Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 24. Aku akan selalu menunggu


__ADS_3

"Apa yang di tulisnya? Mimpi buruk? Jika itu mimpi, kenapa tahun yang tertulis adalah tahun-tahun yang akan datang?" benak Michael.


Michael sangat penasaran dengan cerita yang di tulis oleh Rose, tentu pria itu tidak menyangka bahwa cerita itu adalah kisah masa lalu yang sudah pernah dilalui olehnya.


Buku itu hanya tertulis hingga tahun 2016, Rose yang terus membaca grup chat di Tap Tap melupakan buku diary nya dalam beberapa hari ini.


Michael melihat handphone Rose yang terletak di lantai. Dia mengambil handphone itu dan memeriksa nya. "Barangkali ada petunjuk lain tentang cerita di dalam buku." pikir Michael.


Michael melihat aplikasi yang paling sering di pakai belakangan ini, dia membuka aplikasi Tap Tap dan membaca chat di sana. Tidak ada satu pun history chat yang di tulis oleh Rose. Memang Rose selalu membaca grup chat saja tanpa menulis apapun.


Michael ikut men-download aplikasi dan menambahkan nama Rose sebagai teman nya. Nama Rose tetap Rose di aplikasi Tap Tap, sedangkan Michael memakai nama "Prince".


Michael berjalan ke tempat tidur kemudian berbaring di samping Rose. Dia mengecup bibir Rose kemudian memeluknya, tanpa sadar dia ikut tertidur lelap.


Setelah tertidur hingga 2 jam, Rose membuka mata. Dia melihat wajah Michael yang masih tidur sambil memeluk tubuhnya.


Tanpa sadar Rose tersenyum, entah kenapa hatinya merasa nyaman ketika melihat wajah Michael yang tidur di sampingnya.


Rose menatap wajah Michael dengan teliti, dalam hati dia berpikir, "Bulu matanya sangat panjang dan hitam, hidungnya lebih tinggi dari hidung ku, kulitnya sangat halus seperti tidak memiliki pori-pori. Bibirnya..."


"Glup!"


Rose menelan liur nya saat menatap bibir Michael.


"Deg Deg Deg!"


"Ugh... jantungku, berhenti lah berdetak dengan cepat!" batin Rose.


Michael membuka mata, Rose terkejut, wajahnya langsung merona karena jarak wajah mereka terlalu dekat. Rose seperti sedang tertangkap basah mencuri pandang wajah tampan Michael saat dia tertidur.


Michael tersenyum nakal ketika melihat wajah merah Rose, dengan cepat tangannya menahan belakang kepala Rose agar tidak kabur. Michael menekan kepala Rose hingga bibir mereka menempel. Tanpa membuang kesempatan, dia mulai mencium bibir Rose dengan lembut.


Rose makin merona, dia mendorong dada Michael dengan kedua tangannya, sangat-sangat pelan hingga tak terasa apa-apa bagi Michael. Michael tersenyum dan melanjutkan ciuman nya.


Dua menit kemudian Michael melepas ciuman nya dan bertanya, "Kenapa tidak membalas ciuman ku?"


"Blush" wajah Rose kini mirip kepiting rebus.


"A..a..aku...!" ucap Rose terbata.


"Kamu kenapa?" tanya Michael tak sabar.


"Aku tidak tahu caranya!" jawab Rose dengan cepat sambil menyembunyikan wajahnya di dada Michael.


"Hahaha... kamu benar-benar menggemaskan." ucap Michael setelah itu dia kembali tertawa.


"Ck... jangan tertawa! Aku marah nih kalau kamu tertawa lagi!" ucap Rose dengan nada kesal.

__ADS_1


"Apakah ada orang yang pernah mengatakan kamu sangat lucu?" tanya Michael dengan wajah meledek.


"Ck... Menyebalkan!" keluh Rose sebal.


Michael memeluk Rose dengan erat, dia berbisik di telinga nya, "Menikah lah denganku! Rose..."


"Deg Deg Deg!"


"Jantung ku sepertinya menjadi tidak sehat jika berada di dekat pria ini." batin Rose.


