
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu ketakutan seperti ini?" tanya James dengan wajah cemas.
"Aku ... " kalimat Rose terhenti.
Rose kesulitan merangkai kata yang tepat untuk menyampaikan semua hal yang telah dia lalui. Jika dia mengatakan yang sejujurnya, tentu akan membuat James menganggapnya gila.
"Aku nggak apa apa. Sebentar saja, tolong peluk aku sebentar!" ucap Rose seraya mengeratkan pelukan nya.
" ... "
James terdiam, dia hanya menuruti permintaan Rose. James memeluk tubuh gemetar sahabatnya itu dengan kedua tangan kekarnya.
Rose merasa nyaman dalam pelukan James, kepercayaan nya pada James membuat semua rasa gelisah dan kecemasan akibat trauma nya mereda.
Michael menunggu dengan gelisah di ruang tamu. Dia duduk di atas sebuah sofa berwarna cream yang ada di tengah ruangan. Gerry berdiri di samping bersama seorang Dokter yang baru saja tiba.
Selama satu jam Michael gelisah menanti dengan detak jantung yang tak karuan, akhirnya James keluar dari kamar.
"Apakah dia baik-baik saja?" tanya Michael begitu melihat James.
James menggeleng, "Dia tidak baik-baik saja. Ini pertama kalinya aku melihat Rose ketakutan seperti itu."
"Apa yang dia lakukan sekarang?" tanya Michael.
"Rose baru saja tertidur. Apa yang anda lakukan padanya Tuan Michael?" tanya James menyelidik.
"Aku tidak melakukan apapun, dia memiliki trauma yang sulit di lupakan. Aku sudah membawanya ke Dokter Psikiater, tapi Dokter itu tidak mau mengatakan apa yang menjadi penyebab Rose mengalami trauma." jawab Michael dengan wajah frustasi.
"Hufff...!"
James menghela napas, dia berjalan sampai ke sofa kemudian duduk di samping Michael. "Apa yang sudah terjadi pada mu Rose?" benak James.
"Apa yang terjadi sebelum dia ketakutkan seperti itu?" tanya James.
"...."
Michael tidak berani menjawab pertanyaan James. Dia sadar bahwa dia lah penyebab trauma Rose kambuh lagi.
"Lepaskan!!!"
__ADS_1
Tiba-tiba suara jeritan Rose terdengar hingga ke ruang tamu. Michael dan James segera berlari menuju kamar Rose.
"Rose...!" panggil James saat melihat gadis itu sedang duduk dengan keringat bercucuran di wajahnya.
Rose menatap kedua pria itu, dia menunduk dan memegang keningnya. Wanita itu frustasi karena mimpi buruk yang baru saja dia alami.
James berjalan mendekat ke tempat tidur, "Kamu baik-baik saja Rose?" tanya James.
Rose mengangguk, "Ya, cuma mimpi buruk." jawab Rose dengan wajah pucat akibat mimpi buruknya.
James mengelus rambut Rose dengan pelan, "Jangan dipikirkan, mimpi buruk biasanya akan terbalik di alam nyata."
Rose menatap James, dalam hati dia berkata, "Aku juga berharap semua itu hanya mimpi, tapi sayangnya itu bukan lah mimpi. Aku sudah pernah melalui semua itu di alam nyata."
Rose bangkit, ia berdiri dari tempat tidur kemudian berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan wajahnya yang penuh keringat dan air mata.
Rose menatap wajahnya di dalam pantulan cermin, "Kenapa kejadian di masa lalu muncul dalam mimpi ku? Apakah ini pertanda buruk?" benak Rose.
MIMPI ROSE
Wilson datang bersama Luna ke sebuah cafe sepi tempat Rose bekerja. Wilson menarik tangan Rose dengan kasar, dia membawanya secara paksa.
Karena Rose menolak dan melawan keinginan Wilson, pria itu mengikat tangan dan kaki Rose di bantu oleh Luna. Rose yang telah terikat di masukkan ke dalam bagasi mobil Wilson.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Rose...!"
