
Sudah sebulan Raisa bekerja di perusahaan Wisnutama Corp. Tapi dia tidak pernah melihat Aldo bekerja seperti yang dia bilang.
" Aldo, aku tidak pernah melihat kau bekerja bersama Dani?" tanya Raisa yang di bonceng oleh Aldo saat akan berangkat bekerja.
" Oh, aku... " Aldo bingung menjawab pertanyaan Raisa. Dia hanya ditugaskan oleh kakeknya, mengecek keuangan kantor.
" Apa kau sering kabur ya, saat bekerja?" tanya Raisa menebak.
" Enggaklah, kalau kabur aku bisa di pecat. Aku hanya disuruh-suruh oleh CEO mengantarkan berkas ke kantor-kantor." Aldo menjawab asal pertanyaaan Raisa, agar dia tidak curiga kepada Aldo.
" Oh, enak dong. Pasti banyak uang tipnya?" ucap Raisa yang sudah mulai akrab dengan Aldo.
" Iya, kamu mau aku traktir?" tanya Aldo menggoda
" Enggak usah, sebaiknya uangnya kamu tabung untuk masa depanmu," saran Raisa.
"Iya, Bu Bos!" kata Aldo seraya menolehkan kepalanya ke arah Raisa.
"Amin, semoga aku jadi bos." Raisa mengaminkan ucapan Aldo.
Mereka pun sampai di kantor, dan Aldo pamitan pada Raisa untuk memarkir motornya. Padahal dia akan pergi kuliah, dan pada siang hari Aldo akan kembali untuk mengecek tugas kantor kakeknya.
Raisa masuk ke dalam kantor, dan bertemu dengan Lina.
" Sa, siapa?" tanya Lina yang baru kali ini melihat Raisa berboncengan dengan Aldo.
" Oh itu Aldo, office boy di sini juga," jawab Raisa sambil tersenyum, sambil membuka jaketnya.
" Office boy?" tanya Lina yang bingung, karena setahu dia office boy hanya Dani dan Arul.
" Iya, ya udah, aku ganti baju dulu, ya!" kata Raisa dengan langkah terburu-buru, kemudian dia berjalan menuju lift untuk menuju pantry di lantai 15.
Lina masih penasaran dengan pria yang mengantarkan Raisa, karena wajahnya tertutup dengan helm.
" Raisa, kamu di panggil ke ruang CEO." kata Feri HRD yang merupakan atasannya.
" Ada apa pak?" tanya Raisa.
" Entahlah, dia hanya menelpon ku agar memanggil mu untuk ke ruangannya." kata Feri sambil mengangkat kedua bahunya.
" Ya sudah, aku ke sana ya pak." kata Raisa.
" Eits.." Feri menahan lengan Raisa saat dia melewatinya.
" Ada apa lagi sih pak?" bingung Raisa dengan Feri yang menahan lengannya.
__ADS_1
" Jangan panggil pak, mas saja." kata Feri dengan nada memelankan suaranya.
" Maaf pak, ini di kantor aku harus menghormati bapak." kata Raisa sambil tersenyum lalu melepas pegangan tangan Feri
" Ish, susah sekali menaklukkan hatimu." gerutu Feri yang suaranya di dengar oleh Lina yang sudah di depan pintu pantry.
" Ya susahlah pak, dia kan sudah punya suami." celetuk Lina.
" Apa, dia sudah menikah?" tanya Feri yang kaget dengan jawaban Lina.
" Iya, " jawab Lina.
" Kenapa di KTPnya masih lajang?" tanya Feri.
" Ya KTP elektronik begitu lah pak, kan sudah seumur hidup. Jadi gak usah ganti lagi, soalnya data kita otomatis sudah masuk ke pemerintah."jelas Lina.
" Sial, aku gagal lagi mendapatkan wanita yang aku impikan." batin Feri yang kesal dengan penjelasan Lina.
Dia pun pergi meninggalkan Lina, dan menuju ruangan nya.
" Ckckck .. Dasar bujang lapuk, makanya jangan judes jadi cowok." gerutu Lina yang menertawai atasannya.
Sementara Raisa naik ke lantai 17 menuju ruang CEO. Dalam hatinya bertanya-tanya, apakah dia sudah melakukan kesalahan sehingga harus di panggil oleh CEO?
