
" Raisa.." suara yang tak asing pun terdengar di telinga Raisa.
Raisa langsung menoleh ke arah samping, saat dia akan keluar gerbang sekolah.
" Aldo.." lirihnya.
Aldo menghampiri Raisa, " Aku antar pulang." kata Aldo sambil membungkukkan badannya.
" Apa kau tidak punya kerjaan?" tanya Raisa yang heran dengan keberadaan Aldo setiap saat.
" Ini sudah jam pulang kantor, dan aku sudah menunggu mu dari satu jam yang lalu." kata Aldo dengan wajah memelas.
" Aku tidak menyuruh mu." jawab Raisa dengan wajah yang malas.
" Mengapa kau keluar terlambat?" tanya Aldo.
" Eh Mas Aldo, mau jemput istrinya ya?" tanya salah seorang wali murid yang sedang menjemput anaknya. Kebetulan sang anak adalah siswa yang ikut kompetisi, jadi pulangnya lebih sore.
" Istri?" batin Raisa sambil melihat ke arah Aldo, dan Aldo hanya tersenyum menanggapi pertanyaan wali murid.
" Iya.." jawaban Aldo yang membuat Raisa gusar.
" Bu Raisa beruntung loh punya suami kaya, terkenal, tampan lagi." kata ibu-ibu yang akan masuk ke dalam sekolah mencari anaknya.
Raisa hanya tersenyum pias menanggapi nya.
" Mari bu, saya pulang dulu." potong Raisa seraya menggandeng tangan Aldo, untuk mengakhiri perbincangan.
Aldo langsung melambaikan tangan untuk pamit pada wali murid, yang akan menjemput anaknya.
Raisa dan Aldo sudah masuk ke dalam mobil. Kemudian Aldo mendekati Raisa, dan jantung Raisa terdengar berdegup kencang. " Dugh, dugh!"
Reflek Aldo langsung menoleh ke arah Raisa, hingga tak ada jarak antara wajahnya dengan Raisa.
Raisa langsung memejamkan kedua matanya, dia berpikir Aldo akan mencium nya. Aldo hanya tersenyum dan gemas melihat calon istri nya memejamkan matanya. " Mungkin dia berpikir aku akan menciumnya nya?"
Lalu Aldo mengambil tali seat belt, dan menariknya kemudian menguncinya. " Aku tidak akan lagi memaksa mu lagi." batin Aldo.
" Kenapa kau memejamkan mata?" tanya Aldo yang sudah duduk di bangku nya.
Raisa langsung membuka kedua matanya, dia sungguh berpikir Aldo akan mencium nya. Muka Raisa langsung merah merona, " Ah tidak." jawabnya dengan memalingkan wajahnya ke jendela kaca mobil.
Aldo langsung melajukan mesin mobil nya. Dalam perjalanan tak ada pembicaraan, karena Raisa merasa sangat malu.
" Kau mau makan apa?" Aldo membuka pembicaraan.
" Aku sudah kenyang." jawab Raisa tanpa menoleh ke arah Aldo.
" Ya sudah, aku mau ke restoran ayam Kentucky. Karena Alesha mau di belikan es krim." kata Aldo berbohong, padahal dia ingin berlama-lama dengan Raisa.
Aldo membelokkan mobilnya menuju restoran cepat saji, yang menyediakan ayam Kentucky.
" Kau mau turun?" tanya Aldo sambil membungkukkan badan dengan kepala menghadap jendela mobil.
Raisa bingung, dia tidak ingin kehebohan terjadi seperti saat di sekolah. Karena kata wali muridnya, Aldo merupakan pengusaha terkenal. Pasti para gadis dan ibu-ibu akan mengerumuninya.
__ADS_1
Aldo melihat Raisa hanya terdiam, dia langsung berbalik badan dan berjalan meninggalkan Raisa.
Hampir lima belas menit Raisa menunggu, tak ada tanda-tanda kemunculan Aldo.
" Krucuk, krucuk.." suara perutnya mulai bernyanyi.
" Apa aku keluar ya menyusul Aldo?" Raisa bermonolog sendiri. Karena perutnya sudah berdendang, maka ia putuskan untuk menghampiri Aldo.
Raisa keluar dari mobil Aldo, menuju restoran cepat saji.
Saat memasuki pintu, dia melihat banyak gadis dan ibu-ibu yang berkumpul seperti ada jumpa fans.
" Jangan bilang kalau di kerumunan itu ada Aldo!" batin Raisa yang langsung menghampiri kerumunan.
Kepala nya melongok ke atas, ingin melihat seseorang yang sedang dalam kerumunan.
" Raisa.." panggil Aldo yang baru saja keluar dari toilet.
