Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Part 7: Raisa mau kerja


__ADS_3

Raisa mengerutkan alisnya, kenapa pemuda itu begitu baik padanya.


Sesampainya di rumah, dia melihat rumah yang sangat berantakan. Reni adalah gadis yang juga tinggal di rumah itu. Dan saat ini dia sedang ada di rumah, namun sikapnya cuek pada kebersihan rumah nya.


Reni melihat Raisa membawa kantong putih yang cukup besar. Padahal tadi dia hanya belanja dua bungkus mie instan.


" Kak, bukankah tadi kau hanya membeli dua bungkus mie instan? " Tanya Reni curiga.


" Itu tadi...." Ucapannya terhenti saat mendengar kedatangan motor Faisal.


Raisa langsung masuk ke dalam kamarnya dan menaruh bungkusan putih.


Dia langsung ke dapur menyalakan kompor untuk memasak mie instan.


" Kamu masak apa?" Tanya Faisal yang sudah berada di belakang Raisa.


" Oh, aku masak mie. Kamu mau?" Tanya Raisa.


" Mau." Jawab Faisal yang langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai mandi, Faisal langsung masuk kedalam kamar.


Dia melihat ada plastik putih di samping pintu.


" Sa, kamu habis belanja?" Tanya Faisal.


" Enggak, " jawab Raisa.


" Ini bungkusan darimana?" Tanyanya ulang.


" Oh, itu dari seseorang. Aku juga baru kenal." Ucapnya yang sudah membawa dua mangkuk mie instan.


" Dari siapa Sa?" Ucap Faisal yang penasaran dan membuka bungkusan plastik putih.


" Siapa ya tadi namanya, aku lupa." Jawab Raisa yang memang suka lupa dengan nama orang. Padahal tadi Reni menyebutkan namanya.


Plastik putih berisi cemilan roti dan biskuit serta susu UHT coklat ukuran 250ml 10 kotak.


" Sudahlah itu gak penting, yang penting sekarang aku ada stok untuk cemilan." Kata Raisa yang sedang menyeruput mie instan yang dia masak.


Faisal membuka susu kotak dan meminumnya. Mereka memakan menu makan malam hanya dengan mie instan.


" Maafkan aku yang belum bisa membelikan mu cemilan seperti ini." Ungkap Faisal yang mengelus rambut Raisa.


" Iya enggak apa-apa." Jawab Raisa.

__ADS_1


" Ini hasil pendapatan ku hari ini, yang separuh aku kasih ibu ya?" Tanya Faisal.


Raisa pun tersenyum, dia tidak ingin membuat Faisal semakin di olok oleh keluarganya. Dia tahu kalau Faisal harus menafkahi orang tua yang memang hanya tinggal satu-satunya.


Walaupun hanya mendapatkan uang lima puluh ribu rupiah, Raisa cukup senang. Karena sudah mendapatkan jatah uang nafkah dari Faisal.


" Aku mau kerja." Tutur Raisa.


" Kerja?" Kaget Faisal, sebenarnya dia tidak ingin Raisa kerja, karena takut di lirik oleh pria lain. Walaupun sudah menikah, tapi perasaan takut itu pasti ada. Takut Raisa menemukan yang lebih baik darinya, dan akhirnya Raisa memilih ingin berpisah dan meninggalkan nya.


" Sebaiknya kau di rumah saja, aku takut kamu kelelahan." Alasan Faisal yang tidak ingin Raisa lelah.


" Tapi aku bosan tiap hari harus mendengarkan olokan kakakmu." Kesal Raisa yang memalingkan wajahnya.


" Tapi aku tidak ingin kamu kerja, aku takut...." Ucapan Faisal terhenti, dia tidak ingin Raisa jadi merasa tertekan karena kecemburuan nya.


" Takut apa?" Tanya Raisa penasaran.


" Aku takut kau sakit." Lagi-lagi dia selalu memberi alasan untuk mencegah keinginan Raisa.


" Pokoknya besok aku akan mencari pekerjaan, titik." Ancam Raisa lalu dia langsung naik ke atas kasur.


" Apa kau berdagang saja?" tanya Faisal.


" Dagang apa?" tanya Raisa, " Modal saja gak punya." gerutunya yang memamerkan uang pemberian dari Faisal.


" Aku bisa membantu mu mencari uang untuk menabung, siapa tahu kita bisa membeli rumah sendiri." Rayu Raisa.