"Rose..." panggil Michael.


"Hmm?" Rose melepas pelukan Michael dan menatap wajahnya.


"Apakah kamu bersedia menjadi istriku?" tanya Michael dengan wajah serius.


"Emm... entahlah." jawab Rose dengan cuek.


"Apakah kamu bersedia menjadi Nyonya muda Hoffmann?" tanya Michael lagi.


"Aku tidak tahu." jawab Rose sambil menggaruk kepala.


"Sampai kapan aku harus menunggu?" tanya Michael dengan wajah murung.


"Mungkin sampai akhir jaman." jawab Rose dengan wajah serius.


"Jika sakit, pergilah ke dokter, jangan bertanya pada ku." jawab Rose sambil tersenyum.


"Kamu benar-benar nggak punya hati." ucap Michael dengan mata dingin nya.


"Hmm, sepertinya begitu..." Rose menjawab sambil mengangguk.


"Hilang kemana hati mu?" tanya Michael dengan nada datar.


" .... " Rose hanya diam tanpa menjawab.


"Hati ku bukan menghilang, tapi telah hancur menjadi serpihan debu." batin Rose.


"Kruukkk!"


"Ma... maaf... perut ku lapar." ucap Rose sambil memegang perutnya dengan kedua tangan.


Michael mengecup kening Rose kemudian membawanya turun dari ranjang dengan princess carry.


"Turunkan aku!" ucap Rose dengan wajah merona.


"Diam dan menurut lah jika kamu mau makan." ucap Michael sambil melangkah ke dapur.

__ADS_1


Rose akhirnya menurut, dia melingkarkan lengan nya di leher Michael. Sampai di dapur, Rose duduk diam manis menunggu Michael memasak untuk nya.


Michael membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan makanan. Dia mulai memasak ala kadar nya apa yang bisa di masak dengan bahan makanan yang tersedia.


Rose menatap nya dengan kagum, dia tidak menyangka bahwa Michael bisa memasak. 20 menit kemudian masakan nya telah siap. Michael membuat mie udon dengan saus lada hitam yang di beri topping udang, telur mata sapi dan daging ayam.


"Makan lah selagi hangat." ucap Michael sambil meletakkan semangkuk mie di meja Rose.


"Terima kasih..." ucap Rose kemudian mulai makan dengan lahap.


Michael menatap nya dengan wajah bahagia. Baru sekali ini dia memasak untuk orang lain, ternyata rasanya menyenangkan walaupun sedikit lelah.


Rose menghabiskan mie nya dalam waktu 2 menit. Michael tertawa lucu melihat kecepatan makan Rose.


"Kamu seperti hantu kelaparan!" ucap michael sambil tertawa.


"Aku memang hantu kelaparan!" jawab Rose dengan wajah murung.


Michael berhenti tertawa, entah kenapa dia merasa Rose terlihat sedih dan tertekan dengan ucapannya.


"Maaf, aku hanya bercanda." ucap Michael dengan wajah menyesal.


Rose memaksakan senyuman nya, dia menatap Michael dan kemudian berkata, "Aku tidak apa-apa, semuanya sudah berlalu."


Suasana menjadi hening. Kedua orang itu hanyut dalam pikiran masing-masing.


"Aku memang hantu kelaparan di masa lalu. Bertahun-tahun aku di kurung tanpa di beri makanan yang cukup." batin Rose.


"Ada apa dengan nya? Rose terlihat serius ketika berkata dia adalah hantu kelaparan. Masa lalu seperti apa yang pernah di lalui olehnya? Apa mungkin seorang putri keluarga kaya bisa menjadi hantu kelaparan?" benak Michael.


Michael membersihkan dapur dan mencuci piring kotor. Rose hanya duduk melihat punggung Michael yang membelakangi nya.


"Sampai kapan dia akan bersikap baik kepada ku? Apakah dia juga akan berubah sikap seperti Wilson nantinya?" benak Rose.


"Rose, aku akan selalu menunggu mu. Menunggu mu membuka pintu hati untuk ku." benak Michael.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖

__ADS_1


__ADS_2