Rose Second Life

Rose Second Life
Episode 25. Teman baru di Tap Tap


__ADS_3

Michael menyelesaikan acara bersih-bersih nya, dia membawa Rose kembali ke kamar, tentunya masih dengan princess carry yang di impikan banyak wanita.


"Aku harus kembali ke kantor, kamu nggak pa-pa di tinggal sendiri?" tanya Michael.


Rose mengangguk.


"Jangan biarkan orang lain masuk ke rumah ini." ucap Michael.


Rose kembali mengangguk.


"Jangan lupa mengunci pintu!" ucap Michael.


Rose mengangguk lagi.


Michael tersenyum lucu, "Saat ini, kamu terlihat seperti kucing imut yang penurut." ucap Michael.


"Ehem... Ehem...!" Rose menundukkan wajahnya.


Michael mengangkat dagu Rose, dia mengecup kedua pipi dan bibirnya. "Aku akan kembali nanti malam, jangan keluyuran!" ucapnya sambil mengelus pipi Rose.


"I... i... iyah..." jawab Rose sambil mengangguk. Wajah nya merona, jantungnya berdegup kencang.


"Aku tidak boleh jatuh cinta lagi! Sadarkan diri mu Rose!!!" ucap Rose sambil menepuk-nepuk kedua belah pipi nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Luna sedang membersihkan dan mengobati luka di wajah dan sekujur tubuh Wilson.


"Apa yang terjadi? Siapa yang memukuli mu hingga seperti ini?" tanya Luna dengan wajah cemas.


"Pria brengsek yang suka ikut campur. Aku pasti akan membunuhnya nanti!" jawab Wilson dengan wajah emosi.


"Siapa?" tanya Luna penasaran.


"Aku juga tidak tahu siapa orang itu. Baru dua kali aku melihat laki-laki itu." jawab Wilson.


"Apa yang kamu lakukan padanya sampai dia memukulmu?" tanya Luna sambil menatap wajah Wilson.


Wilson menjadi panik, takut Luna mengetahui apa yang telah di lakukannya pada Rose.


"A..aku tidak melakukan apapun padanya." jawab Wilson berbohong.


Luna tidak percaya pada ucapan Wilson yang terdengar mencurigakan, namun dia tidak berani memaksa Wilson untuk mengatakan yang sebenarnya.


Wilson menghubungi beberapa anak buahnya untuk melakukan sesuatu pada mobil Michael. Mereka mengikuti Michael, setelah dia turun dan menjauh, anak buah Wilson dengan cepat menyabotase rem mobil Michael.

__ADS_1


Gerry menunggu bos nya di ruangan rapat. Semua kepala cabang sudah berkumpul disana atas perintah Michael.


Beberapa jam mereka membahas laporan kinerja karyawan dan pendapatan masing-masing cabang. Michael tidak memperhatikan laporan orang-orang itu. Dia sibuk melihat Tap Tap di layar handphone nya. Michael menunggu Rose menerima ajakan pertemanan dari nya di Tap Tap, namun hingga kini masih dalam status pending.


Rose baru selesai membereskan kamarnya yang kelihatan seperti kapal pecah. Dia mengambil handphone kemudian berbaring di ranjang.


"Prince? Siapa? Kok bisa add aku jadi teman?" gumam Rose sambil melihat layar handphone.


Rose menerima pertemanan dari Prince, dia menulis private chat untuk Prince.


Rose : Hallo...


Prince : Hai, makasih udah di accept.


Rose : Sama-sama, tapi kamu siapa ya?


Prince : Panggil saja aku Prince.


Rose : Oh, nama ku Rose. Salam kenal Prince."


Prince : Rose... kamu lagi ngapain?


Rose : Lagi tiduran aja sambil main hp. Kalau kamu?


Prince : Lagi mikirin kamu.


Rose : Kamu pasti suka gombalin semua cewe ya?


Prince : Aku nggak gombal, aku serius lagi mikirin kamu.


Rose : Maaf, tapi umur kamu berapa ya?


Prince : Umur ku 25 tahun. Kamu kayak lagi interogasi calon suami aja pake nanya umur.


Rose : Hehe... aku kan penasaran lagi ngobrol sama om om atau anak abg.


Prince : Aku ada sedikit kerjaan, nanti aku chat lagi. Ingat minum air yang banyak biar nggak dehidrasi :p


Rose : Oke.


"Berteman di sosmed lumayan juga buat teman ngobrol di saat bosan." batin Rose.


Rose menatap buku diary yang berada di sofa, dia bangkit dan berjalan ke sana kemudian kembali ke ranjang sambil membawa buku diary nya.


KELANJUTAN DIARY

__ADS_1


Aku memeluk mayat Papa yang sudah mulai dingin di ruangan mayat rumah sakit. Setelah puas menangis di sana, aku menjenguk Lily di ruang UGD.


Dokter bilang Lily menelan pil tidur dalam jumlah banyak dan membuatnya over dosis. Aku duduk di samping tempat tidur dan menggenggam tangan Lily.


"Kenapa kamu melakukan ini? Apakah hidup terlalu sulit bagi mu hingga kamu lebih memilih kematian?" ucapku pada Lily yang masih berada dalam keadaan tidak sadar.


Aku menangis sambil menggenggam tangan Lily, tanpa sadar aku tertidur. Saat aku bangun, Lily sudah tidak ada di ranjangnya, aku panik dan segera mencari Lily hingga akhirnya aku menemukan Lily berada di balkon.


"Ly, kamu ngapain di sana?" tanya ku dengan perasaan cemas dan gelisah.


"Kak Rose, Lily sudah tidak sanggup hidup lagi di dunia ini. Hidup Lily sudah hancur hingga tak memiliki apa-apa lagi. Mulai sekarang, Kak Rose harus berjuang sendirian, maafkan Lily." ucap nya dengan wajah putus asa.


Air mata membasahi seluruh wajah dan leher Lily, aku tidak tahu apa yang terjadi padanya hingga berniat untuk bunuh diri. Namun aku sudah berusaha membujuk nya meskipun itu hal yang sia-sia.


Lily melompat dari balkon yang berjarak 8 lantai dari tanah. Kepala nya membentur aspal, dia meninggal sebelum tim medis sempat memberikan pertolongan.


Setelah kejadian itu, aku kehilangan motivasi untuk hidup. Aku menguburkan jenazah Papa dan Lily di sebelah kuburan Mama.


Selama berhari-hari, aku menangis dan berlutut di depan makam keluarga ku. Aku menyesali semuanya. Aku menyesal telah memilih orang yang salah.


Aku menyesal tidak mendengarkan kata Papa dan Mama yang tidak menyetujui hubungan ku dengan pria bajingan itu. Aku menyesali semua kebodohan ku.


Andai waktu bisa kembali, aku akan menghindari bajingan yang sudah menghancurkan hidup keluarga ku.


Entah berapa lama aku menangis hingga akhirnya aku tidak sadarkan diri. Saat aku membuka mata, aku berada di kamar rumah sakit.


Seorang Nenek duduk di samping ranjang, dia menatapku dengan wajah cemas dan bertanya, "Apa yang terjadi pada gadis kecil sepertimu? kenapa kamu berada di kuburan tengah malam? Apa yang sudah kamu lalui?"


Aku tidak menjawab apapun, aku hanya menangis dan menangis lagi. Nenek itu membayar tagihan rumah sakit dan membawa ku pulang ke rumah mewahnya. Wanita baik hati itu memperkenalkan dirinya sebagai Nenek Yun.


Nenek Yun mengatakan bahwa dirinya tinggal sendirian setelah kematian anak dan menantunya dalam sebuah kecelakaan pesawat.


Setelah dua hari di sana, aku kembali ke apartemen dan membereskan barang-barang. Aku tinggal bersama nenek Yun selama tiga bulan hingga akhirnya Wilson menemukan dan menculik ku.


Pria itu membawaku ke sebuah gedung kosong dan mengurungku di dalam sebuah kamar yang gelap. Kamar itu tidak ada jendela atau pun cahaya yang masuk.


Aku berteriak meminta tolong dan berusaha membuka pintu. Dengan sekuat tenaga, berkali-kali aku mendobrak pintu, namun semua usaha ku tidak berguna. Aku duduk bersandar di balik pintu itu dan menangis tanpa henti hingga akhirnya aku tertidur.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2