
Raisa langsung menghampiri sekumpulan ibu guru yang mengerumuni Aldo.
" Bu Raisa, sini foto." panggil Angelica yang merupakan guru paling modis dan termuda dari guru yang lain.
Raisa hanya tersenyum malas saat melihat kegenitan Aldo, di depan ibu-ibu yang berada di sekelilingnya.
" Memang dia siapa bu, kok pada minta foto?" tanya Raisa dengan tangan bersedekap.
" Ih Bu Raisa gak tahu apa dia tuh pengusaha muda yang lagi terkenal itu loh." sahut Jessy yang mengarahkan kamera ponsel ke Aldo.
" Ish, " gumam Raisa yang melihat Aldo begitu narsis.
" Eh sudah dulu ya bu ibu, aku mau bicara dengan mama Alesha." kata Aldo menyudahinya acara sesi foto-foto.
" Yah..." sorak ibu yang kecewa, namun begitu terkejut saat tahu dia adalah ayahnya Alesha.
Semua ibu-ibu pada berbisik dan bergosip, menceritakan Aldo yang sudah mempunyai anak.
" Alesha kok kamu gak ngomong sih kalo papa kamu itu Revaldo Junior?." celetuk Angelica sambil mendekati Alesha.
Angelica adalah wali kelas Alesha, dan dia sangat ramah jika mengajar. Namun jika tahu sifat aslinya yang genit, pasti semua muridnya akan muntah melihat kelakuan gurunya yang kecentilan.
" Maaf bu, saya masuk dulu ya." kata Aldo yang menghampiri Raisa. Dia menjauhi kericuhan yang terjadi di luar akibat ulah nya.
Aldo menarik tangan Raisa masuk ke dalam kantor.
" Ish... lepasin." Raisa mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Aldo.
" Dasar genit, semua laki-laki tuh sama aja." cebik Raisa sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kamu cemburu ya?" goda Aldo.
" Untuk apa aku cemburu, hanya ...." Raisa berpikir apa yang harus dia katakan. Sejujurnya dia tidak suka Aldo dekat dengan wanita yang usianya masih di bawah Raisa.
Karena guru di sekolah nya rata-rata masih muda.
" Hanya kamu tidak suka melihat ku dekat dengan wanita?" ledek Aldo sambil mengangkat kedua alisnya dan menaikkan lalu menurunkan nya.
Terlihat Raisa menatap tajam ke arah Aldo.
" Oke, oke.. aku mau mengantar Alesha pulang." ujar Aldo sambil memegang kedua bahu Alesha.
Raisa menundukkan badannya, " Ale, kamu mau pulang sama papa?" tanya Raisa.
" Iya ma," jawab Alesha sambil menganggukkan kepalanya.
" Baiklah, kamu jangan nakal ya. Pulang nanti kamu langsung tidur siang." pesan Raisa.
" Iya, ma!" jawab Alesha.
__ADS_1
" Sebelum kau pergi, jangan lupa tidur kan Alesha." pesan Raisa yang menatap malas ke arah Aldo.
" Oke, cantik ..!" jawab Aldo sambil tersenyum, lalu Aldo mengajak Alesha pulang.
Alesha melambai-lambaikan tangannya, dan pergi meninggalkan kantor.
Di luar ruangan masih terlihat ibu-ibu wali murid, yang penasaran dengan kehadiran Aldo.
Kemudian mereka mengikuti Aldo sampai parkir, untuk sekedar berfoto Selfi.
" Bu Raisa, kok gak ngomong sih kalo istrinya Aldo?" tanya Angelica yang datang menghampiri Raisa.
Raisa hanya menundukkan kepalanya, dia tidak tahu harus menjawab apa soal kehidupan pribadinya.
" Bu Angel, aku mau ke kelas dulu ya. Ada mata pelajaran ku di kelas empat." kata Raisa yang langsung merapikan buku pelajaran, dan pergi meninggalkan Angelica.
" Huft, wanita tukang gosip. " umpat Raisa seraya melangkah ke ruangan kelas empat.
****
Sesampainya Aldo pun mengantar Alesha menuju kamarnya. Dia menggantikan baju Alesha, dan menidurkannya.
Saat akan keluar kamar, Aldo bertemu dengan Katie yang kebetulan ada di rumah.
Segera dia bertanya tentang hubungan nya dengan Fay.
" Katie.." panggil Aldo yang melihat Katie akan naik ke kamar nya.
" Bisa kita bicara sebentar?" tanya Aldo yang menatap serius ke arah Katie.
" Bisa kak, tapi aku taruh tasku dulu ya." kata Katie yang langsung naik ke kamar nya.
Aldo menunggu di ruang tamu, dan di suguhkan teh manis oleh asisten rumah tangga yang biasa menjaga Alesha.
" Terima kasih." kata Aldo yang melihat asisten itu menyodorkan segelas teh manis.
Lalu asisten itu membalas dengan tersenyum.
" Ada apa kak?" tanya Katie sambil menuruni anak tangga.
" Duduklah." suruh Aldo.
" Iya kak, ada apa?" tanya Katie yang sudah duduk berhadapan dengan Aldo.
" Apa kau masih berpacaran dengan Fay?" tanya Aldo dengan menyandarkan tubuhnya di sofa.
" Sudah putus kak." jawab Katie tidak bersemangat.
" Putus kenapa?" tanya Aldo yang langsung menegakkan badannya.
__ADS_1
" Karena ayahnya tidak merestui hubungan kami." Kata Katie dengan wajah sedih.
" Karena papa juga?" tanya Aldo yang mencari jawaban pada Katie.
" Papa, tadinya juga gak setuju. Tapi aku meminta kesempatan padanya untuk membuktikan Fay tidak seperti ayahnya." ucap Katie.
" Lalu kenapa putus?" tanya Aldo penasaran.
" Fay yang memutuskan aku, aku sudah bilang padanya untuk membuktikan cintanya. Tapi dia tidak mau." lirih Katie.
"Iya karena kini dia sedang mengejar Raisa." batin Aldo merutuki Fay.
" Mungkin itu lebih baik, daripada nanti kau akan kecewa. Kau gadis cantik, pasti mendapatkan pria yang lebih baik dari Fay." kata Aldo memberikan semangat untuk Katie.
" Terima kasih kak." balas Katie.
" Kakak kok gak kerja?" tanya Katie yang melihat keberadaan Aldo di rumahnya.
" Aku kan seorang CEO, tugas ku hanya memeriksa laporan. " jawab Aldo.
" Bagaimana hubungan kakak dengan tante Raisa?" tanya Katie.
" Panggil dia kakak, " kata Aldo.
" Oh iya aku lupa, tapi kapan kalian akan menikah?" tanya Katie.
" Aku sedang berusaha, " jawab Aldo," Oh iya, titip Alesha. Dia sudah tidur, dan aku akan kembali ke kantor." pesan Aldo, lalu dia bangkit dari duduknya dan meninggalkan Katie.
" Kasian sekali Katie, awas kau Fay tidak ada kesempatan untuk mu mendekati Raisa." geram Aldo.
Lalu Aldo pamit pada Katie untuk kembali ke kantor nya.
****
Raisa memberikan les tambahan untuk siswa yang akan mengikuti kompetisi. Nantinya akan di saring lagi untuk mendapatkan posisi tiga besar.
Dia harus bekerja keras, agar hasil yang di tampilkan nanti menjadi yang terbaik. Tapi semua di kembalikan lagi pada anak-anak nya. Dia tidak ingin menjadikan kompetisi ini beban untuk mereka.
" Baiklah anak-anak, kalian harus fokus ya. Dan perhatikan gerakan ibu. Setelah dua kali pelatihan, kalian langsung mempraktekkan nya." perintah Raisa pada lima belas siswa dan siswi yang duduk di hadapannya. Anak laki-laki pun tak luput dari ajang kompetisi ini. Mereka sangat antusias mengikuti setiap gerakan yang di perlihatkan oleh Raisa.
Setelah Raisa mempraktekkan gerakan balet, setiap siswa di uji satu persatu. Ini merupakan langkah awal penilaian yang dilakukan Raisa untuk memilih kandidat berikutnya.
Di langkah ini, Raisa menegaskan kalau setiap siswa yang gugur jangan pernah berkecil hati.
Jadi harus tetap semangat mengikuti latihan, dalam setiap kontes berikut nya.
Akhirnya Raisa mendapat lima kandidat, yang akan di uji pada esok hari.
Selesai penilai, seluruh siswa di perbolehkan pulang. Raisa mengucapkan terima kasih pada siswa yang sudah berpartisipasi.
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu.