Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 49


__ADS_3

Mengira jika Junaidy akan menyerah, kedua pria itu fokus menatap ke arah mobil Rose. Namun perkiraan mereka melenceng, Junaidy kembali berdiri, dia mendorong tubuh kedua pria itu dengan semua kekuatan yang dia miliki.


Bak seekor kerbau yang mengamuk, dia menyeruduk kedua pria yang mengusiknya, tubuh Deny dan Roy terdorong hingga ke seberang jalan.


Melihat perjuangan Junaidy, Rose semakin membulatkan tekad untuk menyelamatkan diri meskipun harus melakukan aksi gila. Wanita itu membuka kaca jendela yang sudah hampir hancur berantakan, ia meneriaki Junaidy yang masih berada di seberang jalan.


"Mas, cepat masuk ke mobil!"


Junaidy berlari masuk ke dalam mobil Rose, dikejar oleh Roy dan Deny yang menyusul di belakang.


"Pakai sabuk pengaman dan pegangan yang erat! Tutup aja matanya kalau takut!" ucap Rose ketika ia menghidupkan mesin mobil dan bersiap untuk melakukan aksi gila yang mendebarkan.


Mobil Rose mundur dengan cepat, menabrak sedikit moncong mobil hitam yang ada di belakangnya. Dia kemudian memindahkan persneling mobil ke drive dan menginjak pedal gas hingga ke dasar.


"Brummmmmm...!!!"


Roy dan Deny hampir tertabrak mobil Rose yang di gas dengan kecepatan tinggi, untungnya mereka melompat ke samping mobil sehingga mereka berdua hanya menderita sedikit luka-luka ringan.


Mobil Porsche merah itu kini melesat jauh dari sana, sepasang mata menatap mobil itu dengan geram karena buruannya berhasil kabur. Ya, pria itu yang telah menghubungi Sam untuk memanggil Roy dan Deny ke sana, pria dengan bekas luka di atas kelopak mata.


Sejak tadi dia hanya memperhatikan saja tanpa turun tangan, niatnya sangat jelas jika dia tidak ingin terlibat secara langsung. Begitu Rose berhasil kabur, pria itu turun dari mobilnya. Dia berjalan mendekati Roy dan Deny yang masih kesakitan di lantai aspal.


"Dasar idiot nggak berguna!" umpat pria itu sambil menatap dua pria bawahannya yang gagal melaksanakan tugas.


Sementara itu Rose yang berhasil kabur bersama Junaidy memutuskan untuk melapor ke kantor polisi, Junaidy menjadi saksi atas pelaporan kasus Rose.


Sambil menunggu, Rose mengambil ponselnya yang sudah kehabisan baterai.


"Duh, pake lowbat lagi nih handphone! Mike pasti uda nungguin aku di rumah, aku harus cepat-cepat pulang tapi laporannya belum selesai." keluh kesah Rose dalam hatinya.


Rose melihat ke arah jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Junaidy dengan sabar menunggu Rose di sana.


"Mbak, laper nggak?" tanya Junaidy untuk meredakan kegelisahan yang terlihat di wajah Rose.

__ADS_1


Rose melirik ke samping, tempat pria itu duduk. "Laper tapi kan laporannya belum siap." jawab Rose sambil mengelus perutnya yang sudah keroncongan.


Pak polisi yang mendengar percakapan kedua muda mudi itu membuka suara, "Kalau mau makan dulu boleh kok Bu, nanti sudah selesai makan baru kembali lagi untuk mengambil hasil laporannya."


"Oh gitu ya Pak! Kalau gitu saya pamit sebentar buat makan ya Pak!" ucap Rose dengan sopan dan ramah.


"Iya Bu, silahkan!" jawab Pak polisi yang bernama Ridwan.


Junaidy ikut berpamitan, mereka berdua berjalan kaki ke restoran terdekat. Sesampainya di restoran, Rose dan Junaidy memesan makanan yang sama. "Lontong sayur pedas ekstra, pakai telur bulat dan banyakin bihun gorengnya."


"Kok bisa selera kita sama?" tanya Rose.


"Hahaha... Kebetulan aja Mbak." jawab Junaidy.


