
"Memangnya anda pikir anda siapa? kenapa saya harus mendengarkan perintah anda yang aneh itu? ucap Rose sambil mendecak.
"Sudah ku katakan bukan? Nyawa mu adalah milik ku, jadi kamu sebaiknya menuruti kata-kata ku. Jangan membantah!" ucap Michael dengan nada dingin.
"Dasar gila!" maki Rose dengan wajah kesal.
Rose berjalan menuju ke kamar, Michael mengikuti langkahnya dan ikut masuk. Rose membalikkan badannya dan kini dia berhadapan dengan Michael.
"Keluar!" bentak Rose dengan suara tinggi.
Michael menyeringai dengan wajah dinginnya, dengan cepat dia mengecup kening Rose dan berkata, "Selamat malam, tidur yang nyenyak."
"Deg Deg Deg!"
Jantung Rose berdegup kencang mendapat kecupan manis dari Michael, dia memegang dada nya dan bertanya dalam hati.
"Kenapa jantung ku berdetak kencang seperti ini? Bukan kah seharusnya aku marah dan mengusirnya sekarang?"
Michael segera masuk ke kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya dengan mandi di bawah shower air hangat.
Rose menenangkan pikiran dan hatinya, dia berjalan ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya. Dalam hitungan menit, tanpa sadar Rose telah terlelap.
Michael keluar dari kamar mandi, dia mendekat dan duduk di tepi tempat tidur. Michael mengelus lembut pipi Rose yang tembem, dia mengecup kening Rose dengan pelan.
"Kenapa kamu selalu berusaha menjauhi ku? Tidak bisa kah kamu memberikan sedikit hati mu untuk ku?" ucap Michael dengan suara kecil.
Michael mengeringkan rambutnya dengan handuk, setelah selesai dia berbaring di sebelah Rose. Michael memeluk tubuh kecil Rose dan tertidur dengan posisi itu hingga menjelang pagi.
Cahaya matahari yang masuk melalui jendela kaca membuat Rose terbangun, dia merasakan sesuatu yang berat berada di atas perutnya. Rose membalikkan wajah dan menatap Michael yang ada di sampingnya.
"Akhhhh!"
Suara jeritan Rose mengagetkan Michael, dia segera bangun dan menatap Rose dengan wajah gelisah.
"Ada apa?" tanya Michael dengan wajah polosnya.
"Kau! Turun dari tempat tidur ku!" bentak Rose dengan wajah kesal.
__ADS_1
Bukannya turun, Michael malah kembali berbaring. Dia menjadikan paha Rose sebagai bantal, tangannya melingkar ke tubuh Rose yang sedang duduk di tempat tidur.
Rose terlihat marah, namun saat menatap wajah tidur Michael yang polos, rasa marah itu lenyap begitu saja.
"zZzZz...!"
Dalam hitungan detik dia telah terlelap di atas pangkuan kaki Rose. Michael sangat lelah setelah beberapa hari menjaga Rose. Sejak di rumah sakit hingga sekarang dia belum pernah tidur dengan nyenyak.
Rose tentu menyadari hal itu, meskipun pria ini sombong dan arogan, Rose tahu pria ini tidak berniat menyakiti diri nya. Apalagi Michael lah yang telah merawat nya selama di rumah sakit tanpa meninggalkan Rose sedetik pun. Hati kecil Rose merasa sangat bersyukur dengan keberadaan Michael di sisi nya.
Rose membiarkan Michael tidur dalam posisi itu, Rose kembali tidur dengan menyandarkan tubuhnya di kepala dipan yang empuk.
Kedua muda mudi itu terlelap hingga siang hari, Gerry menelepon Michael untuk memberitahu jadwal meeting berikutnya. Suara dering handphone membangunkan Michael.
Pria itu membuka matanya, dia menatap Rose yang sedang tertidur dengan posisi duduk. Wajah Michael tersenyum saat menyadari gadis itu tidak mengusirnya lagi. Rose bahkan membiarkan Michael tidur di pangkuan kaki nya.
Michael merasa senang karena pintu hati Rose mulai terbuka, hati Michael saat ini terasa berbunga-bunga. Dia bahkan lebih bahagia saat ini dari pada saat mendapat proyek besar yang bernilai miliaran rupiah.
