
Aldo pun langsung menuju mobil nya, yang terparkir di tempat khusus.
Johnson begitu kesal dengan sikap Aldo yang tidak menghargai nya.
" Kurang ajar, dasar anak haram , tak tahu diri. Awas kau! Akan aku balas penghinaan ini," umpat Johnson yang langsung menuju lift nya.
Tujuan dia adalah ingin memperbaiki masalah anaknya, yang kemarin menawarkan barang.
Namun sayangnya Aldo telah mengacuhkan nya.
" Gimana, Pah?" tanya Jeniffer melalui sambungan telepon nya.
" Tidak berhasil," kata Johnson dengan nada suara yang kesal.
" Kenapa tidak berhasil?' tanya Jeniffer.
" Sudahlah kau jangan membuat ku pusing." bentak Johnson.
Kemudian Johnson pun keluar dari kantor milik Aldo.
" Sial, kenapa aku dulu pergi meninggalkan anak itu. Padahal saat ini dialah pemuda paling terkaya di dunia." umpat Johnson yang menyesali sikapnya yang dahulu.
Johnson berpikir, jika dia menceraikan Alesha dan menikah dengan Calantha yang merupakan istrinya saat ini. Hidup nya akan bahagia, karena Calantha memiliki aset yang begitu berharga, yaitu sekolah milik keluarganya.
Johnson telah menyiksa Alesha, dia selalu memeras uangnya jika Alesha tidak mau menuruti keinginan nya.
Alesha yang kala itu hidup begitu menderita karena selalu di sakiti oleh ucapan Johnson, membuat kandungan nya melemah.
Hingga mengalami pendarahan hebat saat melahirkan Aldo.
Aldo mengetahui kematian ibunya saat di ceritakan oleh Wisnu, saat detik menjelang kematiannya.
Di dalam diri Wisnu mengandung banyak rahasia yang dia simpan. Dan kini Aldo telah mengetahui semuanya.
" Raisa, kau sudah makan?" tanya Aldo yang sudah berdiri di depan kelas Alesha.
" Belum." jawab Raisa.
" Kita makan di luar, " ajak Aldo yang langsung menuntun tangan Raisa.
Aldo menggendong Alesha, dan menuntun tangan Raisa.
Sesampainya di restoran cepat saji, mereka membicarakan sesuatu.
" Tadi bu Calantha meminta maaf padaku tentang sikap Fay kemarin." lapor Raisa.
" Baguslah." kata Aldo," Kita tak usah membahas soal itu, aku hanya ingin fokus pada pernikahan kita." ujar Aldo.
" Iya tapi aku harus fokus, untuk perlombaan Alesha besok." kata Raisa yang menatap Aldo dengan lekat.
" Kau jangan menatapku seperti itu, aku jadi makin cinta." goda Aldo.
" Aku serius Aldo." ucap Raisa, " Ish.." lalu memalingkan wajahnya.
__ADS_1
" Iya aku sedang mendengarkan mu." ujar Aldo dengan ekspresi wajah yang menggoda.
" Baiklah, aku tidak akan mengganggu mu. Sore nanti aku jemput, kau jangan pulang dengan siapapun kecuali aku." jelas Aldo yang kini begitu posesif.
" Iya, " jawab Raisa, " Nanti sore aku akan mendaftarkan nama anak yang akan masuk ke kompetisi." kata Raisa.
" Aku akan mengantarmu." balas Aldo.
" Tapi kau antar Alesha pulang dulu, karena aku akan pulang malam." ucap Raisa.
" Iya, tenang saja. "
Mereka mengakhiri makan siangnya, dan langsung menuju ke sekolah.
Dari jauh terlihat Fay sedang memperhatikan keakraban, antara Raisa dan Aldo.
" Sial, kenapa mereka harus bersatu lagi. Padahal Raisa sangat membenci Aldo karena dia telah memperkosa nya." gumam Fay sambil memukul gagang setir mobilnya.
Aldo yang tahu keberadaan Fay malah sengaja menunjukkan kemesraan nya.
Dia memeluk Raisa lalu menciumnya sambil sesekali melirik ke arah mobil Fay.
"Tau rasa kau Fay, berani mengusik milik Aldo akan tahu akibatnya." terulas senyum kepuasan di wajah Aldo.
" Aldo, jangan lebay malu di lihat ibu-ibu." sergah Raisa yang ingin menolak pelukan dari Aldo.
Namun Aldo tak menghiraukan penolakan Raisa, dia tetap memeluk dan mencium pipi Raisa.
