
Michael memenuhi janjinya, dia kembali ke mansion Rose setelah selesai membereskan pekerjaan di kantor. Michael membawa makanan yang di beli Gerry dari restoran jepang favorite nya.
"Ting Tong..."
Rose panik mendengar suara bel, dia takut kejadian siang tadi terulang kembali. Dengan ragu dia mengintip tamu nya dari balik jendela kaca.
"Huff..." Rose menghela napas setelah melihat Michael yang berdiri di depan pintu.
"Ceklek!" Rose membuka pintu.
"Hai... udah makan?" tanya Michael.
"Belum." jawab Rose.
"Nih aku bawain makanan." ucap Michael sambil berjalan masuk.
Mereka duduk di ruang makan, Rose menyiapkan piring dan alat makan.
Michael menyuapi Rose yang tanpa ragu menerima suapannya. Gadis itu makan dengan lahap, dia tidak menjaga image meskipun ada pria tampan yang sedang menatapnya.
Lily baru saja keluar dari kamar, dia mengintip tamu kakaknya yang datang tengah malam. Dia tersenyum ketika melihat Michael sangat perhatian kepada Rose.
Lily diam-diam mengambil foto mesra mereka berdua dan mengirimkan foto itu ke Papa dan Mama nya.
"Sudah cukup, aku sudah kenyang." ucap Rose.
"Makan lah lebih banyak lagi, tubuh mu sangat kurus." ucap Michael sambil menyuapi Rose.
"Aku akan jadi jelek jika gendut." jawab Rose.
"Nggak pa-pa, kamu jelek pun aku tetap suka." goda Michael.
"Blush" wajah Rose merona merah.
"Ja...jangan gombal!" ucap Rose terbata.
Michael mendekatkan wajah mereka dan mengecup kening Rose, "Aku tidak pernah berkata gombal, semua yang ku ucapkan berasal dari dalam hati ku."
Wajah Rose tambah merah, dia memegang kedua pipinya yang terasa panas.
"Bertahan, bertahanlah Rose! Jangan sampai tergoda, semua laki-laki itu sama saja." benak Rose.
"Ada apa dengan mu? Kenapa wajah mu memerah?" goda Michael lagi.
"A...aku hanya kepanasan, kamu jangan dekat-dekat!" ucap Rose sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan telapak tangan.
Michael meletakkan sendok yang di pegangnya, dia memeluk Rose dan berbisik, "Sampai kapan kamu akan menyembunyikan perasaan mu?"
__ADS_1
"Aku takut, takut di sakiti, takut di bohongi, takut dipermainkan. Aku takut semua kejadian itu akan terulang lagi." batin Rose.
"Kenapa kamu tidak menjawab ku? Apakah aku tidak layak untuk di cintai oleh mu?" tanya Michael.
"Maaf, aku lah yang tidak layak untuk di cintai. Kamu terlalu baik untuk ku." benak Rose.
"Aku tidak akan memaksa mu, aku akan menunggu sampai kamu menerima cinta ku." ucap Michael.
"Rose, aku benar-benar mencintai mu. Baru sekali ini aku merasa gelisah karena seorang wanita. Aku tidak ingin kehilangan mu." benak Michael.
Michael melepas pelukan mereka, dia mengecup bibir Rose kemudian mulai membereskan dan mencuci peralatan makan yang kotor.
Rose mematung, dia terdiam dan melamun memikirkan banyak hal yang membuat hati nya menjadi gelisah.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Michael setelah selesai bersih-bersih.
"Memikirkan hal tidak berguna." jawab Rose dengan wajah murung.
"Ada apa? Wajah mu terlihat sedih." tanya Michael sambil menyisir rambut Rose dengan jari-jari.
"Jangan terlalu baik pada ku, aku tidak layak!" ucap Rose dengan wajah serius.
"Jika kamu tidak layak, maka di dunia ini, tidak ada lagi wanita yang lebih layak menerima kebaikan dari ku. Tidak ada wanita yang lebih berharga untuk ku selain kamu Rose." jawab Michael.
Rose terdiam, hatinya tersentuh dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Michael. Ingin rasanya dia menerima pria itu, namun ketakutannya membuat Rose menolak cinta dari Michael.
Michael berdiri dan membawa Rose dengan princess carry yang selalu di lakukannya. Rose yang sudah terbiasa hanya menerima begitu saja perlakuan istimewa dari Michael.
