Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 8. Penculikan


__ADS_3

Wilson mengambil ponsel dari kursi di samping, dia menelepon seseorang.


"Bawa beberapa orang untuk memberi pelajaran kepada pria miskin itu. Tunggu sampai dia keluar dari mansion, bawa dia ke tempat biasa."


Sementara itu, James masih seru menonton film bersama Rose. James menatap wajah Rose yang kelihatan aneh. Pandangan wanita itu terlihat kosong, seperti orang yang sedang melamun.


"Rose..." panggil James.


" ... "


"Rose..." James memanggil lagi karena Rose tidak menjawab.


" ... "


James sekarang yakin kalau Rose memang sedang melamun, dia menyentuh bahu Rose sambil memanggil namanya.


"Rose!"


Rose terkejut dan menoleh ke arah James.


"Ya... ya...? Kenapa?" tanya Rose dengan wajah yang masih kaget.


"Lagi mikiran apa?" tanya James tanpa basa basi.


Rose berpikir sejenak, haruskah dia menceritakan tentang kehidupan masa lalu nya sebelum kembali ke usia 18 tahun.


"James, apa kamu percaya mimpi yang menjadi kenyataan?." ucap Rose.


"Mimpi apa?" tanya James penasaran.


"Aku mimpi di bunuh sama calon suami ku. Dia nyiksa semua keluarga ku, termasuk Lily." jawab Rose.


James tersenyum, dia meletakkan telapak tangan di atas kepala Rose kemudian berkata, "Itu cuma mimpi. Gak perlu di pikirin."


"Aku juga pernah mimpi, kamu mati di tabrak truk di depan perpustakaan." ucap Rose dengan wajah serius.


"Itu cuma mimpi, buktinya aku baik-baik saja saat ini." jawab James.


"Kamu ingat waktu aku langsung narik tangan kamu menjauh dari sana? Truk itu langsung nabrak depan pintu perpustakaan." tanya Rose sambil menatap James.

__ADS_1


James menaikkan alisnya, dia mengingat kembali kejadian yang di ucapkan oleh Rose.


"Benar, saat itu Rose baru saja turun dari mobil. Dia langsung lari ke tempat ku dan narik tangan ku buat menjauh dari sana, itu artinya Rose sudah tahu kalau truk itu akan menabrak ke pintu perpustakaan." benak James.


"Kamu ingat?" tanya Rose.


James mengangguk, "Kamu lihat kejadian itu dalam mimpi?" tanya James.


"Iya, aku melihat kamu mati di lindas truk itu. Saat aku bangun, aku langsung ke sana dan nyelamatin kamu James." ucap Rose.


James merasa sulit untuk percaya, namun kenyataannya memang hal itu terjadi.


"Terus... Siapa orang yang jadi calon suami mu di dalam mimpi?" tanya James.


"Pria itu ..." Rose menghentikan kalimatnya. Dia tidak ingin James tahu siapa pria itu.


"Aku gak ingat." jawab Rose berbohong.


James memeluk pundak Rose, "Jangan di pikirkan, semua akan baik-baik saja." ucap James menghibur Rose.


Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00, James memasak ala kadarnya apa yang tersedia di kulkas. Rose membantu James membersihkan sayuran dan beberapa jenis seafood. Setelah selesai makan malam, James pamit untuk pulang.


James berjalan ke parkiran motor nya di samping mansion. Saat akan menghidupkan motornya, seseorang memukul kepala James hingga pria itu terjatuh dan tidak sadarkan diri.


Di dalam sebuah ruangan gelap yang penuh dengan debu. James di ikat di sebuah kursi kayu, tangan dan kakinya di ikat dengan tali tambang berwarna putih biru. James meronta berusaha membuka ikatan tali, namun usahanya sia-sia, hal itu justru membuat pergelangan tangannya sakit dan terluka.


Beberapa pria masuk dengan memegang kayu pemukul kasti. James merasa takut saat melihat tongkat kayu itu.


"Apa yang akan dilakukan orang-orang ini pada ku? benak James.