Kepala Raisa langsung menoleh ke arah suara, yang memanggil nya.
" Huft.." terdengar hembusan nafasnya, " Aku pikir Aldo." lirih Raisa.
Kemudian Raisa menghampiri Aldo yang sedang mengantri.
" Kenapa kau belum memesan makanan?" tanya Raisa yang berdiri di samping Aldo.
" Maaf, tadi aku sakit perut dan terpaksa harus buang air dulu." kata Aldo seraya tersenyum cengengesan.
" Iya sudah, aku menunggu di sana." kata Raisa yang menunjukkan jarinya ke arah dekat jendela.
" Ada apalagi?" tanya Raisa malas.
" Mau makan apa?" tanya Aldo.
" Sama dengan mu." jawab Raisa yang langsung berjalan menuju meja di dekat jendela.
Selang beberapa menit setelah pesanan nya di buat, Aldo langsung menghampiri Raisa.
" Ini pesanan nya Nyonya.." goda Aldo yang sudah menaruh nampan berisi dua burger cheese, dua paket ayam dan nasi serta dua minuman bersoda ditambah kentang goreng.
" Ini semua muat di perutmu?" tanya Raisa sambil melihat makanan yang banyak di hadapannya.
" Kan berdua dengan mu." jawab Aldo.
" Kau ingin membuatku gemuk ya?" tatapan tajam Raisa mengarah ke Aldo.
" Aku kan tidak tahu mana kesukaan mu." jawab Aldo memelas.
" Aku makan kentang dulu." kata Raisa yang langsung mengambil kentang goreng.
Aldo senang sekali bisa makan berdua dengan Raisa. Sebelumnya dia telah menelpon papanya, untuk menjaga Alesha. Karena hari ini dia akan mengajak Raisa makan bersama.
Canda dan tawa mengiringi makan malam mereka. Tanpa sadar Raisa melupakan Alesha yang berada di rumah.
" Pak Aldo?" sapa Bianca yang merupakan sekertaris Aldo.
__ADS_1
" Bi, " balas Aldo.
Lalu Bianca melihat ke arah Raisa dengan tatapan sinis.
" Dia siapa pak?" tanya Bianca yang berdiri di sebelah Aldo sambil membawa nampan berisi pesanan nya.
" Dia istriku." jawab Aldo dengan nada santai.
Raisa memicingkan kedua matanya, seolah kesal karena Aldo selalu memperkenalkan Raisa sebagai istrinya.
Aldo tidak memperdulikan tatapan kesal dari Raisa, dia tetap melanjutkan makan malam nya.
" Istri? Kok saya tidak tahu kalau anda sudah menikah?" tanya Bianca sambil melirik ke arah Raisa.
" Apa semua hal pribadi ku harus ku beritahu kepada mu?" sahut Aldo, " Ya sudah kamu cari tempat sana, jangan ganggu kami." kata Aldo yang mengusir Bianca.
Lalu Bianca pergi dengan wajah kesal, berjalan dengan menghentakkan kedua kaki nya.
" Siapa dia?" tanya Raisa yang sudah menyelesaikan makanannya.
" Kenapa kau tidak habis kan makanan itu?" tanya Aldo yang mengalihkan pembicaraan.
" Aku sudah kenyang, dan kau tahu porsi makan ku tak sama dengan mu yang seperti kuli." ejek Raisa.
" Kau belum menjawab pertanyaan ku, siapa dia?" tanya Raisa.
" Dia sekertaris ku." jawab Aldo.
" Oh.." sahut Raisa.
" Kenapa? Kau cemburu?" goda Aldo.
" Untuk apa aku cemburu, " ucap Raisa yang langsung memalingkan wajahnya, dia melihat ada Fay yang baru saja keluar bersama seorang wanita.
" Aldo.." panggil Raisa yang masih menatap Fay.
" Iya, " jawab Aldo dengan tangan yang masih sibuk mencuil sepotong ayam.
" Bukankah Fay masih berpacaran dengan Katie?" tanya Raisa.
" Sudah putus." jawab Aldo.
" Pasti karena wanita itu?" kata Raisa yang menunjukkan jari telunjuknya ke arah Fay.
Aldo langsung melihat jari telunjuk Raisa yang mengarah ke Fay.
" Oh baguslah, untung Katie sudah putus. Kalau tidak, dia bisa sakit hati." ucap Aldo dengan santainya.
" Tapi gak secepat itu dia menggantikan posisi Katie!" geram Raisa.
" Raisa, dia itu suka sama kamu." batin Aldo.
" Dan aku tidak akan membiarkan Fay mendekati mu."
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu.