Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 64. Mimpi?


__ADS_3

"Tuan Muda!"


Panggilan dari Gerry membuat Michael terperanjat, dia membuka mata lalu merasakan sebuah benda lembut padat berisi yang sedang di remas-remas oleh tangannya.


"Bakpao?!" gumam pria itu dengan wajah kebingungan.


Dia lalu melirik ke samping kanan dan kiri, mencari keberadaan wanita yang menjadi penyebab juniornya terbangkitkan. "Di mana wanita itu?" tanya Michael saat dia tidak menemukan Rose di sana.


"Nona Rose sudah berangkat ke kantor tadi pagi-pagi!" jawab Gerry.


Asistennya itu sedang berdiri di samping tampat tidur dengan membawa sebuah bungkusan plastik berisi bakpao. Melihat tangan Michael yang menyelinap di sela-sela plastik lalu mengambil sebuah bakpao di tangan, pria itu lantas bertanya, "Tuan Muda, lapar ya? Mau bakpaonya lagi?"


"Sial!" gerutu Michael lalu melempar bakpao itu ke wajah Gerry, bakpao itu langsung di sambut oleh Gerry dengan bibir yang terbuka lebar.


Michael menuju ke kamar mandi, dengan handuk yang masih menutupi bagian bawahnya. Sesampainya di dalam kamar mandi, handuk itu dilepas. Dia membuka keran air lalu mengguyur seluruh tubuhnya mulai dari kepala hingga ke ujung kaki.

__ADS_1


"Ternyata cuma mimpi! Tapi kenapa semuanya terasa sangat nyata? Benarkah hanya sekedar mimpi?" benak Michael. Terlihat kekecewaan di wajahnya yang kini basah oleh air yang mengalir dari shower.


Gerry menunggu di luar sambil menikmati bakpao yang tadi dia beli dalam perjalanan. Secangkir kopi panas tersedia di depan meja. Gerry berpikir sesaat lalu bertanya dalam hati, "Kenapa Tuan Muda mengambil dan *******-***** bakpaonya kalau beliau nggak suka?"


Michael keluar dari kamar mandi, Gerry lalu memberikan pakaian ganti yang dia bawa dari rumah Bos nya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, matahari bersinar dengan terik di atas langit. Namun wajah kecewa Michael masih terlihat, meski satu jam telah berlalu sejak dia terbangun dari mimpi.


"Tuan Muda, ini laporan grafik harga saham di perusahaan Harris Utama!"


"Tuan Muda, menurut hasil pemeriksaan, seseorang telah membeli saham dalam jumlah besar di perusahaan Harris Utama. Namun kami belum dapat melacak siapa yang membeli saham tersebut."


"Berapa saham yang sudah kita dapatkan?"


"Sekitar 10% jumlahnya, termasuk yang kita beli dengan menggunakan nama samaran." jawab Gerry.

__ADS_1


"Bagus, beli semua saham yang di jual di market. Dalam seminggu, kita akan mengambil alih perusahaan Harris Utama!" ucap Michael dengan wajah dingin.


"Baik, Tuan Muda!" jawab Gerry.


Melihat wajah dingin pria yang dia panggil Tuan Muda, Gerry merasa sedikit berbahaya. Pria itu menjaga sikapnya dan berdiri jauh-jauh dari Michael agar tidak menjadi sasaran empuk pelampiasan kemarahan.


"Sepertinya Tuan Muda sedang badmood." pikirnya sambil menatap wajah Michael yang terlihat memerah.


Namun ternyata perkiraan Gerry itu meleset jauh, sebab wajah merah Michael bukan karena dia marah. Michael sedang teringat dengan adegan mesra yang baru saja dia mimpikan tadi, dengan segera wajahnya menjadi merah karena gerah.


Michael merasakan sesuatu sedang membengkak di bawah sana. Junior miliknya yang terkurung dalam sangkar mulai memberontak, meminta untuk keluar. Membuat pria itu menunduk, menatap celana yang terlihat menggembung.


"Memalukan!" rutuknya dalam hati.


Sementara itu, Rose sedang berada di dalam sebuah ruangan. Menatap layar laptop sambil menyeringai bagai seorang antagonis. "Aku akan menghancurkan laki-laki itu hingga ke akar-akarnya!" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2