"Anak muda, bukankah sudah kami katakan untuk menjauh dari Rose? kenapa kau tidak mendengarkan kata-kata kami?" ucap salah satu pria.


"Mau apa kalian?" tanya James.


"Kami di bayar untuk memberi mu pelajaran, sebaiknya kau ingat pelajaran hari ini. Menjauhlah dari gadis itu atau kau akan kehilangan nyawa mu!" kata pria yang sama.


Pria itu memberi tanda kepada anak buah yang lain untuk memukul James, namun dari luar terdengar suara sirene mobil polisi. Mereka lari meninggalkan James sendirian. Beberapa pria berseragam polisi melepaskan ikatan James dan membawa nya ke kantor polisi untuk membuat laporan.


Di kantor polisi, Rose telah menunggu James. Saat James di pukul, Rose melihat nya dari balik kaca yang tembus pandang. Rose segera menelepon polisi. Rose memberikan lokasi GPS James kepada polisi sehingga pemuda itu dengan cepat di temukan.

__ADS_1


"Kamu gak pa-pa James?" tanya Rose khawatir.


"Gak, tapi kok kamu tahu aku di culik? kamu mimpi lagi?" tanya James penasaran.


"Gak, pas lagi berdiri di jendela kaca, aku melihat mu di pukul sama orang. Jadi aku lapor polisi deh." jawab Rose.


Rose meminta petugas polisi untuk menyelidiki hal ini. James berkata kepada polisi bahwa dia telah di culik dua kali oleh orang yang sama. James menceritakan dari awal hingga akhir. Selesai membuat laporan, Rose mengantar James pulang.


Rose melajukan mobilnya setelah memastikan James masuk ke rumah dan mengunci pintu. Rose berhenti di sebuah mini market, dia membeli keperluan wanita tiap bulan karena perutnya sudah mulai terasa sakit. Sebelum datang bulan, Rose selalu merasa kram di perut bagian bawah. Dia tidak pernah ingat tanggal datang bulan, hanya mengira-ngira saja jika kram di perutnya sudah terasa.


"Untunglah ini bukan masa subur ku. aku tidak mau hamil anak dari laki-laki yang tidak ku kenal." benak Rose.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Michael berada di ruang kerja, dia duduk menatap layar komputer. Gerry masih dengan setia menunggu bos nya lembur di kantor.


Gerry membawakan secangkir kopi untuk Michael yang sedang serius meneliti laporan tahunan perusahaan.


"Tuan muda, istihatlah sebentar." ucap Gerry sambil meletak kopi di meja.


Michael melihat jam tangan, hampir jam 10 malam, Michael tidak sadar jika hari sudah gelap, dia bekerja tanpa ingat waktu.


"Siapkan mobil, aku akan segera turun." perintah Michael pada Gerry.


Michael membereskan dokumen di meja dan segera keluar dari kantor. Mobil berhenti di depan gedung, Gerry membuka pintu untuk Michael, dia menutupnya kembali setelah Michael masuk.


Gerry mengemudikan mobil dengan pelan, karena dia melihat Michael sedang membaca laporan yang di bawanya dari kantor.


"Ger, jam segini masih ada restoran yang buka?" tanya Michael yang merasa lapar setelah seharian bekerja. Dia hanya makan sepotong sandwich di pagi hari, setelah nya Michael bekerja hingga malam tanpa mengisi perutnya.


"Ada satu tempat yang buka sampai jam 12 malam. Tuan muda mau ke sana?" ucap Gerry.


"Ya, kita makan dulu di sana sebelum pulang." jawab Michael yang masih memandang kertas laporan di tangan nya.


Michael turun di depan pintu restoran, dia memilih meja yang berada di sebelah dinding kaca. Pelayan datang membawa menu dan segelas air lemon.


"Silahkan di pilih Tuan, panggil saya jika anda ingin memesan." ucap pelayan.


Michael melihat daftar menu kemudian memilih secara asal. Michael melirik ke luar kaca, tanpa sengaja mata nya menangkap wajah wanita yang ada di pikirannya sepanjang hari. Rose berdiri di parkiran mobil, dia terlihat sedang dalam masalah.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2