Michael membaringkan tubuh Rose di atas ranjang, dia mengecup kening Rose kemudian berkata, "Tidurlah, aku akan menemani mu di sini."
Rose mengangguk dan memejamkan matanya, pikirannya terus terusik dengan sikap dan perlakuan lembut dari Michael.
"Apakah aku boleh percaya pada mu? Apakah aku boleh mencintai mu?" batin Rose.
Michael menutup lampu kamar, dalam sekejab Rose menjadi panik dan berteriak histeris.
"Lepaskan aku... Lepaskan aku dari sini!" gumam Rose berulang.
"Rose? Ada apa dengan mu? Rose... Lihat aku! Aku di sini, jangan takut." ucap Michael.
"Apakah karena aku mematikan lampu?" batin Michael.
Michael menghidupkan kembali lampu kamar, Rose turun dari ranjang dan berlari ke arah Michael. Dia memeluknya dengan tubuh gemetaran.
"Aku tidak tahu kalau kamu takut gelap, kamu nggak pa-pa?" ucap Michael sambil membalas pelukan dari Rose.
"Aku sendiri juga baru tahu kalau aku takut gelap." jawab Rose.
__ADS_1
"Tidurlah... aku tidak akan mematikan lampunya lagi." ucap Michael.
Michael membawa Rose kembali ke ranjang dan berbaring di sampingnya. Gadis itu tanpa sadar memeluk tubuh Michael, dia tertidur dalam hitungan menit.
"Banyak sekali rahasia dalam dirimu, apa yang telah kamu lalui sepanjang hidup mu Rose?" batin Michael.
Michael membalas pelukannya dan tertidur hingga menjelang pagi.
Rose terbangun namun Michael sudah tidak ada di tempat tidur, pria itu telah berangkat ke kantor karena ada meeting dengan klien di pagi hari.
Rose membersihkan wajahnya dan pergi ke dapur untuk mengambil minum. Dia melihat meja makan sudah penuh dengan makanan enak dan bergizi.
Sebuah memo di letakkan di atas meja, "Makan yang banyak, tubuh kurus tidak nyaman di peluk!"
Rose tersenyum sendiri ketika selesai membaca memo, dia duduk dan menikmati makanan yang masih terasa hangat.
"Aku harus berubah demi diri ku dan pria itu." benak Rose.
Selesai makan Rose menelepon Dokter Frans dan membuat janji untuk bertemu. Dia ingin melanjutkan pengobatannya agar terbebas dari rasa takutnya.
Rose menuju klinik Dokter Frans dengan mobilnya yang baru saja selesai di perbaiki, dia menunggu Dokter Frans di depan lobby klinik
"Nona Rose, silahkan masuk!" ucap seorang perawat yang bekerja di klinik.
"Terima Kasih." jawab Rose.
Rose masuk ke ruangan Dokter Frans dan mengeluarkan buku diary nya.
"Dok, ini buku diary yang sudah saya tulis sebagian. Saya ingin melanjutkan pengobatan agar terlepas dari ketakutan saya di masa lalu. Tolong bantu saya!" ucap Rose dengan wajah serius.
Dokter Frans senang mendengarnya, dia mengambil buku diary Rose kemudian membacanya.
"Nona Rose, apakah ini semua hal yang anda lalui di masa lalu?" tanya Dokter Frans dengan wajah serius.
Rose mengangguk, "Saya mengingat semua peristiwa itu dengan baik, kadang saya bermimpi tentang kejadian itu. Baru-baru ini saya menyadari bahwa saya takut dengan keadaan gelap. Apakah itu karena dulu saya di kurung di ruangan gelap?"
"Bisa jadi seperti itu, apakah anda ingat hal lain selain ini? misalnya kejadian alam atau kecelakaan besar yang akan datang nanti. Ini hanya salah satu hal untuk membuktikan pernyataan anda." ucap Dokter Frans.
"Kecelakaan? Benar, kecelakaan pesawat. Pesawat yang meledak karena penjahat-penjahat itu!" gumam Rose.
"Kecelakaan pesawat?" tanya Dokter Frans.
Rose mengangguk, "Dua hari dari sekarang, pesawat tujuan ke Kota H akan meledak di bandara kota X." ucap Rose dengan yakin.
"Apakah hal seperti ini mungkin terjadi?" batin Dokter Frans.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1