" Tok, tok, tok..."
" Masuklah..." jawab seseorang dari dalam ruangan.
Raisa masuk ke dalam ruangan, dengan perasaan kelu dia melangkahkan kakinya menuju CEO yang telah menunggunya.
" Bapak memanggil saya?" tanya Raisa gugup dan gemetar.
" Kamu Raisa Ekasuci?" tanya Wisnu sambil memegang dagunya.
" Iya Pak, ada apa bapak memanggil saya?" tanya Raisa ragu.
" Di perusahaan ku ada beasiswa untuk pegawai yang ingin melanjutkan kuliah. Dan kau terpilih sebagai kandidat nya, apakah kau bersedia?" tanya Wisnu, sebenarnya dia enggan ikut campur masalah cucunya. Karena dia berpikir kalau wanita yang dihadapannya telah bersuami.
Namun Aldo tetap kekeh pada pendiriannya untuk membuat Raisa bahagia.
" Kuliah? Apa saya gak salah pak? Biaya kuliah kan mahal, apa nanti harus di potong gaji?" tanya Raisa dengan bermacam pertanyaan.
" Tidak, sekali lagi kalau kau berniat untuk kuliah silakan menghubungi sekertaris ku. Dia akan mengurus semuanya." ucap pimpinan paling bijak di perusahaan Wishnutama.
" Ba, baik pak. Saya akan terima beasiswa ini." kata Raisa dengan senyum yang gembira.
__ADS_1
" Ya sudah kau kembali bekerja." perintah Wisnu.
" Terima kasih pak, saya pamit." pamit Raisa yang menundukkan badan nya, lalu pergi meninggalkan ruangan CEO.
Hatinya begitu gembira, walaupun hanya seorang cleaning servis tapi dia dapat kesempatan kuliah. Dan semua biayanya di tanggung oleh perusahaan.
Perusahaan Wisnutama memang selalu memberikan beasiswa pada karyawan berprestasi untuk melanjutkan sekolah. Namun tidak bagi Raisa, beasiswa itu adalah usulan dari Aldo.
Raisa belum ada sebulan bekerja, dan itupun belum menerima gaji. Seharusnya dia belum dapat kesempatan untuk mendapatkan beasiswa.
Wajahnya begitu gembira, dia selalu tersenyum pada semua orang yang di lewatinya.
" Sa, jangan senyum terus nanti aku bisa jatuh cinta." Ledek Dani yang sedang mengepel lorong.
" Aku sedang bahagia, seenggaknya orang harus tahulah." ucap Raisa yang kembali tersenyum.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, seluruh staf pegawai beristirahat. Sebelum makan, Raisa melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.
Selesai beribadah, dia langsung menuju pantry untuk memakan bekal makanan yang tadi pagi dia masak.
" Sa, kamu enak banget tiap hari bawa bekal. Alu mau bawa bekal tapi belum bisa masak." keluh Lina yang mencebikkan bibirnya.
" Memang ibumu tidak masak?" tanya Raisa.
" Ibu gak pernah masak pagi, dia selalu belanja dan gosip di tukang sayur." gerutu Lina.
" Ya sudah, besok aku bawanya lebih ya. Jadi kamu bisa makan siang denganku." kata Raisa, " Oh iya, kamu mau?" Raisa menawarkan bekal yang dia bawa.
" Enggak Sa, aku beli di kantin aja. Nanti kalau jatah makanmu berkurang, dan tubuhmu kurus bisa-bisa Faisal marah padaku." ledek Lina.
" Ish kamu, " Raisa mencubit pelan perut Lina.
" Ya udah aku ke bawah dulu ya." kata Lina.
Raisa kembali melanjutkan makan siangnya dengan perlahan.
" Sa, " terdengar suara pria memanggil nya.
" Eh Aldo, kamu kemana aja baru kelihatan?" tanya Raisa yang melihat Aldo sudah berdiri di depan pintu pantry.
" Aku di suruh ke kantor cabang untuk mengantarkan berkas." jawab asal Aldo yang baru saja pulang dari kuliahnya.
" Oh, kamu sudah makan?" tanya Raisa sambil menawarkan bekal bawaannya.
" Sudah, eh tapi kayaknya makanan itu enak ya." kata Aldo yang tidak sungkan mencicipi makanan Raisa.
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan vote mu ya guys.