Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 61


__ADS_3

Fay yang baru saja selesai memasak, mendengar ketukan pintu dari arah depan dan juga kamarnya.


" Siapa yang bertamu? Bukan kah tidak ada seorang pun yang tahu tempat ini?" ucap Fay bermonolog sendiri.


Kemudian dia membuka celemek, dan mematikan kompor listrik.


Mendiamkan masakan yang sudah setengah matang.


Fay langsung menuju pintu depan, untuk melihat siapa tamu yang datang.


Dan tak menghiraukan Raisa yang sudah berteriak ingin di bukakan pintu.


Fay mengintip dari lubang pintu, sepertinya ada seorang petugas keamanan yang berdiri di sana.


" Mau apa Security datang ke sini?" ucap Fay yang langsung membukakan pintu.


Pintu telah terbuka, dan betapa terkejutnya dia saat tubuhnya di dorong oleh seseorang.


" Aw..." tubuh Fay terdorong masuk dan hampir terjatuh.


" Dasar anak ingusan, Bugh!" Aldo melayangkan pukulan ke perut Fay.


" Hey, aku akan laporkan kalian ke polisi karena telah membuat keributan." pekik Fay yang jatuh tersungkur ke lantai.


" Dimana Raisa?" tanya Aldo dengan menatap geram ke arah Fay.


" Fay, buka pintunya..." teriak Raisa sambil menggedor-gedor pintu.


" Aldo, papa akan ke kamar." kata Arifin bersama anak buah Aldo.


" Dengar Fay, aku sudah memperingatkan mu untuk jangan mengganggu milikku. Apa kau sudah melupakan nya?" geram Aldo sambil mencengkeram kerah baju Fay.


" Aku sangat mencintai nya, sudah sejak SMA saat dia menjadi guruku. Selama kau belum resmi menikahi nya, maka dia harus menjadi milik ku." balas Fay yang ingin memukul Aldo, namun tertahan oleh tangan Aldo.


" Kau mencoba memukulku?" Kembali Aldo melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Fay.


" Pintu nya terkunci, mari kita dobrak." perintah Arifin.


" Raisa, kau mundur. Papa akan mendobrak pintu nya. " teriak Arifin dari arah luar.


Raisa menghentikan teriakannya, kemudian dia mundur beberapa langkah dari pintu.


" Satu, dua, tiga... Brak!?" pintu langsung terbuka.


" Papa..." ucap Raisa yang langsung memeluk Arifin.


" Kau tidak apa-apa nak?" tanya Arifin sambil memegang bahu Raisa dan melihat nya dari atas rambut hingga ujung kaki. Memastikan tidak ada yang terluka di tubuh Raisa.


" Tidak pah, " kata Raisa yang langsung mengusap air matanya.


" Ayo kita keluar." kata Arifin yang langsung merangkul Raisa.


Di depan ruang tamu, terlihat Fay yang sudah tergembok tangan nya oleh borgol polisi.

__ADS_1


" Hey, kalian akan menerima balasan ku." umpat Fay sambil berjalan di giring oleh polisi.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Aldo sembari memegang Raisa lalu memeluknya.


" Aku tidak apa-apa, ayo sekarang kita ke hotel melihat penampilan Alesha." ucap Raisa yang langsung menggandeng tangan Aldo.


" Kau belum di apa-apa kan sama Fay?" tanya Aldo yang mengikuti Raisa di belakangnya.


" Tidak, " ucapannya ragu, " Sepertinya..." dia menjawab sangat ragu, karena dia baru saja tersadar.


" Tapi kamu ngerasa ada yang sakit gak di tubuh mu?' tanya Aldo yang berdiri di sebelah Raisa. Karena kini mereka telah memasuki lift.


Arifin dan anak buah Aldo memasuki lift yang berbeda.


Raisa dan Aldo sudah masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan Arifin dan anak buah Aldo, mereka menaiki mobil masing-masing.


" Pah, kita ketemu di hotel." kata Aldo.


Lalu mereka pergi meninggalkan apartemen, dan berjalan menuju hotel.


Sesampainya di hotel, Raisa langsung turun dari mobil dan berlari menuju ballroom.


