Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 20: Mengundurkan diri


__ADS_3

Pagi pun tiba, rencana Raisa saat ini adalah sehabis kuliah dia akan melamar pekerjaan sebagai guru tari.


Karena kemarin dia sudah menghubungi nomor yang terdapat di papan pengumuman.


Raisa berangkat dengan Faisal, dan turun di halte busway seperti biasanya.


Dari kejauhan terlihat Aldo sedang mengamati Raisa, yang berjalan cepat menuju halte.


Dia tahu jadwal Raisa hari ini akan ke kampus lalu ke kantor. Sayangnya Aldo beda jurusan dengan Raisa, maka dia berada di gedung yang berbeda.


Lalu Aldo menjalankan mobilnya, setelah melihat Raisa sudah naik busway.


****


" Selamat ya, kamu di terima. Dan besok sudah mulai bekerja." kata Melati pemilik sekolah tari.


" Terima kasih mbak, saya memang ingin sekali mengajar tari pada anak-anak." kata Raisa.


" Baiklah, besok kamu harus datang jam delapan tepat. Dan pulang jam dua belas, kalau kamu ingin melanjutkan kuliah nanti ajukan beasiswa." kata Melati seraya menjabat tangan Raisa.


" Baik mbak, terima kasih atas kesempatan nya. Saya akan berusaha mengajar dengan baik di sekolah ini." tutur Raisa bahagia.


Sejenak dia melupakan kesedihan yang sedang melandanya.


Raisa akan memindahkan jadwal kuliahnya menjadi sore. Karena tinggal satu tahun lagi dia mendapatkan gelar S1.


Sepulang dari sekolah tari, Raisa memutuskan untuk mengunjungi keluarga nya. Sudah lama sekali dia tidak mendatangi kedua orangtuanya.


Selama dia bekerja, hanya mentransfer uang saja dan tidak pernah bermain. Karena Raisa sangat sibuk dengan kerja dan kuliahnya.


Namun sebelum pergi ke rumahnya, dia akan mengajukan pengunduran diri di kantor Wisnutama Corp.


Dan mungkin biaya kuliah setahun kedepannya akan dia bayar sendiri. Karena dia tidak lagi bekerja di sana untuk esok dan seterusnya.


Raisa menaiki busway yang menuju ke arah kantor.


****


Aldo mencari keberadaan Raisa di gedung seni tari. Namun tak juga dia temukan, lalu dia bertanya pada Susi teman sekelasnya yang pernah kenalan dengan nya.


" Sus, Raisa mana?" tanya Aldo yang mendekati Susi.


" Loh bukannya kamu sering bareng sama dia?" tanya Susi balik.


" Hari ini aku tidak berangkat bareng sama dia, makanya sekarang nyari dia mau jemput dia." kata Aldo mencari alasan.


" Setahuku Raisa langsung pulang, dan tadi dia bilang mau ke sekolah tari." kata Susi, " Aku pikir mau dianter sama kamu." ucapnya.


" Sekolah tari? Ada urusan apa Raisa ke sana?" tanya Aldo penasaran.

__ADS_1


" Enggak tahu, sebaiknya kamu tanya aja langsung. Bukannya kamu pacarnya?" ledek Susi.


Aldo hanya menyunggingkan senyuman nya, teman kampus Raisa tidak ada yang tahu kalau dia sudah menikah. Dan mereka mengira Aldo adalah pacarnya.


" Ya sudah, aku duluan ya." pamit Aldo pada Susi yang sedang duduk di warung bakso


" Iya, " jawab Susi.


Lalu Aldo pergi meninggalkan kampusnya, dan menuju kantor. Dia bermaksud ingin mengembalikan ponsel Raisa yang kemarin tertinggal.


Pastinya Raisa sudah sampai di kantor, jadwal kuliah nya sudah selesai satu jam yang lalu.


Saat mobilnya telah sampai dia kantor, dia melihat Raisa yang masuk ke dalam kantor masih membawa tasnya.


" Jadi dia baru datang?" batin Aldo yang langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Raisa.


Terlihat Raisa sudah masuk ke dalam lift dan akan naik ke lantai 15.


Aldo pun sekarang naik ke lantai 17 menggunakan lift. Karena dia tidak perlu menutupi lagi siapa dirinya, yaitu seorang CEO pengganti Wisnu sang kakek.


