Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 86


__ADS_3

" Apa maksudmu, Sarah?" Aldo menepis tangan Sarah.


" Raisa, boleh kita berteman? Aku minta nomor ponselmu." pinta Sarah memohon.


" Mobilku sudah menunggu, sebaiknya kau kembali kepada aktivitasmu. Jangan pernah ganggu istriku." kecam Aldo menatap tajam ke arah Sarah.


Raisa dan Alesha sudah naik mobil, sedangkan Aldo naik di bangku depan.


Sarah melepas kepergian mereka dengan tatapan sinis.


" Awas kau Aldo, aku akan membalasnya."batin Sarah yang mengancam Aldo.


Kemudian dia menghampiri teman-temannya, yang sudah masuk ke dalam rumah sakit.


***


" Kelihatan nya wanita itu, begitu mengenalimu?" tanya Raisa yang sedikit ragu.


" Di-dia teman sekolahku sewaktu SMA." jawab Aldo gugup.


" Oh, kenapa kau terdengar gugup?" Raisa melihat keanehan dari sikap Aldo.


" Gugup, iya aku gugup karena akan memiliki anak." jawabnya berbohong.


" Papa, aku lapar." kata Alesha memotong pembicaraan kedua orang tuanya.


" Kamu mau makan apa, sayang?" tanya Aldo pada putri kecilnya.


" Makan ayam goreng." jawab Alesha.


" Berry, kita berhenti di restoran ayam goreng." perintah Aldo pada asisten pribadinya yang baru bernama Berry Benyamin.


****


" Seminar di hotel? Wah, aku akan bertemu seniorku. Merlin Waston, dia senior di maskapai tempat ku bekerja." kata Sarah yang berbicara pada temannya.


" Iya, hotel itu milik Wisnutama, pengusaha terkaya di Indonesia. Yang kini di kelola oleh cucunya yang bernama Revaldo Junior Putra." tutur Selly.


" Aldo? Apa dia benar-benar sekaya itu?" batin Sarah bermonolog sendiri.


" Jam berapa acaranya?" tanya Sarah.


" Jam tujuh malam, " jawab Selly.


" Baiklah, kita pergi ke salon dulu yuk!" ajak Sarah pada Selly dan Tia.


Usai dari rumah sakit, mereka bergegas menuju salon langganan mereka di Perancis.


Mereka harus memeriksa kesehatan usai melakukan perjalanan jauh. Agar stamina mereka, sebagai pramugari tetap terjaga.


Sementara Aldo sudah sampai di rumahnya, dia langsung menghubungi Arifin.


" Halo, Aldo. Apakah kau sudah sampai di Perancis?"


" Sudah Pah! Aku mau memberi kabar gembira, " ucap Aldo yang ingin memberi kejutan pada papanya.


" Kejutan apa?"


" Ale, mau punya dedek." kata Aldo antusias.

__ADS_1


" Wah, papa senang mendengarnya. Bagaimana keadaan Raisa?"


" Dia ngidam, mual dan muntah."


" Oh, kehamilan kedua dia mengalami ngidam?"


" Iya, pah! Bisakah Beby menemani Alesha di rumahku?"


" Nanti papa tanyakan, sekarang papa sedang di hotelmu. Karena akan mengadakan acara seminar. Dan mamamu sebagai narasumbernya."


" Wah, mama sudah senior rupanya?"


" Iya, bisakah kau datang nanti malam? Acaranya jam tujuh."


" Akan aku usahakan, tapi aku akan menjemput Beby untuk menemani Raisa."


" Iya sudah, kau ke rumah saja temui dia."


" Baik, Pah!"


Kemudian Aldo langsung pamit pada Raisa, ingin menjemput Beby.


" Sayang, aku mau jemput Beby." kata Aldo.


" Jemput Beby?" bingung Raisa.


" Iya, nanti malam aku akan menghadiri acara seminar mama. Dan acaranya di hotel milikku." jelas Aldo.


" Apa, kau mau ikut?" tanya Aldo.


" Sepertinya aku tidak akan sanggup, saat ini saja perutku mual dan tubuhku lemas." jawab Raisa.


" Aku akan memberitahu Celine, agar dia menjagamu sampai aku menjemput Beby." kata Aldo.


" Aku pergi dulu, " pamit Aldo seraya mengecup kening Raisa.


Aldo melihat Alesha, yang tertidur nyenyak di atas kasurnya.


Aldo pada pergi meninggalkan Raisa dan Alesha.


****


" Habis dari salon, kita beli baju di toko Madona." kata Tia menyarankan.


" Iya, koleksi bajunya bagus di musim ini." jawab Selly yang sering melihat koleksi baju Madona melalui akun instagramnya.


