Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 9. Kecelakaan


__ADS_3

Michael menyuruh Gerry untuk melihat apa yang terjadi pada wanita itu. Gerry mendekati Rose dan bertanya, "Apa anda butuh bantuan Nona Rose?"


Rose menatap Gerry dengan wajah heran, "Siapa laki-laki ini? Bagaimana dia bisa tahu nama ku?" benak Rose.


"Ban mobil saya kempes, tapi saya gak tahu cara ganti ban." jawab Rose.


"Tunggu sebentar, saya akan menelepon mekanik untuk datang kemari." ucap Gerry.


Gerry menelepon mekanik langganan Michael, dia minta untuk segera di kirimkan seseorang yang bisa mengganti ban serap.


Rose bertanya pada Gerry, "Maaf, tapi anda siapa? Kenapa bisa tahu nama saya?"


"Saya asisten Tuan Michael, beliau yang meminta saya untuk menolong Nona Rose." jawab Gerry dengan jujur.


" ... "


Rose tidak tahu harus berkata apa. Jantungnya berdetak kuat saat mendengar nama Michael di sebut. Kejadian tadi malam masih membuat Rose marah dan benci pada pria itu.


Tak lama kemudian seorang mekanik datang dan membantu Rose. Selesai mengganti ban, Rose memberikan 2 lembar uang pecahan 100ribu kepada mekanik itu. Rose langsung pergi tanpa menemui Michael dan Gerry yang berada di dalam restoran.


Michael manatap Rose sejak tadi hingga dia pergi. Sesekali terlihat senyum di wajahnya.


"Sepertinya bos lagi jatuh cinta." benak Gerry.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seminggu telah berlalu, Rose mulai sibuk dengan kuliah nya. Banyak hal yang harus dia kerjakan karena dosen yang banyak mau nya. Rose masih tetap dekat dengan James, mereka tidak menghiraukan ancaman dari penculik. Meskipun hingga saat ini belum ditemukan pelaku penculikan James.


"Rose, malam ini bisa gak temani aku belanja di pasar malam?" tanya James.


"Mau beli apa?" tanya Rose.


"Mau beli kado buat Bunda di panti, besok hari ulang tahun nya." jawab Gerry.


"Oke, nanti malam aku jemput yah." jawab Rose dengan semangat.


Maklum aja, yang namanya wanita pasti demen belanja. Rose langsung meluncur ke rumah James setelah mandi dan mengganti pakaian. Padahal saat itu hari masih terang, baru jam 5 sore.


"Tok... Tok... Tok..."


Rose mengetuk pintu rumah James, tidak lama kemudian James membuka pintu. Mereka langsung berangkat tanpa membuang waktu.

__ADS_1


Seperti biasanya, sepasang mata sedang mengawasi Rose. Wilson terlihat sangat marah karena Rose terus berhubungan dengan James.


"Pria miskin itu! tidak akan ku biarkan dia menggagalkan rencana ku!" benak Wilson.


Sementara itu di samping Wilson ada seorang wanita cantik yang bernama Luna. Mereka adalah pasangan kekasih yang sudah lama menjalin hubungan namun tidak di setujui oleh orang tua Wilson.


Luna terlihat cemburu dengan tatapan Wilson yang di tujukan kepada Rose. Jelas sekali Wilson suka dan tertarik pada Rose yang berwajah cantik seperti malaikat.


"Aku tidak akan membiarkan jalang itu merebut Wilson dari ku." benak Luna.


Wilson membawa Luna ke sebuah hotel, mereka mandi bersama dan melakukan hal intim yang seharusnya di lakukan setelah menikah.


Namun, bagi mereka perbuatan itu sudah biasa. Mereka telah melakukannya berkali-kali tanpa ada rencana untuk menikah, karena orang tua Wilson tidak akan mengijinkan pernikahan Wilson dengan Luna.


Wilson membayangkan dirinya sedang bercumbu dengan Rose, dia begitu tertarik pada paras cantik wanita itu, apalagi tubuh indah nya yang memiliki kulit putih mulus. Luna tentu saja kalah jauh jika di bandingkan dengan Rose. Mereka bagai langit dan bumi.


