
" Keluarga?" cibir Raisa dengan senyum mengejek.
Kemudian Raisa langsung membuka pintu jendela, dan menuju balkon.
Raisa begitu takjub saat melihat lokasi hotel, yang sangat dekat dari pintu masuk taman hiburan.
Sejenak Raisa memejamkan kedua matanya, menghirup dalam-dalam udara yang berselimut kan awan mendung. Seperti nya cuaca malam ini akan turun hujan, karena tak nampak adanya bintang-bintang.
Aldo menghampiri Raisa dan memeluk nya dari arah belakang.
" Ish, lepaskan." berontak Raisa yang ingin melepaskan pelukan Aldo.
" Shut, jangan berisik nanti Alesha bangun." bisik Aldo di telinga Raisa, " Nikmati saja suasana malam ini, aku berjanji tidak akan menyentuh mu." ucapnya pelan, deru nafas Aldo sangat terasa di telinga Raisa.
" Kenapa kau melakukan semuanya padaku?" tanya Raisa dengan ekspresi wajah yang datar menghadap pemandangan di hadapannya.
" Melakukan apa?" tanya Aldo.
" Kenapa kau begitu terobsesi padaku, hingga membuat ku menderita." kata Raisa.
" Maafkan aku, saat bertemu dengan mu aku sudah sangat jatuh hati. Dan saat tahu kau sudah menikah, niatku hanya ingin menjagamu. Tapi hasrat ku dan nafsuku tidak kuat saat kau selalu hadir di hadapan ku." kata Aldo semakin mengeratkan pelukan nya.
" Kau telah menghancurkan hidupku." lirih Raisa , tanpa terasa bulir air mata telah membasahi pipinya
" Maaf, maafkan aku. Aku akan memperbaiki kesalahanku. Kita mulai dari awal." tutur Aldo yang langsung membalikkan badan Raisa, dia begitu menatap lekat Raisa. Tidak ingin sang pujaan hati pergi jauh.
" Menikahlah denganku." pinta Aldo.
" Aku belum siap." jawab Raisa sambil menundukkan kepalanya.
" Alasannya?" tanya Aldo.
" Karena aku tidak mencintaimu." ucap Raisa yang langsung menatap Aldo.
" Baiklah, beri aku kesempatan untuk membuatmu jatuh cinta padaku. " pinta Aldo
Raisa hanya terdiam, lalu memalingkan wajahnya.
" Aku tak akan mengulang kesalahan yang sama. Aku akan menunjukkan padamu, kalau aku sangat mencintai mu Raisa." ucap Aldo penuh penegasan.
" Aku tunggu." jawab Raisa.
Kemudian Raisa melepaskan genggaman tangan Aldo, yang memegang lengannya. Raisa masuk ke dalam kamar, karena air hujan mulai menitikkan air nya.
Raisa membaringkan tubuhnya di sebelah Alesha.
__ADS_1
" Kau tahu, saat aku mengetahui Alesha mengidap autisme. Hatiku rapuh, bingung karena aku belum mempunyai pengalaman mengurus anak kecil. " kata Raisa sambil mengelus kening Alesha.
" Aku hanya bingung, kenapa Tuhan memberikan aku cobaan yang aku belum yakin bisa melewati nya. Tapi aku beruntung, karena bertemu orang baik seperti pak Arifin. Dia begitu menyayangiku, layaknya anak sendiri. Begitu perhatian, dan menjagaku hingga dia tidak menyalahkan aku di saat aku mencoba untuk bunuh diri. " ucap Raisa.
" Mulai saat ini, aku yang akan menjaga mu, memperhatikan dan menyayangi kalian." kata Aldo seraya mendekati Raisa dan memegang tangannya lalu mencium nya.
" Tidur lah, kau pasti sangat lelah." Aldo mencium kening Raisa.
Kemudian Raisa merebahkan tubuhnya di sebelah Alesha. Dan suasana di kamar hotel pun telah sunyi.
****
" Pah, Bu Isa gak pulang?" tanya Beby yang setiap hari selalu menunggu Raisa saat pulang kerja.
" Bu isa dan Alesha sedang di ajak jalan-jalan sama kak Aldo.
" Pah, Kak Aldo itu siapa?" tanya Beby yang belum paham, karena usianya masih sepuluh tahun.
" Kak Aldo itu anak papa, jadi kamu punya kakak selain kak Katie." jawab Arifin menjelaskan.
