
Wilson lalu kembali ke kamar, dia menatap Luna dengan wajah kesal dan marah.
"Kenapa kau selalu melakukan hal yang tidak ku suruh?" hardiknya dengan suara tinggi.
Luna ikut kesal, dia sangat marah karena rencananya untuk mempermalukan Rose digagalkan oleh Wilson.
"Bukankah tadi kau sendiri yang berkata akan membalas wanita ini? Aku hanya melakukan apa yang kau inginkan!" jawab Luna dengan mata yang membesar.
"Apa ini caramu membalasnya? Seharusnya kau memberikannya kepadaku, bukan menyerahkan tubuhnya untuk pria lain!" bentak Wilson dengan wajah yang mulai memerah.
"Bajingan! Brengsek! Sudah lama aku menjadi teman tidurnya namun dia tidak pernah berniat untuk melamarku! Dan sekarang apa? Dia menginginkan tubuh wanita lain? Bahkan memintanya dariku?" dasar bajingan gila!" batin Luna.
Rose tersenyum mendengar semua ucapan kedua pasangan najis itu, dia merekam segalanya dengan ponsel yang tersimpan di dalam tas. Sebelum masuk ke kamar, Rose sudah menyiapkan segalanya. Dia membuka aplikasi perekam di ponsel lalu menyimpan ponselnya ke dalam tas agar tidak ketahuan.
__ADS_1
Begitu juga dengan bekapan dari pria asing itu, Rose sudah menahan nafasnya begitu pria itu menyentuhnya. Semua hal itu dia pelajari dari pelatihnya yang sangat mahir dalam menangani tindak kejahatan seperti ini.
Dalam hati Rose berkata, "Kali ini aku akan membuat kalian merasakan makanan di dalam penjara!"
"Brakkk!" pintu di dobrak dengan kasar dari luar.
Michael dan Gerry segera menerobos masuk begitu pintu itu terbuka. Mereka sudah khawatir terhadap Rose, namun ternyata adegan di dalam kamar sangat berlawanan dengan bayangan yang ada di kepala mereka.
Flashback
Ketika Michael memindahkan file video ke dalam ponsel, dia tidak memperhatikan apa yang dilakukan oleh Wilson dan Luna. Setelah dia selesai mengirimkan video, Michael baru menyadari jika Luna sedang merencanakan jebakan untuk Rose.
Michael segera menelepon Rose, namun wanita itu malah menolak panggilan. Karena cemas dan gelisah, dia menyuruh Gerry untuk menyiapkan mobil. Mereka segera meluncur ke hotel Victory untuk mencegah Rose masuk ke dalam perangkap yang di buat oleh Luna.
__ADS_1
Mereka berdua sangat khawatir karena jarak tempuh ke hotel Victory memerlukan waktu 1 jam, sedangkan Rose hanya memerlukan waktu 40 menit untuk tiba di sana. Selisih waktu 20 menit membuat Michael merasa sangat ketakutan jika dirinya akan terlambat menyelamatkan wanita itu.
Namun yang terjadi malah sebaliknya, ketika Wilson dan Luna sedang bertengkar di dalam kamar, Rose menggunakan kesempatan untuk melumpuhkan kedua makhluk bejad tak berlogika itu.
Rose menendang perut Luna karena saat itu dia mengingat keguguran yang di alami olehnya karena Luna. Lalu dia berbalik dan menjatuhkan Wilson dengan satu gerakan. Dia membanting tubuh pria itu persis seperti yang di ajarkan oleh pelatihnya. Tanpa menunggu, Rose menginjak pusaka pria itu berkali-kali, mengeluarkan amarah dan dendamnya terhadap benda yang sudah menyiksanya puluhan tahun di masa lalu.
Saat itulah pintu di dobrak, Michael dan Gerry yang baru saja masuk ke dalam kamar terlihat sangat terkejut. Ekspresi wajah mereka terlihat seperti sedang ketakutan dan nyeri sambil memegangi tonjolan yang tergantung di tengah-tengah kedua kakinya.
Rose melihat kedatangan kedua pria itu, dia lalu tersenyum dan berkata, "Kalian ngapain? Mau ikutan?"
Kedua pria itu langsung menggeleng dengan cepat secara serentak sambil menjawab, "Nggakkk!!!"
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1