Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 86. Sampai jumpa di neraka


__ADS_3

Pintu kamar terbuka, seorang perawat keluar dari sana. Perawat itu menghampiri mereka sambil bertanya, "Keluaga Pasien Rose?"


"Benar, kami keluarga Rose." jawab Mama Daisy.


"Nona Rose mengalami luka tusukan di perutnya, saat ini pasien butuh darah tambahan untuk mengganti darahnya yang hilang. Golongan darah pasoin O-. Apakah ada keluarga pasien yang bisa mendonorkan darahnya?" tanya perawat sambil menatap mereka secara bergiliran.


"Saya, saya bisa." jawab Paman Teddy.


Sementara Tante Erna, Mama Daisy dan Papa Hanz diam saja karena golongan darah mereka tidak bisa membantu Rose.


Michael menatap kedua orang itu dengan tatapan dingin, dia benci melihat kedua orang itu berada di sana. Namun mereka adalah orang tua dari Rose, dia tidak memiliki hak untuk mengusir kedua orang itu.


Michael berdiri, dia berjalan mendekati perawat. "Golongan darah saya O-." ucapnya kepada perawat.


"Kita cek terlebih dulu ya Pak!" jawab perawat yang lalu membawa kedua laki-laki itu ke dalam sebuah ruangan. Perawat mengambil sampel darah Michael dan Paman Teddy, keduanya cocok dengan darah milik Rose.


Perawat mengambil darah kedua laki-laki itu. Mereka berbaring di dalam satu kamar yang sama. Michael muak berada di dalam satu ruangan bersama Paman Teddy, namun dia menahannya demi Rose.


Beberapa jam kemudian operasi Rose sudah selesai, Dokter keluar dari dalam kamar operasi. Michael segera bertanya bagaimana kondisi Rose.


"Pasien baik-baik saja sekarang, tapi rahim pasien mengalami luka tusukan. Di kemudian hari, mungkin akan sulit baginya untuk hamil."


Mendengar penjelasan dari Dokter, semuanya membisu, mereka merasa kasihan kepada Rose yang harus mendapat berita buruk ini setelah kejadian buruk menimpanya.

__ADS_1


"Tolong, jangan katakan apapun kepada Rose." ucap Michael tiba-tiba.


Semua mata kini tertuju ke arah laki-laki itu, mereka tidak menyangka Michael akan berinisiatif merahasiakan hal ini. Mama Daisy mengangguk menyetujui permintaan Michael, yang lainnya hanya diam namun dalam hati mereka setuju untuk tidak memberitahu Rose.


Papa Hanz mendekati Michael, dia lalu berkata kepadanya. "Ayo kita bicara berdua!" Laki-laki itu berjalan menjauh.


Michael mengikuti langkah dari Papa Hanz, mereka berhenti di depan pintu tangga darurat. Papa Hanz menatap Michael dengan wajah serius. Dia berkata kepada laki-laki di hadapannya.


"Nak Michael sekarang tau jika Rose sulit hamil di masa depan, jika kamu keberatan dengan kondisi yang di alami oleh Rose, Om minta, jangan mendekati Rose lagi. Maaf karena membuat Nak Michael harus mendengarkan kata-kata ini, tapi Om tidak ingin ke depannya kamu menyakiti hati Rose karena masalah keturunan."


Michael terdiam, dia membisu tanpa berkata-kata. Dia tentu saja menginginkan anak dari sebuah pernikahan. Tapi jika kondisi Rose seperti ini, ada kemungkinan mereka tidak bisa memiliki keturunan. Tapi hati Michael sudah memilih Rose, dia hanya ingin hidup bersama dengan wanita yang dia cintai.


"Saya mengerti, tapi saya akan tetap menikah dengan Rose. Hanya dia wanita yang saya cintai." jawab Michael dengan wajah serius.


Mereka kembali ke ruang tunggu, tak lama kemudian Rose di bawa keluar dari ruang operasi. Perawat memindahkan Rose ke ruang rawat inap, Michael meminta pihak rumah sakit untuk memberikan kamar yang terbaik kepada Rose.


Ke empat orang tua Rose mengelilingi anaknya, mereka menatap wajah Rose yang sebagian lebam karena kekerasan yang di lakukan oleh Luna.


FLASHBACK


Luna masuk ke dalam kamar tempat Rose di tahan, dia membawa dua orang laki-laki yang dia panggil Kay dan Don. Luna mendekati Rose yang masih terborgol di atas temlat tidur. Dia tersenyum sinis lalu menertawakan Rose yang sudah berada di tangannya.


"Hari ini, kamu nggak akan bisa ke mana-mana. Nggak akan ada orang yang menolongmu!" ucap Luna dengan tatapan yang meremehkan lawannya.

__ADS_1


Rose tersenyum lalu tertawa keras. "Hahaha... Kamu ini nggak ada sadar-sadarnya yah! Kehidupan lalu maupun sekarang, kamu... hanya wanita malang yang selalu merasa iri dan cemburu."


Kata-kata Rose begitu menyakitkan di hati Luna. Dia sadar jika Wilson hanya menganggapnya sebagai wanita pemuas nafsu sesaat. Cinta Wilson hanya di tujukan untuk Rose dan hanya Rose seorang. Mengingat hal itu membuat Luna semakin dendam dan membenci Rose.


"Plakkk!"


Luna menampar wajah Rose, dia tidak menghindar karena takut ketahuan jika borgol di tangannya telah terlepas. Rose terpaksa menahan tamparan dari Luna.


Rose meminta kepada pelarihnya untuk mengajarkan cara membuka borgol tanpa kunci, setelah belajar beberapa kali, Rose menjadi ahli dalam membuka borgol hanya dengan satu kawat saja. Alasan kenapa Rose ingin belajar membuka borgol adalah untuk menghadapi situasi saat ini.


Rose sudah mengira jika dia akan kembali lagi ke tempat ini, dia sudah mempersiapkan segalanya untuk menghadapi masa lalunya yang tragis.


Luna kembali melayangkan telapak tangannya, dia menampar pipi kiri Rose beberapa kali sebelum akhirnya dia menyuruh anak buahnya untuk menodai Rose yang masih perawan.


"Hadiah untukmu!" ucapnya kepada Kay dan Don.


Kedua laki-laki itu mendekat, senyuman mesum di wajah mereka membuat Rose merasa mual. Setelah jarak mereka hanya tinggal satu langkah, Rose menyerang secara tiba-tiba. Dia membanting tubuh Kay terlebih dulu, setelah laki-laki itu terjatuh, Rose menendang kaki Don yang hendak menyergap tubuhnya dari belakang.


Laki-laki itu kesakitan karena tulang keringnya di tendang dengan sangat keras. Kay bangkit lagi, dia menyerang Rose dengan tinjunya. Namun gerakan lamban Kay sama sekali bukan tandingan Rose yang sudah berlatih keras.


Rose melompat ke dinding, sebelah kakinya menahan dinding lalu berbalik ke arah Kay. Wajah laki-laki itu di tendang dengan keras sampai tubuhnya jatuh di lantai. Gerakan itu membuat ponsel milik Rose keluar dari balik kemeja.


Melihat ponsel Rose yang jatuh ke lantai, Luna segera mengambil ponsel itu. Rose berlari keluar dari ruangan, dia lalu menyalakan api dari mancis yang dia ambil dari sebelah asbak rokok di dalam kamar.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2