Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 93. Lamaran


__ADS_3

"Sudah benar kok ini. Saya permisi dulu, silahkan dinikmati!" ucap pelayan yang buru-buru kabur agar tidak keceplosan.


"Mike, ini kok banyak banget yah? Rasanya seperti kena tipu gitu!" ucap Rose dengan ekspresi wajah bingung.


"Ya udah, makan aja. Kamu kan suka semua makanan ini." sahut Michael sambil tersenyum.


Rose ikut tersenyum, dia tentu saja menyukai semua makanan yang berada di depannya. Kelaparan dari kehidupan sebelumnya sudah sangat menghantui jiwa Rose. Wanita itu akan menghabiskan apa saja yang bisa dia makan tanpa pilih-pilih, karena rasa lapar itu sangat menyiksa bagi diri Rose.


"Pelan-pelan aja makannya!" tegur Michael ketika melihat Rose makan dengan sangat cepat.


"Aku malu-maluin banget sih!" benak Rose.


Setelah menghabiskan semua makanannya, seorang pelayan menghampiri meja. pelayan itu membawa setangkai bunga yang terbuat dari coklat.


"Ini untuk Nona." ucap pelayan sembari menyerahkan bunganya kepada Rose.


Rose awalnya ragu untuk mengambil bunga tersebut, karena trauma di masa lalu membuatnya takut. Rose melirik bunga yang di pegang oleh pelayan, dia melihat sebutir coklat ferrero rocher di atasnya. Tanpa berpikir lagi, Rose segera menyambar tangkai bunga tersebut.


"Asyik dapat coklat!" soraknya dalam hati.

__ADS_1


Belum sempat dia membuka coklat yang berada di atas tangkai, seorang pelayan datang lagi. Pelayan tersebut juga membawa setangkai bunga, dia memberikan bunga itu kepada Rose.


"Ini untuk Nona."


Rose pun mengambilnya lagi. Setelah itu, terus menerus datang pelayan secara bergiliran. Mereka memberikan bunga yang terbuat dari coklat untuk Rose.


"Ada apa sih dengan karyawan di sini?" tanya Rose bingung dengan semua bunga yang diberikan oleh mereka.


Michael hanya tersenyum, dia senang melihat wajah Rose yang kegirangan ketika menerima coklat dari para pelayan. Satu persatu, pelayan terus bermunculan di meja mereka. Semuanya memberikan setangkai bunga coklat kepada Rose. Hingga akhirnya, bunga di tangan Rose berjumlah 99 tangkai.


Michael tiba-tiba berlutut di depan Rose, dia mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari balik jas hitamnya. Michael membuka kotak perhiasan, di dalamnya terdapat sebuah cincin berlian yang sangat cantik.


Rose hampir menangis karena terharu, dia sangat senang karena Michael melamarnya dengan cara yang aneh tapi dia menyukainya.


"Rose, aku mencintaimu!" ucap Michael sambil menatap mata Rose yang berkaca-kaca.


Rose mengangguk pelan, dia segera memeluk Michael yang masih berlutut di atas lantai. "Aku mau!" jawabnya sambil menahan air mata.


"Ayo kita menikah, secepatnya!" ucap Michael, wajahnya berubah dingin. Namun suara dan sikapnya masih lembut terhadap Rose.

__ADS_1


Michael mendapat firasat buruk setelah melihat Paman Teddy. Dia seolah mengetahui jika Paman Teddy akan segera menghalangi pernikahan mereka. Michael yakin, laki-laki itu akan meminta Rose untuk meninggalkan dirinya. Bukan hanya Paman Teddy saja, Michael yakin kedua orang tuanya, tidak akan menyetujui pernikahan mereka.


"Apapun yang terjadi, aku akan menikah dengan Rose." batin Michael.


Setelah lamarannya di terima, Michael membawa Rose untuk mendaftarkan pernikahan mereka. Dia sudah menyiapkan kartu keluarga dan juga kartu tanda pengenal milik Rose.


"Mike, kenapa kamu membawaku kemari?" tanya Rose kebingungan.


"Untuk menikah!" jawab Michael dengan jujur.


Rose hendak menolak, tapi dia tidak tega setelah melihat wajah murung Michael.


"Baiklah, ayo kita menikah sekarang juga!" ucap Rose sambil tersenyum.


Rose dan Michael di minta masuk ke dalam sebuah ruangan, mereka dipersilahkan untuk foto berdua. Selesai di foto, pasangan itu di antar ke sebuah ruangan untuk menunggu hasil dari surat nikah yang sedang di proses.


Di ruang tunggu, Rose merasa gugup karena ini hari pernikahannya dengan Michael. Dia melirik ke arah Michael, tetapi laki-laki itu sedang sibuk berpikir. Michael tidak menyadari jika Rose sedang memperhatikan wajahnya.


"Kenapa raut wajahnya seperti ini? Apakah dia menyesal sudah mendaftarkan pernikahan denganku?" benak Rose.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2