Suara panggilan dari James membuyarkan lamunan Rose, dia mengeringkan wajahnya dengan handuk yang tersedia di laci kamar mandi dan segera keluar.
"Aku lapar!" ucap Rose begitu keluar dari kamar mandi.
James tersenyum mendengarnya, dia senang karena gadis ini sudah normal kembali. James menggandeng tangan Rose dan membawanya ke ruang makan.
"Duduk lah di sini, aku akan memasak makanan enak untuk mu." ucap James sembari menarik keluar sebuah kursi untuk Rose.
Rose menurut, dia duduk menunggu sambil melihat James yang sibuk memasak. Sementara ketiga pria yang sedari tadi menunggu di abaikan seperti orang yang tak terlihat di mata gadis itu.
Michael menahan amarahnya, dia merasa iri dan cemburu melihat kedekatan kedua muda mudi itu. Tapi dia mengalah karena kondisi Rose saat ini hanya bisa di tenangkan oleh James.
__ADS_1
Rose mulai makan dengan lahap setelah makanan di hidangkan. James duduk di samping dan menatap Rose dengan mata berbinar. Dia senang melihat gadis itu makan masakan nya dengan begitu bersemangat.
Gerry merasa kasihan melihat cinta pertama bos nya yang bertepuk sebelah tangan.
Michael menyuruh dokter pulang karena Rose sudah tidak membutuhkan obat penenang.
James membereskan piring-piring kotor, setelahnya dia memotong buah apel dengan bentuk kelinci untuk Rose. Gadis itu menghabiskan semua makanan tanpa tersisa.
Michael memperhatikan mereka berdua, dia terlihat bingung kenapa Rose baik-baik saja saat James mendekat padanya. Rose tidak menunjukkan tanda-tanda panik saat berada di dekat James.
Berbeda dengan Michael, tubuh gadis itu langsung gemetaran jika Michael mendekatinya. "Kenapa dia begitu takut pada ku?" batin Michael.
Michael mengingat kejadian di hotel, "Tidak, Rose bukan hanya takut pada ku, dia juga ketakutan saat melihat pria itu!" benak Michael.
Michael meminta Gerry menyelidiki identitas Wilson, dia ingin mengetahui apa penyebab Rose sangat takut pada Wilson.
"Pria itu pernah mencoba memperkosa Rose di kamar hotel, apa hubungan mereka? Kenapa pria itu sampai melakukan hal sekotor itu pada seorang gadis kecil?" benak Michael.
James pamit pulang karena waktu sudah larut malam. Rose melambaikan tangan ke arah James yang sudah berada di atas motor nya.
Michael kembali cemburu dengan perlakuan manis Rose ke James. Michael tidak mengerti apa yang membuat Rose lebih menyukai James di banding Michael yang memiliki segalanya.
Setelah James tidak terlihat lagi, Rose membalikkan tubuhnya. Matanya menangkap mata Michael yang tengah melihatnya dengan wajah dingin dan marah.
"Kenapa lagi pria ini?" batin Rose.
Rose berjalan melewati Michael, pria itu menahan lengan Rose, namun lengan gadis itu segera dia lepaskan saat mengingat penyakit cemas Rose akan kambuh jika dia bersikap seperti itu kepada nya.
Rose berbalik menatap Michael, "Kenapa?" tanya Rose.
"Apa hubungan mu dengan pria itu?" tanya Michael.
"Pria itu? siapa? James?" tanya Rose dengan nada datar.
"Ya, James! Apa hubungan mu dengan pria miskin itu?" tanya Michael dengan amarah terlihat di bola matanya.
"Ngapain nanya-nanya? Memang apa hubungan nya sama anda kalau saya berhubungan dengan James?" tanya Rose dengan wajah kesal.
"Kamu milik ku! Kamu hanya boleh dekat dengan ku! Mulai sekarang kamu harus menjauhi pria itu! Tidak, bukan cuma James, kamu harus menjauhi semua pria lain!" ucap Michael dengan nada memerintah.
__ADS_1
"Dasar sok ngatur!" benak Rose.
^^^BERSAMBUNG...^^^