Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 43: Tawaran untuk Alesha


__ADS_3

" Terima kasih, karena kau telah membantu ku." kata Aldo.


" Aldo, panggil aku papa." kata Arifin seraya menepuk pundak Aldo.


" Papa..." ucap Aldo yang langsung memeluk Arifin.


Kini ayah dan anak pun kembali di pertemukan. Aldo mengajak Arifin ke rumahnya, memberitahu tentang kenangan ibunya.


Aldo bertanya pada Arifin tentang Raisa, dan kini Arifin tidak bisa mengelak lagi.


Ternyata anak perempuan yang selama ini bersama nya adalah cucunya. Pantas saja Arifin merasa begitu dekat dengan Alesha.


" Aldo, Alesha memang anakmu." kata Arifin.


Aldo sangat bahagia, dia memang memiliki feeling tentang Alesha.


" Tapi, Raisa tidak ingin kau mengetahui nya. " kata Arifin.


" Apa alasannya?" tanya Aldo yang penasaran.


" Raisa sangat membencimu." jawab Arifin.


" Iya aku tahu." jawab Aldo dengan wajah yang murung.


" Dia begitu menderita, sampai memutuskan ingin bunuh diri." kata Arifin.


" Aku menyesal, tapi aku sangat mencintai nya. Entah wajahnya saat itu selalu terbayang di mataku, hingga aku harus melakukan hal yang membuat dia sangat membenciku." kata Aldo penuh penyesalan.


" Kau tahu saat Raisa datang ke rumah mu waktu malam?" kata Arifin.


" Dan aku menemukan nya sudah tergeletak di jalanan." sambungnya, " Sesudah sadar, Raisa menceritakan semuanya kepada ku, layaknya bercerita anak kepada ayahnya. Dia tidak ragu menyatakan segala perasaan nya saat itu." tutur Arifin.


" Apa saja yang dia ceritakan?" tanya Aldo dengan raut wajah serius.


" Dia di usir oleh suaminya, saat tahu kalau anak yang di dalam kandungannya bukanlah darah dagingnya." kata Arifin.


" Iya, aku tahu. Kata Faisal, dia tidak ingin meniduri Raisa karena dia ingin fokus sekolah dan kerja." jawab Aldo yang dia dengar langsung dari Faisal.


" Faisal mandul, dan punya penyakit impoten. Sehingga dia tidak bisa melayani Raisa." kata Arifin.


" Apa? Pantas!" lirih Aldo.


" Dan Raisa merupakan gadis yang polos, awalnya dia tidak menyadari akan hal itu. Namun karena dia telah kau perkosa, dan hamil. Maka Faisal mengaku kalau dia mandul." kata Arifin.


" Raisa sangat tertekan, kala itu dia memutuskan untuk bunuh diri. Karena dia merasa tidak melakukan kesalahan. Dia adalah korbannya, korban perkosaan dan juga korban kebohongan suaminya. Sangat miris keadaan Raisa kala itu." kata Arifin.


" Apakah sakitku selama sembilan bulan adalah karena Raisa mengandung anakku?" batin Aldo berpikir.


" Itulah kenapa dia sangat membenci mu." kata Arifin menjelaskan.


Aldo tertunduk lesu, dia merasa sangat bersalah pada Raisa.


" Pah, bantu aku agar Raisa mau menerimaku." pinta Aldo memohon.

__ADS_1


" Akan papa usahakan, bagaimana pun juga Alesha adalah cucu papa." kata Arifin sambil tersenyum.


" Pah, kenapa Raisa memberikannya nama Alesha pada anak kami?" tanya Aldo.


" Aku yang memberikan nama itu, aku teringat dengan ibumu. Dia mempunyai nama yang indah, dan wajah yang cantik." tutur Arifin seraya membayangkan Alesha.


Setelah lama mereka berbincang-bincang di kamar Alesha, kini mereka melanjutkan pekerjaannya.


****


" Bu Raisa, ada undangan untuk Alesha." kata Adelle yang menyerahkan kertas undangan.


" Undangan apa bu Adelle?" tanya Raisa sambil menerima amplop berisi kertas undangan.


" Seperti nya dari stasiun televisi nasional." jawabnya yang melihat logo di sudut kiri atas.


Raisa membuka isi di dalam amplop, dan membaca nya.


