Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 78


__ADS_3

" Kak Raisa..." ucap Reni terkejut dengan kehadiran Raisa.


" Bu guru..." panggil Alesha.


" Kalian pada kenapa sih?" geram Bu Leha yang melihat anak-anak nya begitu akrab dengan Raisa.


" Bu, aku sudah meminta maaf pada Kak Raisa." kata Reni yang mendekati ibunya.


" Minta maaf soal apa?" tanya Bu Leha.


" Selama ini kita sudah jahat sama dia, dan kita harus meminta maaf padanya bu." kata Reni seraya memegang tangan Bu Leha.


Bu Leha yang merasa malu, akhirnya dia langsung masuk ke dalam kamarnya.


" Maafkan aku yang mengganggu kalian." kata Raisa.


" Enggak kok Kak! Aku senang kalau kakak main ke rumah." kata Reni yang senang dengan kehadiran Raisa.


" Bu, ibu..." panggil Maria yang masuk ke dalam rumah.


" Raisa.." kaget Maria melihat kehadiran Raisa.


" Kak Maria." Panggil Raisa


" Ma-mau apa ka-mu kesini?" jawabnya gugup, karena dia merasa malu pada Raisa.


" Aku hanya ingin bersilaturahmi, karena sudah lama tidak mampir ke sini." kata Raisa


Lalu masuklah anak-anak Maria, yang kini usia nya sudah bertambah.


" Robi, Anis kalian salaman sama tante Raisa." kata Maria yang menyuruh kedua anaknya menyalami Raisa.


" Tante." sapa Robi yang sudah mengenali Raisa.


Dulu saat Raisa masih tinggal di rumah itu, usianya masih lima tahun. Dan usia Anis baru dua tahun.


Raisa kembali teringat kejadian masa lalu, yang membuatnya geram tinggal di rumah ini. Namun dia tepis, karena dia berniat untuk bersilaturahmi.


" Robi, Anis ini untuk kalian." kata Raisa seraya mengeluarkan uang seratus ribu pada kedua anak Maria.


" Terima kasih Tante." kata Robi yang menerima uang dari Raisa.


Mereka mengajak bermain Alesha di depan rumah.


Raisa duduk berhadapan dengan Faisal, mereka terlihat canggung.


" Kau cantik sekali." puji Faisal membuka pembicaraan.


" Terima kasih." jawab Raisa.


" Maafkan aku, Raisa dulu-" ucapan Faisal terhenti, karena di potong oleh Raisa.


" Aku sudah menguburnya, dan aku hanya ingin hubungan kita menjadi saudara." kata Raisa.


Tiba-tiba suara telepon Raisa pun berdering, kemudian dia meminta ijin Faisal untuk menjawabnya.


" Maaf aku mau menjawab telepon." kata Raisa yang langsung mengambil handphone di tasnya.

__ADS_1


" *Halo "


" Halo, Raisa. Apakah Alesha sudah pulang sekolah?"


" Sudah, memang ada apa?"


" Kita harus kembali ke Perancis, dan sepertinya akan lama. Karena aku harus mengurusi proyek yang baru aku tanda tangani."


" Baiklah, aku akan segera pulang."


" Aku tunggu, sayang! I love you*.."


Kemudian Raisa mematikan ponselnya, dan memasukkan ke dalam tas.


Sebenarnya alasan Aldo menghubungi Raisa, karena di beritahu oleh Deni. Dia cemburu, jika Raisa berkunjung ke rumah Faisal.


" Maaf, aku harus pulang. Karena suamiku menghubungi ku." kata Raisa.


" Iya, aku tahu." kata Faisal.


" Aku pamit pulang, dan salam untuk ibumu." kata Raisa yang langsung berjalan menuju Alesha.


" Raisa tunggu." panggil Bu Leha yang keluar dari kamarnya.


Raisa pun menghentikan langkahnya, dan berbalik menghadap Bu Leha.


Bu Leha berlari memeluk Raisa, " Maafkan ibu ya." katanya sambil menangis.


" Iya bu, aku sudah memaafkan ibu." kata Raisa yang membalas pelukannya.


" Aku pamit pulang." kata Raisa yang langsung mencium tangan nya.


***


Sesampainya di rumah terlihat Aldo, sudah menunggu Raisa di depan pintu.


" Kau sedang apa berdiri di situ?" Tanya Raisa sambil memperhatikan suaminya dari atas hingga bawah.


" Aku sedang menunggu mu, khawatir kalau hatimu akan berpindah lagi ke mantanmu." ucap Aldo dengan nada ketus.