"Rose..." gumam Wilson saat bercumbu.


Luna yang mendengar nama itu mengerutkan wajahnya. Dia terlihat marah dan kecewa pada pria yang sedang menindih nya.


"Bisa-bisanya kau menyebut nama wanita lain saat tidur dengan ku!" benak Luna.


Setelah puas bercumbu, Luna masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Pikiran dan hatinya saat ini sedang memendam amarah yang besar. Dia bersumpah akan membunuh wanita yang merebut hati Wilson.


"Makanan adalah teman terbaik saat stress." ucap Rose.


James tertawa mendengarnya. "Mana ada orang yang menjadikan makanan sebagai teman? Adanya tuh makanan buat ngisi perut!" ucap James sambil tertawa kecil.


"Ada dong... Aku, aku orangnya. He he..." jawab Rose nyengir.


Rose memilih baju untuk Bunda di panti sebagai hadiah, James membayar baju itu. Mereka membungkus baju dengan kertas kado berwarna merah tua, kemudian mengikat pita besar berwarna biru sebagai hiasan.


Rose mangantar James pulang, dia memastikan James masuk dan mengunci pintu sebelum melajukan mobilnya. Rose melewati jalan sepi yang jarang di lalui mobil. Dia ingin singgah di sebuah toko kue untuk membeli cake ulang tahun. Rose berniat ikut merayakan ulang tahun Bunda panti bersama James.


"Tin... Tin... Tin...!!!"


"Bammm!"


Mobil porsche merah di tabrak oleh sebuah truk besar, mobil itu terbalik dan menghantam sebuah pohon besar di tepi jalan raya. Truk itu segera melarikan diri meninggalkan Rose dalam keadaan terluka.


Rose berusaha mengambil handphone nya, dia menekan tombol panggilan cepat yang sudah tersimpan.

__ADS_1


"Tut... Tut... Tut..."


Telepon tidak dijawab, Rose kembali menelepon.


"Tut... Tut... Tut..."


Masih tidak ada yang menjawab.


"Apakah terjadi sesuatu pada James?" batin Rose.


Rose menyimpan nomor James sebagai nomor panggilan cepat angka 1. Dia tidak menyadari bahwa nomor itu telah di ganti oleh seseorang.


Rose menyerah, dia tidak kuat lagi menahan rasa sakit. Matanya mulai kabur, darah yang keluar dari atas kepala mengalir ke wajah pucatnya. Rose memejamkan mata, dia merasa pusing karena telah kehilangan banyak darah.


"Drtttt.... Drtttt...."


Handphone Rose bergetar, getaran itu membuat Rose membuka kembali matanya. Rose menjawab telepon itu dengan suara yang lemah.


"James, tolong aku..."


"Deg...!"


Jantung pemuda itu tersentak, dia terkejut mendengar suara Rose yang lemah tak berdaya.


"Di mana kamu sekarang?" tanya Michael dengan wajah cemas.


Michael lah orang yang telah menukar nomor panggilan cepat di handphone Rose saat wanita itu tidur di apartemen nya.


"Aku ada di jalan ...." Rose tidak sadarkan diri, dia belum menyelesaikan kalimatnya.


"Hallo... Rose, bicaralah...! Kamu di mana?" ucap Michael dengan suara panik.


"Gerry! cepat cari lokasi wanita itu. Sekarang!!" bentak Michael dengan nada tinggi.


Tidak sampai 10 menit Gerry telah mendapat lokasi Rose, Michael membawa mobil hitamnya dengan kecepatan penuh. Rasa cemas dan takut telah menyelimuti dirinya. Baru kali ini dia merasa ketakutan.


Michael menghentikan mobilnya tepat di samping mobil Rose, wanita itu dalam kondisi tidak sadar, tubuhnya terjepit pintu mobil yang membengkok karena tabrakan.


Michael menarik tubuh Rose dengan hati-hati dan membawanya keluar dari mobil. Pria itu segera mengantar Rose ke rumah sakit.


"Dokter...! Cepat panggil Dokter!" ucap Michael pada Gerry yang mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2