Michael bangkit dan duduk di samping Rose, dia menutup panggilan yang masuk, kemudian mengirim pesan singkat untuk Gerry.
Gerry membalas pesan itu dan melaporkan jadwal Michael melalui sms. Michael terlihat malas saat membaca pesan Gerry, dia masih ingin berlama-lama di tempat tidur bersama Rose.
Wajah Michael mulai memerah, pikiran kotor terlintas di kepala nya. Gairah yang sudah 25 tahun tidak pernah dia rasakan, tiba-tiba saja muncul entah dari mana.
Michael menelan air liurnya saat melihat belahan dada Rose yang sedikit terlihat dari balik piyama nya.
Dengan cepat laki laki itu menepis semua pikiran kotor, Michael masuk ke kamar mandi dan melampiaskan hasrat nya di dalam sana. Tentunya dengan menggunakan jari tangan yang di lumuri dengan sabun cair milik Rose.
Rose terbangun saat mendengar suara dari air yang mengalir. Tanpa sadar dia melangkah ke kamar mandi, dia membuka pintu dan segera terkejut.
Mata Rose membelalak saat melihat pusaka di antara paha Michael yang berdiri tegang dan terlihat sangat besar.
Wajahnya bersemu merah karena malu yang amat sangat. Begitu juga dengan Michael yang pusaka nya telah di lihat oleh gadis muda, dia terkejut dan segera membalikkan tubuhnya menghadap dinding kamar mandi.
"Rasanya aku ingin menggali lubang dan masuk ke dalam nya!" benak Rose.
"Apa yang gadis ini lakukan? Berani sekali dia masuk ke kamar mandi tanpa mengetuk pintu!" benak Michael.
__ADS_1
"Ma...maaf! Saya tidak tahu kalau anda di dalam. Silahkan dilanjutkan!" ucap Rose kemudian menutup kembali pintu kamar mandi.
"Deg Deg Deg!"
Jantung Rose berdegup kencang, wajahnya terasa panas dan memerah. Dia duduk di tepi tempat tidur dan menepuk-nepuk kedua pipinya untuk menyadarkan diri.
Sementara gairah Michael telah lenyap karena ketahuan melakukan hal itu di kamar mandi seorang gadis muda. Dia merasa sangat malu, entah bagaimana Michael harus berhadapan dengan Rose yang sudah melihat tubuh polosnya.
Michael telah selesai mandi dan berpakaian, dia duduk di ruang tamu menunggu Rose yang sedang bersiap-siap ke kampus.
Gerry datang mengantarkan dokumen untuk rapat. Michael membaca dokumen sambil menyesap kopi yang di beli oleh Gerry.
"Selamat siang Nona Rose." ucap Gerry saat melihat Rose masuk ke ruang tamu.
Michael mengarahkan pandangan nya ke gadis itu, dahinya berkerut dan wajahnya segera berubah masam.
Rose mengenakan baju model sabrina yang memperlihatkan tulang selangka dan belahan dadanya, di tambah dengan rok pendek yang diatas lutut. Michael tidak suka Rose memperlihatkan bagian tubuhnya kepada pria lain.
"Ganti pakaianmu!" perintah Michael dengan wajah tak senang.
Rose merasa kesal karena Michael terus mengatur hidupnya, dan sekarang mengatur cara berpakaiannya.
"Kenapa dengan pakaian ku? Menurut ku ini terlihat bagus. Benarkan Ger?" ucap Rose yang meminta dukungan Gerry.
Gerry mengangguk dan menjawab dengan jujur, "Nona Rose terlihat cantik dengan pakaian itu."
Michael menatap Gerry dengan wajah kesal, dia kemudian berkata, "Sepertinya kamu tidak memerlukan bonus lagi!"
Gerry segera menutup mulut dan menundukkan kepalanya. "Kenapa aku yang harus menderita?" batin Gerry.
Michael berjalan ke arah Rose dan menarik lengannya, dia membawa Rose masuk ke dalam kamar kemudian menutup pintu.
"Ganti baju mu!" perintah Michael.
"Ck... Apa-apaan sih? Ngapain kamu selalu ngatur hidup saya?
"Karena kamu wanita yang sangat bodoh!" jawab Michael dengan nada kasar.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^