Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 89


__ADS_3

Fredy dan Marcel sudah berdiri di depan mini bar.


" Nona, anda mau keluar dengan sukarela atau kami paksa?" Ancam Fredy sambil menatap tajam ke arah Sarah.


" Kalian mau apa? Hah.." tantang Sarah.


" Baiklah, kalau itu mau anda." Kata Marcel sambil melihat ke arah Fredy, kemudian mereka mengangguk kan kepalanya.


Dengan langkah cepat, Sarah di bekap dan di gendong bersama Fredy Dan Marcel.


" Hmmmm...mpp... Lepaskan." Berontak Sarah, namun tenaga nya tak sanggup menghadapi dua bodyguard kesayangan Aldo.


Celine mengambil tas milik Sarah, dan mengikuti Fredy Dan Marcel.


Mereka melepaskan Sarah di luar pintu gerbang, dan Celine melemparkan tasnya ke wajah Sarah.


" Jangan pernah mengganggu, ketenangan keluarga tuan kami." Kata Celine dengan raut wajah yang tegas.


" Hey, " teriak Sarah.


Namun tak terdengar oleh Raisa, karena jarak antara pintu dan gerbang sekitar 200 meter.


Fredy dan Marcel menutup pintu gerbang, dan Celine memperingatkan mereka agar jangan membuka pintu untuk wanita itu.


" Seperti nya dia berbahaya, jangan pernah mengijinkan dia masuk. " Perintah Celine pada kedua bodyguard.


" Baik." Jawab keduanya serempak.


Raisa telah menyelesaikan tugasnya, yaitu memandikan Alesha.


Kemudian dia keluar dari kamar Alesha, bermaksud ingin menemui tamunya.


" Loh Celine, Sarah kemana?" Tanya Raisa.


" Dia ijin pulang " kata Celine sambil mengelap meja bekas Sarah duduk.


" Kenapa, dia tidak pamit kepadaku?" Tanya Raisa.


" Dia sangat terburu-buru sekali, Nyonya." Jawab Celine dengan seulas senyum.


" Baiklah, aku mau istirahat dulu. Kamu bisa masakan roti bakar untuk Alesha dan Beby?" Tanya Raisa.


" Bisa, Nyonya." jawab Celine.


Raisa berjalan menuju kamarnya, hendak membaringkan tubuhnya.


Celine adalah asisten rumah tangga yang sudah bekerja cukup lama di keluarga Wisnutama.


Dia sangat mengenal sekali tuannya yaitu Aldo. Sedari kecil, Aldo sangat keras di didik oleh kakeknya. Dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, karena telah di tinggal saat Aldo di lahir kan.


Sejak kecil Celine sangat tahu tamu-tamu yang datang ke rumah. Dan memang Wisnu tidak pernah mengijinkan orang lain, ataupun teman bisnisnya datang ke rumah.


Aldo merupakan anak yang kurang kasih sayang. Semenjak Aldo menikah, Celine melihat senyum ceria di wajah Aldo.


Saat usia lima belas tahun, Aldo harus pindah ke Indonesia. Di sana Celine tidak mengetahui kehidupan tuan mudanya.


Saat datang ke Perancis, Aldo langsung sakit selama setahun. Dan tidak di ketahui apa penyebab sakit nya.


Celine telah membuatkan roti bakar, dan melihat tuan mudanya pulang.

__ADS_1


Segera dia melaporkan kejadian tadi siang.


" Maaf tuan, boleh kita bicara di ruang kerja?" Tanya Celine pada Aldo.


Aldo sangat tahu jika Celine memintanya terlebih dahulu, pasti ada sesuatu yang tak beres.


Mereka telah masuk ke ruang kerja, dan Celine memulai pembicaraan terlebih dulu.


" Tuan, anda kenal Sarah?" Tanya Celine.


" Ada apa dengan Sarah?" Tanya Aldo.


" Tadi siang dia kesini, dan bertemu nyonya." Kata Celine.


" Lalu?" Panik Aldo.


" Dia bilang, akan menjadi nyonya di rumah ini." Kata Celine


" Apa dia bilang seperti itu pada Raisa?" Tanya Aldo cemas.


" Tidak, keburu saya usir." Kata Celine


" Dia menjebakku, semalam aku berada satu ranjang dengannya tanpa busana." Kata Aldo sembari memijat pelipisnya.


" Oh, pantas." Jawab Celine.


" Apa Raisa mengetahui nya?" Tanya Aldo.