" Baiklah, kalau kau sudah mendapatkan informasi lowongan kerja segera kasih tahu aku." kata Faisal menyetujui permintaan Raisa walaupun dengan berat hati.


" Terima kasih suamiku." kata Raisa yang langsung memeluk Faisal.


****


Pagi ini Raisa akan pergi berbelanja, kali ini Reni tidak ikut bersamanya. Karena Reni sedang kesal soal kemarin Aldo yang menyapa Raisa.


Setelah kepergian Faisal, Raisa keluar dari rumahnya. Dia hanya membeli beras dan pembalut wanita. Karena Aldo telah memberikan dia mie instan dan cemilan.


Raisa berjalan menuju arah rumah Aldo, Raisa berharap kalau dia tidak akan bertemu lagi dengan Aldo. Karena dia tahu kalau Reni sangat mengidolakan Aldo.


Langkah nya di percepat, seperti nya gerbang rumah Aldo tertutup rapat. Hatinya pun tenang, seketika dia menghembuskan nafas perlahan sambil memegang dadanya. Saat matanya melihat ke arah warung Pak Kodir, Aldo sedang berjalan menuju ke arahnya.


Raisa begitu sangat terkejut, dan membalikkan badannya. Saat akan melangkah kan kakinya, tiba-tiba lengannya di pegang oleh Aldo.


" Sa, kamu kok balik lagi?" tanya Aldo dari arah belakang.

__ADS_1


Raisa memejamkan matanya, pertanda dia sangat menyesal harus berpapasan dengan Aldo.


Raisa membalikkan tubuhnya, dan tersenyum ke arah Aldo dengan senyuman terpaksa.


" Maaf bang, aku sudah menikah. Jangan terlalu baik padaku." kata Raisa yang melepaskan tangan dari pegangan Aldo.


" Maksud mu?" Aldo bingung dengan perkataan Raisa.


" Reni menyukaimu, dan dia marah padaku kalau kemarin kau telah menggodaku." kata Raisa dengan nada suara yang tergesa-gesa.


" Oh soal dia." jawab Aldo dengan nada ketus, " Aku tidak menyukainya, lantas harus bagaimana?" balik Aldo bertanya.


" Sebaiknya kau menjauhi ku, karena aku sudah bersuami." kata Raisa yang langsung berjalan meninggalkan Aldo.


" Manis sekali kalau marah." kata Aldo dengan senyum yang mengangkat sudut bibir atasnya.


Selesai membeli beras, Raisa berjalan dengan langkah tergesa melewati rumah Aldo.


Raisa tidak melihat keberadaan Aldo, segera mungkin dia mempercepat langkahnya menuju rumah.


Dari arah jendela kamarnya terlihat Aldo sedang memperhatikan Raisa, yang kelihatan tergesa-gesa.


" Wajahmu gak bisa ilang dari ingatan ku, gak perduli kamu sudah milik orang lain. " batin Aldo.


Raisa sudah kembali ke rumah, sangat kesal sekali dengan keadaan rumah yang sudah porak poranda akibat ulah anak Maria.


Lalu Raisa langsung menuju dapur untuk memasak nasi dan sayuran.


****


" Sa, kamu mau gak kerja di kantor." kata Lina teman satu kelas Raisa sewaktu SMA.


" Mau Lin, aku sudah bilang sama suamiku kalau mau melamar pekerjaan." kata Raisa dengan senyum sumringah.


" Tapi posisi yang di cari sekarang itu office girl." kata Lina yang sedikit takut jika Raisa akan menolak.


" Oh enggak apa-apa Lin, yang penting aku bisa kerja." jawab Raisa.


" Tapi kalau kerjamu bagus terus kuliah nanti kamu bisa ngelamar jadi administrasi." kata Lina menyemangati Raisa.


" Seperti nya aku belum kepikiran untuk kuliah, karena kondisi ekonomi." ungkap Raisa.


" Ya sudah, kalau kamu mau nanti langsung datang ke kantor dan temui security-nya. Karena dia kakakku, nanti aku kenalkan dengan atasanku." kata Lina.


Raisa kedatangan teman SMAnya yang bernama Lina. Dia dia senang karena Linabawa kabar baik untuk nya.

__ADS_1


-


Silakan like dan berikan komentar mu


__ADS_2