" Kenapa kak Aldo gak ngajak aku?" tanya Beby.
Arifin bingung ingin menjelaskan tentang Aldo, yang ingin merayu Raisa. Untung ada Merlin yang datang, jadi istri nya bisa menjelaskan kepada Beby.
" Kak Aldo mau ngajak kamu, tapi kamu belum pulang sekolah." ucap Merlin yang membantu Arifin menjelaskan perihal Aldo.
" Besok kamu minta sama kak Aldo untuk jalan-jalan." kata Arifin yang mencoba merayu putri bungsunya.
" Oh iya, besok kalo ada kak Aldo aku minta jalan-jalan sama dedek Ale." ucap Beby sangat antusias.
" Ya udah sekarang kamu tidur, sudah malam." kata Merlin.
" Iya, aku tidur dulu ya." Beby mencium pipi papa dan mamanya.
Kalau Katie sedang memikirkan Fay, karena hubungannya tidak di setujui oleh Arifin.
Karena dia merasa gelisah, maka dia memutuskan untuk bertanya pada Arifin.
Katie keluar dari kamarnya, dan menghampiri Arifin juga Merlin.
" Pah, kenapa aku dilarang berpacaran dengan Fay?" tanya Katie yang sudah duduk sofa di hadapan Arifin.
" Karena papa gak suka sama ayahnya Fay." tutur Arifin.
" Tapi kan yang punya masalah itu papa sama ayahnya Fay, bukan aku." kesal Katie dengan nada emosi.
__ADS_1
" Ayahnya Fay telah membuat mamanya Aldo menderita. Dan juga telah meninggalkan nya serta menguras hartanya." ucap Arifin.
" Tapi kami kan tidak salah." kata Katie.
" Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Fay pasti mempunyai sifat yang sama dengan ayahnya." kata Arifin menjelaskan.
" Biarkan aku buktikan kalau Fay tidak seperti yang papa pikirkan." kecam Katie.
" Terserah kamu, papa hanya mengingatkan. " ucap Arifin yang melihat kepergian Katie.
" Bagaimana pah, apa yang harus kita lakukan pada Katie?" tanya Merlin sambil menyesap teh buatan nya.
" Kau awasi saja dia, karena kau telah lama berteman baik dengan Calantha. Aku percaya padamu." kata Arifin sambil memegang tangan istrinya, lalu menciumnya.
*****
Pagi pun tiba, Alesha telah terbangun dari tidurnya. Begitu juga Raisa yang sudah membersihkan dirinya. Tampak dua perempuan pujaan hati Aldo telah rapi.
" Aldo, cepat bangun. Aku mau kerja." kata Raisa yang membangun kan Aldo.
" Sudah jam berapa ini?" tanya Aldo sambil mengusap kedua matanya.
" Sekarang sudah jam enam, aku harus kerja." kata Raisa.
" Kau ijin saja dulu, karena aku akan mengajak Alesha melihat pertunjukan disney. " kata Aldo yang masih mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.
" Apa? Hey, aku sudah punya kewajiban dan tanggung jawab. Tak mungkin aku tinggalkan." kesal Raisa yang langsung menggoyangkan tubuh Aldo.
" Baiklah, aku akan mandi dulu." kata Aldo yang langsung bergegas ke kamar mandi.
Raisa pun keluar kamar hotel untuk melihat-lihat sembari menunggu Aldo yang sedang mandi.
Raisa melihat kemegahan hotel bintang 5, dengan menawarkan layanan berkualitas.
Hotel ini menyediakan tempat penitipan anak gratis, parkir gratis, kolam renang indoor dengan pemanas, taman, teras, Wi-Fi gratis, dan TV layar datar dengan saluran internasional dan tentu saja, Disney.
Raisa mengajak Alesha ke area kolam renang, tiba-tiba Alesha merengek ingin berenang.
" Ma, berenang." rengek Alesha yang langsung menghampiri kolam renang.
" Ale ini masih pagi, dan airnya pasti dingin. Mama gak bawa baju ganti." Raisa mencoba merayu Alesha agar tidak berenang.
Lalu dari arah belakang, Aldo menimpali.
" Ayo berenang sama papa." kata Aldo yang langsung menggendong Alesha.
__ADS_1
Dia langsung menghampiri petugas hotel, untuk mencarikan baju renang anak perempuan usia 5 tahun.
- Silakan like dan berikan komentar mu.