" Undangan wawancara tentang perkembangan anak autisme, yang mendapatkan penghargaan juara satu dalam ajang penari balet internasional." ucap Raisa pelan.


" Wah, selamat ya bu. Alesha akan menjadi artis terkenal." kata Adelle sambil bertepuk tangan.


Semua guru bertepuk tangan, mereka gembira dengan undangan yang di terima oleh Raisa.


Sekolah mereka akan ikut terkenal, dan pastinya akan banyak orang tua yang akan mendaftar di sekolah.


" Terima kasih ya bu Raisa, berkat anda sekolah kami menjadi terkenal. Dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain." ucap Calantha yang merupakan teman dari Merlin.


Calantha adalah ibu dari Fay, dan juga istri dari Johnson. Namun Raisa tidak mengetahuinya, dan juga Calantha.


" Raisa, kami tidak pernah memandang status sosial, mau pun kekurangan fisik seorang anak. Karena di balik kekurangan mereka pasti punya kelebihan." ujar Calantha yang menguatkan hati Raisa.


" Terima kasih bu." kata Raisa.


****


Malam pun tiba, seluruh penghuni rumah berkumpul di ruang makan.


Di saat mereka sedang menyantap makanan nya, Raisa mulai membuka pembicaraan.


" Bu, Alesha mendapatkan undangan dari stasiun televisi swasta. " lapor Raisa.


" Oh iya, kabar bagus dong." kata Merlin dengan senyum suka cita, " Undangan apa?" tanyanya.


" Wawancara tentang tumbuh kembang Alesha yang menderita autisme, lalu berhasil menjuarai lomba balet internasional." kata Raisa antusias.


" Wah dek Ale, kamu benar-benar hebat." puji Katie seraya mengangkat ibu jari tangan nya, yang berhadapan dengan Alesha.


Alesha tersenyum, dia belum paham yang pasti saat namanya di sebut kepala nya merespon panggilan.


" Kapan wawancara nya?" tanya Merlin.


" Minggu depan, dan Ale juga harus mempraktekkan tari baletnya." ujar Raisa.

__ADS_1


" Aku akan off mengambil libur untuk menghadiri acara Alesha." kata Merlin penuh semangat.


" Terima kasih bu, " jawab Raisa.


" Aku juga mau ikut .." rengek Beby.


" Oh iya, video call papa. Kasih tahu kalau Ale mau masuk televisi minggu depan." usul Katie.


" Aku mau ambil handphone dulu." Katie langsung bangun dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil ponsel.


" Ale, kamu memang berbakat." puji Merlin.


Kemudian Katie datang dengan handphone, yang sudah menunggu panggilan.


" Halo, pah!!" sapa Katie sambil melambaikan satu tangannya.


" Iya Katie ada apa? Papa lagi di proyek, gak kedengaran suaranya." teriak Arifin.


" Ya udah, kalau selesai langsung telepon balik ya." balas Katie sambil mengerucutkan bibirnya.


" Kenapa Kat?" tanya Merlin.


" Papa lagi di proyek, jadi gak bisa video call." rajuknya.


" Iya nanti kan dia telpon lagi, acaranya juga masih seminggu lagi." tutur Merlin yang membela sang ayah.


****


Beberapa jam kemudian, Arifin menelpon mereka. Namun karena perbedaan waktu, maka mereka sudah tertidur lelap.


Arifin langsung menghubungi Merlin, dia tahu kalau istrinya pasti belum tidur.


" Halo, Merlin!" panggil Arifin melalui sambungan telepon seluler nya.


" Halo, iya pah?" kata Merlin menjawab.


" Tadi Katie mau bicara soal apa?" tanya Arifin.


" Alesha mendapatkan tawaran wawancara di televisi nasional." jawab Merlin.


" Wah bagus dong, mah!" kata Arifin yang merasa senang.


" Iya, mereka ingin memberitahu papa. Acaranya minggu depan." sambung Merlin.


" Baiklah, aku akan pulang dengan Aldo. Sekalian aku mau buat kejutan." tutur Arifin.


" Kejutan apa, Pah?" tanya Merlin.


" Rahasia, nanti kamu juga akan tahu. Kalau di kasih tahu sekarang, jadi gak surprise." canda Arifin.


" Ih papa, sama istri sendiri kok main rahasia-rahasiaan." rajuk Merlin.


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2