" Aku rasa tidak, karena non Ale minta di mandikan. Makanya dia tidak sempat berbicara banyak. Segera saya hampiri dan Fredy juga Marcel melempar nya keluar." Kata Celine.


" Bagus, aku harap Raisa tidak mengetahui nya. Aku minta tolong padamu." Kata Aldo penuh harap.


" Baik, tuan." Jawab Celine.


" Raisa, sedang apa kamu?" Kaget Aldo sambil mengelus dadanya.


Raisa terlihat menatap tajam ke arah Aldo.


" Semalam, apa yang kau lakukan?" Tanya Raisa sambil membawa kemeja putih di tangannya.


Aldo melihat kemeja putih, dengan noda cap lipstik berwarna merah maron.


" Oh itu, " Kata Aldo sembari berpikir, apakah dia harus jujur atau berbohong.


" Raisa, boleh aku jujur padamu?" tanya Aldo penuh harap.


Dia ingin mengatakan yang sejujurnya, pada istri tercinta.


" Katakan saja." jawab Raisa sambil menatap tajam ke arah Aldo.


" Itu bekas lipstik mama, Sayang." sahut Arifin yang tiba-tiba sudah datang, dan menghampiri mereka di depan ruang kerja.


" Maksud papa?" tanya Raisa yang langsung menoleh ke arah Arifin.


" Semalam di acara seminar, Aldo berpelukan dengan mama. Dan lipstik di bibirnya mengenai kemeja Aldo. " kata Arifin sambil mengangkat alisnya melirik ke arah Aldo.


" Apa, betul?" tanya Raisa dengan raut wajah ketegasan menghadap Aldo.


" I-iya, Sayang." kata Aldo gugup seraya melirik ke arah Arifin.

__ADS_1


" Kenapa kau tidak pulang, semalam?" tanya Raisa.


" Oh, itu-" Aldo semakin gugup dan ketakutan menghadapi sang istri. Dia menggaruk-garukkan kepala yang tidak gatal.


" Semalam dia harus memperkenalkan hotelnya, kepada para investor. Terpaksa dia harus menginap di hotel, betul Aldo?" ucap Arifin sambil membulatkan kedua bola matanya ke arah Aldo.


" Iya, betul sayang. Aku malah ingin pulang, hanya saja banyak tamu yang datang." kata Aldo dengan senyum terpaksa karena telah berbohong.


" Nyonya, apa anda lapar?" tanya Celine memotong pembicaraan.


" Aku sangat lapar, hingga ingin memakan suamiku." kata Raisa sambil memicingkan matanya ke arah Aldo.


" Baik, Nyonya. Roti bakar sudah siap di atas meja makan." kata Celine.


" Bisa buatkan aku susu, Celine?" pinta Raisa.


" Bisa, Nyonya." jawab Celine.


" Kamu sudah minum vitamin, Sayang?" tanya Aldo sambil merangkul Raisa.


" Sudah." ketus Raisa.


" Mari kita makan." ajak Aldo.


Sementara Arifin menuju ruangan Alesha, dia ingin menemui cucu dan anaknya.


" Papa, gak di suruh makan?" tanya Raisa.


" Nanti aku panggilkan, sekarang kau makan saja dulu. Ibu hamil, harus banyak makan." rayu Aldo sembari menaruh roti bakar di atas piring.


" Celine, apakah susunya sudah?" tanya Aldo.


" Sudah, Tuan." jawab Celine.


Celine membawakan segelas susu ke atas meja makan.


" Silakan, Nyonya." kata Celine.


" Terima kasih." jawab Raisa.


" Sayang, kamu jangan terlalu lelah. " kata Aldo sambil menyuapi roti bakar.


" Aku tidak lelah, hanya saja tidak ada kerjaan. Jadi aku merasa bosan." kata Raisa.


" Tapi, kamu sedang hamil." kata Aldo


" Tadi temanmu ke sini." kata Raisa.


" Siapa?" tanya Aldo yang berpura-pura tidak tahu.


" Sarah, dan sikapnya seperti preman." kata Raisa sambil meminum susu.


" Oh, dia memang wanita yang galak." kata Aldo asal.


" Oh, jadi kamu sudah sangat mengenalnya?" curiga Raisa.


" Aduh, salah lagi! " batin Aldo yang merasa salah bicara.


" I-iya dia kan teman SMA ku. Wajar saja aku kenal dengannya." kata Aldo beralasan.

__ADS_1


-


Silakan like , vote dan berikan poin hadiah ya. Sertakan komentarmu untuk mendukung karya author.


__ADS_2