumam Rose sambil memilih minuman kaleng yang memiliki banyak rasa dan merek yang berbeda.


Karena bingung untuk memilih, Rose akhirnya mengambil satu kaleng untuk setiap rasa dan semua merek yang ada di dalam kulkas.


"Duh, berat juga ternyata!" keluh Rose yang merasa kesulitan saat mengangkat keranjang yang sudah penuh di isi oleh puluhan kaleng minuman.


"Mau aku bantu bawain Mbak?" tanya salah seorang laki-laki yang memakai seragam pekerja minimarket.


"Iya, tolong dong bawain ke kasir. Soalnya aku nggak kuat ngangkatnya." ucap Rose sambil menyodorkan keranjang yang ada di tangannya.


Laki-laki itu mengambil keranjang dari tangan Rose, dia kemudian menuju ke kasir dan meletakkan keranjang itu di atas meja kasir.


"Terima kasih ya Mas." ucap Rose yang mengikuti langkah laki-laki itu dari belakang.


"Iya Mbak, sama-sama." jawab laki-laki itu.


Sepasang mata terus memperhatikan Rose dari dalam mobil, pria itu membuka kaca jendela dan menatap laki-laki itu dengan wajah yang menyiratkan kebencian.

__ADS_1


Laki-laki yang ditatapnya merasakan aura jahat dari pria itu, dia menoleh ke luar dan mencari keberadaan orang yang menatapnya tadi.


"Jun, tolong bawain ini ke mobil Mbak ini!" teriak kasir wanita dari tempatnya berdiri.


Junaidy adalah nama laki-laki yang bekerja di minimarket itu, dia berjalan ke arah kasir lalu mengangkat barang belanjaan Rose yang sudah dimasukkan ke dalam kantong plastik.


"Makasih banyak ya, maaf ngerepotin." ucap Rose sambil tersenyum ramah.


Junaidy membalas senyuman dari Rose sambil berkata, "Iya, Mbak. Nggak ngerepotin kok!"


Rose membuka bagasi mobilnya, "Masukin ke sini aja Mas." ucapnya kepada laki-laki itu.


Junaidy masih merasakan tatapan dari pria yang mengikuti Rose tadi, dia melirik ke sebuah mobil yang berhenti tidak jauh dari sana. Matanya menangkap mata pria itu yang masih menatapnya dengan penuh kebencian.


"Pria itu sepertinya punya niat jahat!" ucap Junaidy dalam benaknya ketika melihat wajah dari pria yang masih berada di dalam mobil itu.


Rose menutup kembali pintu bagasi mobilnya setelah Junaidy memasukkan semua barang belanjaan di dalam sana. Dia kembali mengucapkan kata, "Terima kasih banyak ya Mas."


"Iya, sama-sama Mbak." jawab Junaidy.


Junaidy menyadari jika pria yang berada di mobil itu mengikuti mobil Rose yang baru saja berbelok ke arah kanan. Junaidy merasakan firasat buruk ketika menyadari hal itu.


Laki-laki itu berjalan masuk ke dalam minimarket sambil memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi kepada Rose apabila firasat buruknya memang benar. Dia mengingat kembali senyuman Rose yang ramah dan tulus kepadanya meskipun dirinya hanya seorang pekerja di minimarket.


"Aku nggak bisa membiarkan hal ini begitu saja!" batin Junaidy.


"Win, aku izin pulang ya!" teriaknya sambil buru-buru keluar. Dia menuju ke parkiran sepeda motor miliknya dan dengan cepat ia hidupkan untuk mengejar mobil Rose.


Mobil Rose saat itu sedang berhenti di lampu merah, wanita itu masih belum menyadari bahaya yang sedang datang menghampirinya.


"Drtttt! Drtttt!"


Handphone Rose bergetar, dia mengambil dan melihat layar yang bertuliskan nama "James" di sana.

__ADS_1


"Hallo...!" ucap Rose setelah menekan tombol jawab.


"Rose, kamu di mana? Belum sampai rumah?" tanya James yang khawatir dengan keberadaan temannya itu.


"Bentar lagi udah mau sampai sih, aku tadi singgah dulu ke minimarket." jawab Rose sambil menyeka poni rambutnya yang jatuh ke depan.


"Oh, kalau gitu lanjut deh nyetirnya, hati-hati yah dijalan." ucap James.


"Oke, nanti aku hubungi lagi kalau udah sampai di rumah!" jawab Rose dengan hati yang senang karena mendapat perhatian dari sahabat baiknya itu.


Rose menutup panggilan telepon, dia menoleh keluar jendela. Mata Rose menuju ke arah pria yang sedang mengikutinya sejak tadi. Melihat wajah pria itu, Rose mencengkram erat kemudi mobilnya.


Muncul kenangan-kenangan buruk yang pernah di alami Rose di masa lalunya. Rose menjadi ketakutan mengingat semua kenangan itu, tangannya mulai gemetaran dengan hati yang berdebar kencang tak terkendali.


"Kenapa pria itu ada di sini?" gumam Rose dengan suara kecil, ketakutan terlihat di raut wajahnya meskipun dia hanya menatap pria itu dari dalam mobil.


Rose mencoba mengendalikan rasa takutnya, dia menarik dan menghembuskan nafas dalam-dalam.


"Aku tidak boleh seperti ini, aku sudah berjanji akan membalaskan dendamku kepada mereka. Aku tidak boleh takut hanya karena menatap wajah orang itu!" benak Rose.


Perlahan, ketakutan di hati Rose mulai menghilang. Dia mengingat kembali semua perbuatan yang telah dilakukan oleh pria itu terhadapnya.


FLASHBACK


"Bos, ini barang yang dijanjikan oleh Luna!" ucap seorang pria berambut panjang dengan bekas luka di atas kelopak mata kanannya.


Pria yang di panggil Bos itu menatap lekat wajah Rose yang saat ini sedang berada dalam keadaan kaki dan tangan yang terikat.


Pria itu tertawa keras, dia menarik rambut Rose dan mengarahkan wajah wanita itu ke arahnya. "Memang barang bagus, sayang sekali kalau barang sebagus ini dibuang begitu saja!" ucap pria itu sambil menempelkan bibirnya ke wajah Rose.


Rose menutup matanya, dia merasa jijik dengan bibir pria itu. Apalagi bau dari aroma pria itu membuat perutnya terasa mual.


"Bersihkan dia dan bawa ke kamarku nanti malam!" perintah pria itu setelah menghempaskan tubuh Rose ke lantai.

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2