" Sarah, bagaimana?" tanya Selly meminta pendapat Sarah yang sedang di sulam alisnya.


" Oke, nanti carikan baju yang paling bagus ya!" kata Sarah.


" Kita hanya seminar, bukan mau ke pesta." sahut Tia.


" Iya, kita hanya dua minggu di sini. Dan akan bertemu senior, penampilan kita harus bagus dong!" kata Sarah.


****


Aldo telah membawa Beby ke rumahnya, mereka langsung menuju kamar Raisa.


" Celine, aku titip Raisa. Jika dia membutuhkan sesuatu segera kau siapkan." pesan Aldo pada asisten rumah tangganya.

__ADS_1


" Baik, Tuan." jawab Celine.


" Sayang, aku jalan dulu. Nanti kalau kau butuh sesuatu panggil Celine." pesan Aldo pada Raisa, " Kau ingin di bawakan makanan apa?" tanya Aldo.


" Aku tidak ingin apa-apa, hanya ingin kau cepat pulang." kata Raisa sambil memeluk Aldo.


" Ale sedang bermain bersama Beby, kau istirahat saja." kata Aldo seraya mencium kening Raisa.


Raisa mengantar Aldo sampai pintu, dan suaminya terlihat gagah dan sangat tampan.


Beby dan Alesha pun melambaikan tangan melepas kepergian Aldo.


Aldo sepertinya enggan untuk datang, namun dia merasa tak enak hati pada papanya. Karena dia harus menjadi tuan rumah di hotel miliknya.


Aldo sempat lupa, dengan tujuannya datang ke Perancis. Yaitu melihat peresmian hotel milik sang kakek.


Semua dia lupakan, karena melihat istrinya sakit saat di pesawat. Dia sangat cemas dan khawatir, dan semua itu membuahkan kebahagian. Raisa hamil anak ke duanya, dan dia harus menjadi suami siaga.


***


" Bagaimana penampilanku?" tanya Sarah pada Selly.


" Sarah, kita hanya datang ke seminar. Bukan ke pesta. " kata Selly yang bingung melihat temannya memakai mini dress tanpa lengan.


" Aku hanya suka memakainya, ini rancangan Madona yang aku minta beberapa bulan lalu." kata Sarah beralasan.


Padahal dia sangat yakin, kalau Aldo akan datang ke acara peresmian hotelnya.


" Pasti di sana akan banyak wartawan, bukan?" tanya Sarah sambil memoles wajahnya.


" Iya, memang itu acara peresmian hotel. Yang pasti banyak tamu undangan berasal dari kalangan elit." jawab Selly, " Bu Merlin akan merekomendasikan maskapai kita pada para tamu undangan." sambungnya.


" Bagus, akan aku buat Aldo menjadi milikku malam ini." batin Sarah dengan senyuman liciknya.


***


Acara pun di mulai, Aldo kini duduk berjajar dengan para petinggi yang bekerja sama dengan hotel miliknya.


Agen travel, dan pejabat dari maskapai penerbangan juga sudah duduk di sampingnya.


Sarah nampak terpesona dengan ketampanan Aldo. Penampilannya sangat berbeda saat berpacaran dengannya kala SMA.


" Sangat tampan, pemilik hotel Alesha. " puji Selly yang melihat ke arah Aldo.


Aldo menamakan hotel miliknya, dengan nama anaknya sekaligus mengenang ibunya. Karena mereka memiliki nama yang sama yaitu Alesha.


" Iya, " Jawab Sarah, " Dan malam ini, dia harus menjadi milikku." batinnya sembari mengulas senyum.


Aldo memberikan sambutan kepada para tamu undangan. Dia memberikan pengumuman tentang kehamilan istrinya. Dan acaranya pun di siarkan langsung, di chanel televisi miliknya.


" Apa, istrinya hamil? Ah, masa bodoh aku tidak perduli. Yang pasti Aldo harus menjadi milikku malam ini dan seterusnya." gumam Sarah.


Usai acara waktunya mereka berkumpul di meja makan. Menikmati hidangan hotel yang sudah tersedia di meja.


" Pah aku pulang duluan, ya. Karena Raisa sudah menungguku." kata Aldo.


" Tunggu sebentar, karena perusahaan di tempat mamamu ingin mengadakan seminar. Dan mereka memintamu menjadi tamu undangan." kata Arifin menahan lengan Aldo.


Aldo mengurungkan niatnya untuk pulang, dan kembali menikmati hidangan yang sudah tersedia.

__ADS_1


-


Silakan like dan berikan komentarmu.


__ADS_2