
Aldo dan Raisa serta Alesha telah sampai di bandara. Bi Zainab dan Udin mengiringi kepergian mereka.
" Hati-hati ya, non!" kata Bi Zainab seraya memeluk Alesha.
" Iya, Bi!" jawab Alesha membalas pelukan Bi Zainab.
Kemudian Raisa dan Bi Zainab pun berpelukan, dan mereka mengucap salam perpisahan.
Operator sudah memanggil, mereka pun menuju pesawat tujuan Inggris.
****
" Huek, huek .." suara Raisa terdengar saat telah duduk di bangku
" Kamu kenapa?" tanya Aldo yang duduk di sebelah Alesha.
" Entahlah, perutku terasa mual." tutur Raisa seraya memijat pelipisnya.
" Kamu mau ke toilet?" tanya Aldo.
" Sepertinya, udah enakan." kata Raisa sambil menyandarkan kepalanya.
Kemudian pesawat pun take off, menuju Inggris. Sekitar enam belas jam, mereka akan sampai di London.
Dari Jakarta mereka berangkat pukul dua siang, sampai di Inggris sekitar pukul enam pagi.
Waktu yang cukup lama, dan mereka mulai tertidur lelap.
Saat di pertengahan malam, tiba-tiba perut Raisa kembali merasakan mual. Segera dia membuka seat belt, dan berlari menuju toilet.
Aldo tidak mengetahui jika Raisa bangun, dan pergi ke toilet.
" Huek, huek..."
" Ibu tidak apa-apa?" tanya seorang pramugari berparas cantik.
" Perutku terasa mual, bisa panggilkan suamiku?" pinta Raisa kepada pramugari di belakangnya.
" Suami ibu duduk dimana?" tanya pramugari itu.
" Dekat jendela sebelah kanan, bangku ketiga dari depan." kata Raisa yang menundukkan kepalanya di atas wastafel.
" Nama ibu?" tanyanya.
" Raisa.."
Kemudian pramugari itu langsung berjalan menuju bangku, ketiga dari depan.
" Pak, pak..." pramugari itu menepuk lengan Aldo, dan wajah Aldo pun menoleh ke arah pramugari yang berdiri di samping bangku yang Raisa duduki
" Iya..." jawab Aldo sambil mengedipkan matanya, karena belun begitu tersadar.
" Sarah?" sapa Aldo yang mengenali pramugari di hadapannya.
" Aldo?" ucap wanita yang berdiri di sebelah kursi.
__ADS_1
" Kau bekerja jadi pramugari?" tanya Aldo yang sangat mengenali kekasihnya semasa SMA.
" Iya, " jawabnya sambil tersenyum, " Maaf Aldo, Raisa istri mu?" tanya Sarah.
" Iya, memang ada apa?" tanya Aldo.
" Dia sedang muntah-muntah di toilet." katanya melaporkan pada Aldo.
Segera Aldo membuka seat belt nya, dan bangun dari duduknya.
" Papa.." panggil Alesha yang melihat Aldo bangun.
" Ale sama tante dulu, ya. Papa mau lihat mama di toilet." pesan Aldo yang menitipkan Alesha pada Sarah.
" Aku titip anakku, sebentar." kata Aldo yang langsung berjalan meninggalkan kursi penumpang.
" Adik cantik, kamu sama tante dulu ya!" kata Sarah yang duduk di sebelah Alesha.
" Iya, Tante?" kata Alesha menuruti perkataan Sarah.
" Kamu tidak apa-apa?" panik Aldo yang langsung memijat leher Raisa.
" Iya, aku lemas. Kamu kok lama banget?" ucap Raisa yang sudah berpegangan tangan pada wastafel.
" Apa masih mual?" tanya Aldo yang terus memijat lembut leher Raisa.
" Masih, dan kepala ku rasanya berputar." kata Raisa sambil memijat pelipisnya.
" Kita duduk di situ." kata Aldo yang menunjuk ke arah kursi pramugari.
" Oh silakan, Pak!" jawabnya lembut dan membantu Raisa duduk di kursi.
" Memang istrinya kenapa?" tanya pramugari dengan name tag Zahra.
" Mual-mual, dan muntah." jawab Aldo.
" Baiklah saya buatkan teh panas." ucapnya yang langsung menuju pantry.
" Terima kasih." balas Aldo, lalu dia memijat perut Raisa. Karena di dalam pesawat tidak di perbolehkan menggunakan minyak angin. Karena akan mengganggu penumpang lainnya.