"Panggil aja Rose." ujar wanita itu yang enggan di panggil Mbak.


"Oh iya... Saya Junaidy, panggil aja Jun." ucap pria itu sambil tersenyum ramah.


"Makasih banyak yah udah nolongin aku tadi." ucap Rose yang baru teringat jika dirinya belum mengucapkan terima kasih kepada penolongnya.


"Hahaha... Kalau tadi kamu nggak datang, udah pecah jendela kaca mobilku. Nggak mungkin aku bisa kabur dari sana kalau bukan kamu yang ngedorong kedua preman itu." sanggah Rose sambil tertawa melihat wajah Junaidy yang memerah.


Seorang pelayan datang membawa dua piring lontong sayur pesanan Rose dan Junaidy. "Ini pesanannya ya Mas, Mbak. Silahkan!" ucap pelayan itu sambil meletakkan piring di atas meja.


"Makasih!" jawab keduanya bersama.


Rose menyambar sebotol air mineral yang tersusun rapi di sudut meja, dia membuka tutup botol dan meneguk air mineral itu sebelum mulai menyantap makanannya.


Sambil menikmati lontong sayur miliknya, mata Rose melirik ke sebuah meja yang ada di samping. Di atas meja itu terletak sebuah charger yang cocok dengan handphone miliknya. Tanpa ragu-ragu Rose segera berdiri dan berjalan ke tempat duduk pemilik charger.


"Mas, boleh saya pinjam sebentar chargernya?" tanya Rose dengan penuh harap.


Pria itu menoleh ke arah Rose, dia tersenyum ramah sambil menjawab, "Boleh Mbak, ambil aja!"

__ADS_1


"Makasih banyak ya, nanti saya kembalikan lagi ke sini." ucap Rose dengan bersemangat.


Rose mencari tempat colokan charger, namun dia tidak melihat adanya tempat colokan di dekat tempat duduknya.


"Di situ ada Rose!" ucap Junaidy yang menunjuk ke arah tempat duduk kasir.


"Oh... Untung ada! Bentar ya Jun!" ucapnya sambil berlalu ke tempat kasir.


"Mbak, saya boleh numpang charger bentar nggak?" tanya Rose sambil menunjukkan ponsel dan charger di tangannya.


"Iya boleh Mbak, silahkan!" jawab si Mbak kasir dengan senyuman ramah.


Rose meninggalkan ponselnya di sana, dia kembali ke tempat duduk dan menghabiskan semua sisa lontong sayur yang sudah mulai dingin.


"Jun, aku tinggal bentar ya." ucap Rose yang langsung beranjak dari tempat duduknya.


Rose berjalan ke tempat kasir, dia mengambil handphone sekalian membayar tagihan makanan mereka.


Setelah selesai membayar, dia mengembalikan charger yang tadi dia pinjam dari pria asing yang duduk di meja sebelahnya.


"Makasih banyak ya Mas!" ucap Rose sambil meletakkan kembali charger di atas meja.


Rose kembali ke tempat duduk, dia menyalakan handphone untuk menghubungi Michael agar bisa memberitahukan keberadaannya saat ini.


Belum sempat pria itu menjawab, seseorang menarik tangan Rose dengan kasar sambil berkata dengan suara dingin, "Bagus kamu ya! Aku cari-cari seharian ternyata kamu berduaan sama laki-laki lain di sini!"


Michael terlihat sangat marah, dia menarik lengan Rose dan menyeretnya keluar dari restoran. Mobil Michael terparkir di depan restoran dengan mesin yang masih menyala dan pintu mobil pengemudi yang terbuka lebar. Betapa buru-burunya pria itu mencari keberadaan Rose hingga mengabaikan kedua hal penting itu.


Junaidy mengejar keluar untuk menahan Michael, namun pria itu malah mendapat bogem mentah dari tangan Michael yang sudah mengamuk.


"Mike!" panggil Rose dengan wajah tertegun akibat kekasaran Michael.


"Masuk!" bentak Michael sambil menatap Rose. Tatapan dingin dan menakutkan yang belum pernah diperlihatkan di depan Rose.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2