" Raisa, di sini..." panggil Merlin sambil melambaikan tangan.


Dan Raisa setengah berlari menghampiri Merlin .


" Kak Raisa, kau tidak apa-apa?" tanya Katie sambil memegang bahu Raisa.


" Aku gak apa-apa." ucapan nya sambil tersenyum.


" Apakah ini yang menyuruh panitia mah?" tanya Raisa meyakinkan, karena dia sedikit trauma tentang hal yang tadi dia alami.


" Iya, itu langsung dari panitia." ucap Merlin memberikan paper bag berwarna putih kepada Raisa.


" Baiklah, tolong jaga Alesha." kata Raisa.


" Kau mau kemana?" tanya Aldo yang baru saja datang setelah memarkirkan mobilnya.


" Aku mau ganti baju." teriak Raisa yang berjalan menuju kamarnya.


Segera Aldo mengikuti Raisa, dia tidak ingin terjadi hal seperti tadi pada calon istri nya.


" Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Raisa yang sudah membuka pintu kamarnya.


" Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu, seperti tadi." ucap Aldo perhatian.


" Ya tapi kan si Fay sudah di tangkap polisi." balas Raisa sambil membuka paper bag yang di taruh di atas kasur.


" Siapa tahu ada Fay-Fay yang lain." gumam Aldo yang langsung memeluk Raisa dari arah punggungnya.


" Aldo, jangan macam-macam!' ancam Raisa dan langsung memajukan langkah nya.


" Iya, iya maaf. " tutur Aldo yang langsung berjalan menuju sofa.

__ADS_1


" Tutup mata mu." perintah Raisa.


" Untuk apa?" tanya Aldo bingung.


" Aku mau ganti baju, dan kau tidak boleh mengintip." ucap Raisa sambil menatap tajam ke arah Aldo.


" Iya, iya aku tutup mata." kata Aldo menyerah, padahal dia ingin melihat tubuh molek milik calon istri nya


Raisa mulai membuka bajunya, dan menaruhnya di atas kasur. Setelah itu dia memakai baju balet, namun sayang resleting berada di bagian punggung.


Dengan terpaksa dia harus memanggil Aldo, " Aldo." panggil nya.


" Iya.." jawab Aldo yang masih memejamkan kedua matanya.


" Tolong pakaikan resleting bajuku, kau kaitkan." pinta Raisa sambil memunggungi Aldo.


" Aku kan sedang menutup mata, mana bisa berjalan ke arahmu. " ucap Aldo beralasan.


Akhirnya Raisa memundurkan langkahnya, menuju sofa.


" Cepat kancingkan." kata Raisa.


Aldo membuka setengah matanya, memastikan kalau Raisa tidak melihat nya.


" Dimana sih resleting nya?" tanya Aldo seraya meraba-raba pinggul Raisa.


" Hey kau jangan sembarang pegang-pegang." kecam Raisa yang langsung memukul tangan Aldo.


" Oh maaf, kau kan tadi menyuruhku untuk menutup mata." kilah Aldo sambil tersenyum tipis.


" Ya sudah kau buka saja matamu, tapi jangan macam-macam." perintah Raisa.


" Oke." jawab Aldo yang langsung membuka kedua matanya.


" Wah, punggung yang indah.' gumam nya sambil meraih resleting yang terdapat di bagian tengah pinggang.


" Besok aku akan langsung menikahi mu saja kalau begini." gerutu Aldo yang melihat tubuh Raisa yang putih mulus.


" Jangan mesum, cepat kaitkan begitu saja kok lama." geram Raisa yang sudah kesal dengan tingkah Aldo.


" Ba-baiklah.." ucap Aldo yang langsung mengaitkan resleting nya.


" Sudah?" tanya Raisa yang langsung berbalik ke arah Aldo


" Sudah, " jawab Aldo sambil membuka kedua matanya.


" Terima kasih." kata Raisa , kemudian dia langsung mengambil sepatu balet nya.


Aldo dan Raisa pun keluar dari kamar, menuju ballroom.


Semua mata tertuju pada penampilan Raisa yang begitu cantik, dengan polesan makeup natural.


Dan berjalan beriringan bersama Aldo, pria tampan dan gagah.

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2