Zahra telah membawakan segelas air teh pahit, untuk meredam rasa mual pada perut Raisa.
" Ini pak, airnya." kata Zahra menyodorkan segelas teh hangat.
" Terima kasih." balas Aldo, kemudian dia memberikan nya pada Raisa.
Raisa meminumnya dengan perlahan, " Terima kasih." ucap Raisa.
Selang beberapa menit kemudian, perutnya sudah tidak mual lagi. Mereka kembali ke tempat duduk, karena telah meninggalkan Alesha.
" Apakah anda sudah enakan, bu?" tanya Sarah yang langsung bangkit dari tempat duduknya, karena telah menemani Alesha.
" Sudah, " jawab Raisa dengan wajah yang sudah pucat.
" Silakan duduk." kata Sarah mempersilakan Raisa duduk.
__ADS_1
" Terima kasih, Sarah kau telah menjaga anakku." kata Aldo yang telah mendudukkan Raisa ke bangku.
" Sama-sama." jawab Sarah seraya melempar senyum pada Aldo.
Dia tidak menyangka, akan bertemu mantan kekasih. Kini penampilan Aldo telah berubah, dulu tubuh nya kurus dengan rambut belah tengah. Namun kini Aldo memiliki badan tegap, serta rambut faux hawk dengan model perpaduan mohawk klasik dan mullet.
" Kalau butuh bantuan, segera panggil aku. Aldo!" kata Sarah.
Raisa langsung menoleh ke arah Sarah, " Apa kalian saling kenal?" tanya Raisa dengan mengerutkan alisnya, dia merasa terkejut dengan nama panggilan yang di ucapkan oleh pramugari itu.
" Iya, dan dia-" ucapan Sarah terhenti kala di dorong oleh Aldo.
" Dia teman SMA ku, " jawab Aldo yang langsung duduk di tempat Raisa. Sedangkan Raisa duduk dekat jendela, agar dia bisa menyandarkan kepalanya.
" Sebaiknya kamu segera pergi." kata Aldo dengan dengan menyipitkan kedua matanya, menandakan kalau Sarah harus pergi.
" Baiklah, " balas Sarah seraya tersenyum dengan mengangkat sudut bibirnya.
Sarah pun pergi meninggalkan Aldo dan Raisa, dia terus memperhatikan Aldo dari balik lorong.
" Kalau saja Raisa tahu, Sarah adalah mantan kekasih ku. Bisa-bisa aku puasa sebulan." keluh Aldo dalam batinnya.
Saat ini, dia sangat tahu tentang sifat Raisa yang cemburuan.
" Apakah masih lama?" tanya Raisa dengan wajah yang lemas.
" Masih dua jam lagi, apa mau muntah lagi?" tanya Aldo.
" Tidak, perutku lapar." rengek Raisa seraya memegang perutnya.
" Sebentar, aku akan menanyakan apakah ada makanan!" kata Aldo yang langsung bangun dari tempat duduknya.
Dia menuju pantry, dan mencari pramugari yang berjaga.
" Permisi, " sapa Aldo memanggil pramugari yang berjaga.
" Eh Aldo, apa kamu mencariku?" tanya Sarah penuh percaya diri, dia yang baru saja keluar dari toilet.
" Istriku lapar, apa ada makanan?" tanya Aldo yang berbalik ke arah Sarah.
" Kau begitu perhatian sekali dengan istri mu?" ketus Sarah sambil menoleh ke arah Raisa
" Iya karena dia istriku." sungut Aldo.
" Istrimu cantik juga!" kata Sarah, " Kenapa dulu aku harus putus denganmu, ya?" ucap Sarah sambil menyilangkan tangan nya ke dada.
" Sarah, kau jangan macam-macam." ancam Aldo, " Itu hanya masa lalu, dan aku sudah melupakannya." tutur Aldo.
" Sebaiknya kau katakan, apa ada makanan untuk istri ku?" desak Aldo, " Atau aku cari pramugari yang lain." sergahnya, langsung menoleh ke arah pantry.
" Baiklah, aku akan mencarikan makanan untuk istri mu." kata Sarah yang langsung menuju pantry.
Aldo pun mengikuti langkah Sarah, " Eh, kamu gak boleh masuk. Selain karyawan dilarang masuk." kata Sarah sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah tulisan di pintu.
-
__ADS_1
Silakan like dan komentar ya.