" Baiklah, " jawab Raisa yang langsung menuntun tangan Alesha masuk ke dalam kelas.
Aldo langsung menghampiri sedan putih, yang terparkir di ujung jalan.
" Aldo, mau apa dia kesini?" batin Fay melihat kedatangan Aldo yang menghampiri mobil nya.
" Tok, tok, tok..!" Aldo mengetuk kaca jendela mobil.
Kemudian Fay membukanya, dan dengan tatapan malas melihat ke arah Aldo.
" Mau apa kau ke sini?" tanya Fay.
Aldo langsung mencengkeram kerah baju Fay, " Aku sangat berterima padamu, berkat kau ! Aku dan Raisa akan menikah." ucap Aldo dengan senyum yang terangkat dari sudut bibirnya.
" A-apa?" Fay begitu terkejut, rencana nya gagal untuk memiliki Raisa.
" Jangan pernah mengganggu milikku, kau akan merasakan akibatnya. Camkan itu!" Aldo mengancam Fay lalu melepaskan kasar cengkraman tangan nya.
Aldo langsung berbalik meninggalkan Fay yang terlihat ketakutan.
" Sial, ternyata aku salah telah meremehkan nya." pekik Fay sambil mengacak-acak rambutnya karena frustasi.
Aldo langsung menghampiri Alesha yang masih berada di kelas.
" Sayang, ayo kita pulang." panggil Aldo yang sudah berdiri di depan pintu kelas.
__ADS_1
" Ale, papa kamu tampan banget sih!' puji Angelica yang berada di belakang Aldo.
" Eh bu guru, " sapa Aldo sembari tersenyum.
" Ish, " Raisa mendengus kesal karena Angelica tiba-tiba saja menggoda Aldo.
Aldo pun melirik ke arah Raisa, dia sengaja ingin menggoda nya dengan membuat Raisa cemburu.
" Terima kasih bu, anda juga cantik sekali." balas Aldo sambil menganggukkan kepalanya.
" Wah, papa kamu ramah banget Ale. Bu Raisa beruntung punya suami yang ramah dan tampan, plus kaya raya." ucap Angelica dengan suara berbisik di hadapan Raisa.
" Sudah bu, jangan terus memujinya. Nanti dia jadi terbang dan gak turun-turun." cela Raisa sambil mencebikkan bibirnya.
" Sudah sana pulang, antarkan Ale dan langsung kau tidur kan." ucap Raisa dengan nada kesal sembari menarik tangan Aldo.
" Dada bu guru." ucap Aldo sambil melambaikan tangan ke arah Angelica.
" Ish, jangan genit. " kesal Raisa sambil menarik tangan Aldo agar menjauh dari Angelica.
" Apa kau cemburu?" tanya Aldo yang lagi-lagi menggoda Raisa.
Lalu Raisa menghentikan langkahnya, " Bawa Ale pulang, dan jangan macam-macam." Raisa langsung menyerahkan tas milik Alesha dan mendorong nya kasar ke dada Aldo.
" Ale, jangan lupa makan lalu tidur ya. Mama akan pulang secepatnya." pesan Raisa pada Alesha yang langsung mencium pipinya.
Dan Raisa langsung bergegas menuju kantor nya.
" Ale, mamamu terlihat cemburu." kata Aldo yang langsung menggendong Alesha.
Alesha tidak paham dengan perkataan Aldo, mereka langsung pergi meninggalkan sekolah.
****
Waktu menunjukkan pukul lima sore, Aldo sudah stand by di depan kantor.
Apakah Aldo tidak punya kerjaan selain mengantar jemput Raisa? Iya seorang CEO hanya tinggal menunggu laporan dari anak buahnya.
" Apakah sudah siap?" tanya Aldo yang melihat Raisa sudah menggendong tasnya.
" Sudah." jawab Raisa dengan membawa map di tangan nya.
Mereka menuju gedung pendaftaran untuk ajang kompetisi menari balet.
Karena acara yang di selenggarakan mencakup beberapa negara Eropa, maka Raisa harus lebih ketat menyeleksi siswa yang akan ikut berlomba.
Suatu kebanggaan untuk Raisa, karena anaknya akan menjadi peserta lomba.
Dia yang awalnya hanya orang biasa dengan nasib yang menyedihkan, kini harus merasa bangga karena telah melewati semua cobaan dan ujian hidupnya.
-
Silakan like dan berikan komentar mu.
__ADS_1