Semua orang menunduk kepada nya, karena mereka sudah mengetahui kalau Aldo adalah CEO baru mereka.


Namun sampai saat ini, Raisa masih belum tahu kalau Aldo adalah CEO.


Raisa sudah sampai di lantai 15, dia langsung menemui Lina.


" Lin, " panggil Raisa yang sudah berdiri di depan pintu.


" Aku mau mengundurkan diri " kata Raisa dengan suara lemahnya.


" Apa? Apa aku gak salah dengar?" tanya Lina sambil menyipitkan kedua matanya.


" Enggak Lin, aku sudah di terima di sekolah tari." ungkap Raisa dengan senyum mengembang.


" Wah selamat ya, " ucap Lina dengan riang dan memeluk Raisa.


" Hey, hey ada apa ini?" tanya Dani yang datang membawa gelas kotor di atas nampan.


" Raisa mau mengundurkan diri." jawab Lina yang melepaskan pelukannya.


" Hah, kok kamu senang sih mukanya?" bingung Dani yang melihat raut wajah bahagia di muka Lina.


" Iya aku senang dong akhirnya dia di terima di sekolah tari, itukan memang bakat dia sejak dulu." kata Lina yang menyanjung Raisa.


" Ah kamu Lin, jangan lebay deh." kata Raisa yang mencubit lengan Lina.


" Oh iya, aku mau keruangan Pak Feri untuk pamit." kata Raisa.


Kemudian Raisa berjalan ke ruangan HRD, tempat Feri berada.

__ADS_1


" Permisi pak." sapa Raisa yang mengetuk pintu lalu memunculkan kepalanya di pintu yang sudah sedikit terbuka.


" Eh cantik, masuk sini." puji Feri.


Raisa pun masuk ke dalam ruangan dan duduk di hadapan Feri.


" Pak, sebelumnya saya minta maaf kalau ada salah." ucap Raisa sambil tersenyum.


" Loh memang kamu mau kemana pakai minta maaf segala." kata Feri yang mengamati wajah cantik Raisa dengan tatapan serius.


" Saya mau mengundurkan diri, karena besok harus bekerja do tempat lain." jawab Raisa.


" Apa? Kamu mau pindah?" kaget Feri, " Yah tidak adalagi deh wajah cantik dan segar di sini. " gumam Feri.


" Kenapa Pak?" tanya Raisa yang sedikit mendengar suara Feri.


" Eh enggak, " jawab Feri.


" Iya walaupun kamu sudah bersuami, tapi aura kecantikan mu membuat aku semangat bekerja." batin Feri yang menatap nanar ke arah Raisa.


" Pak, kenapa bengong?" tanya Raisa.


" Eh enggak apa-apa." kilah Feri.


" Pak, soal beasiswa kuliah nanti biar saya yang membayar. Karena pasti nya kalau saya keluar dari kantor, otomatis biayanya berhenti kan pak?" tanya Raisa.


" Oh soal biaya, itu sudah di bayar full sampai kamu mengambil S1." ucap Feri.


" Apa? Tapi memang masih bisa pak, kan saya sekarang pamit undur diri." kata Raisa memastikan.


" Kebijakan perusahaan, dan permintaan CEO sendiri." kata Feri menjelaskan.


" Oh ya sudah, kalau begitu saya pamit ya pak. Dan minta tolong bilang sama CEO, kalau saya sangat berterima kasih padanya." ucap Raisa.


" Iya, iya.. Semoga kamu betah di tempat kerja yang baru." kata Feri seraya menjabat tangan Raisa.


Raisa pun pergi dari ruangan HRD menuju pantry. Dan di sana sudah ada Lina, yang sedang membuatkan kopi susu.


" Lin, kamu lagi bikin apa?" tanya Raisa.


" Aku lagi bikin kopi susu untuk CEO baru." jawab Lina yang masih sibuk mengaduk sendok ke cangkir.


" Aku pamit ya, maafkan aku kalau aku sering buat salah." kata Raisa yang memeluk Lina.


" Ya elah kayak orang jauh aja, kan kita juga bisa ketemu di rumah." Canda Lina.


" Eh iya, tapi kayak di sinetron biar sedih." kata Raisa yang melepaskan pelukannya.


Lalu Raisa meninggalkan kantor tempat dia pertama kali di terima bekerja.

__ADS_1


-


Silakan like dan berikan komentar mu


__ADS_2