" Apa maksud mu?" tanya Raisa sambil menatap intens Aldo.


" Bukankah kau habis ke rumah Faisal?" tanya Aldo.


Kemudian Raisa melirik ke arah Deni, dan Deni terlihat menundukkan kepalanya karena takut.


" Jadi kau cemburu?" tanya Raisa, " Ya sudah." kata Raisa yang langsung masuk ke dalam rumah.


" Dengarkan aku Raisa, aku tidak ingin kau kembali lagi pada mantan-" ucapan Aldo terhenti, karena mulutnya di bekap oleh Raisa.


" Kau tahu ada Ale?" kata Raisa sambil membekap mulut Aldo. Kemudian dia melirik ke arah Alesha.


" Bi Zainab, bisa bawa Alesha?" panggil Raisa.


" Iya Non!"jawab Bi Zainab.


Alesha langsung di bawa oleh Bi Zainab ke kamar nya.

__ADS_1


" Apa kamu mau ribut?" tanya Raisa yang menantang Aldo.


" Aku cemburu." balas Aldo yang membuka mulutnya yang di bekap oleh Raisa.


Kemudian Aldo langsung memeluk Raisa, dan mencium nya. Usai mencium, dia menggendong Raisa sambil berjalan menuju kamarnya.


Aldo tidak memperdulikan banyak pasang mata, yang melihat nya menggendong Raisa sambil menciumnya.


Sesampainya di kamar, Aldo langsung merebahkan Raisa di tempat tidur. Dengan cepat tangan nya, menggerayangi tubuh Raisa.


Sore yang menggairahkan untuk mereka, menyatukan hasrat yang sudah lama terpendam. Karena sejak dua minggu, mereka tidak tidur bersama.


Bi Zainab menjaga Alesha agar tidak masuk ke kamar. Dia tahu jika tuannya jarang mengunci pintu kamar. Takutnya jika Alesha tiba-tiba membuka pintu, dan melihat adegan dewasa di hadapannya.


Usai melakukan penyatuan, kepala Raisa tertidur di lengan Aldo. Cukup melelahkan baginya, karena Aldo benar-benar tak memberikan nya istirahat.


" Mas, apa kau tidak percaya padaku?" tiba-tiba Raisa melontarkan pertanyaan pada Aldo.


" Apa?" balik Aldo bertanya, sambil mengelus rambut Raisa.


" Aku hanya bersilaturahmi pada keluarga Faisal, dan maaf aku tidak meminta ijin padamu. " kata Raisa sambil mendongakkan kepalanya.


" Aku tahu, kau pasti akan marah. Tetapi aku benar-benar hanya ingin bersilaturahmi pada keluarga nya." kata Raisa sambil memainkan tangannya di dada Aldo.


" Iya aku percaya." kata Aldo sambil mengecup puncak kepala Raisa.


" Apa benar kita akan pergi ke Perancis?" tanya Raisa.


" Iya, karena aku harus fokus menjalankan bisnis ku di sana." kata Aldo.


" Sebelum berangkat, aku ingin pamit pada orang tuaku." kata Raisa yang kini duduk dihadapan Aldo. Terlihat dadanya yang polos tanpa selimut. Membuat Aldo kembali menginginkannya.


" Apa kau menggoda ku?" kata Aldo seraya matanya menatap ke arah tubuh Raisa.


Dengan cepat Raisa langsung mengambil selimut, dan menutup tubuh nya.


" Ih kamu, selalu saja mesum." kata Raisa yang mencubit hidung Aldo.


Mereka kembali bercanda berdua, seolah masih seperti pacaran. Dan melupakan Alesha, yang ingin masuk ke kamar.


Alesha pun di ajak jalan-jalan oleh Bi Zainab, dengan naik mobil bersama Udin.


" Tumben Bi, jalan gak ngajak Non?" tanya Udin yang tidak mengetahui aktivitas tuan rumah nya.


" Mereka sedang berbulan madu." jawab Bi Zainab.


" Oh..." jawab Udin yang mengerti.


" Bi, memang di bulan ada madunya?" tanya Alesha dengan polos nya.


" Eh, mmm..." Bi Zainab bingung harus menjelaskan bulan madu pada Alesha.


" Di bulan gak ada madu non Ale, " jawab Udin asal.


" Udin, kamu gak usah jawab." bentak Bi Zainab sambil memukul bahu Udin.


" He, he, he..." jawab Udin terkekeh.

__ADS_1


-


Silakan like dan komentar ya!


__ADS_2