
" Johnson, ternyata kau ayah dari Fay?" tanya Arifin.
" Iya, dan aku sangat beruntung tidak meniduri Alesha saat itu. Dan yang lebih beruntung adalah kini aku memiliki separuh harta milik Alesha. Karena itu syarat yang aku ajukan pada Wisnu." ucap Johnson dengan senyum licik.
" Kurang ajar kau." emosi Arifin yang ingin memukul Johnson.
" Papah, " panggil Katie.
" Aku tak sudi anakku di dekati oleh anakmu." kata Arifin yang sudah tahu kalau Katie adalah pacar dari Fay.
" Pah..." ucap Katie sambil menangis, " Aku mencintai Fay." Katie mengungkapkan isi hatinya.
" Ayo pulang." Arifin menarik lengan Katie dan berjalan meninggalkan Johnson, dan Merlin menyusul di belakangnya bersama Beby.
****
" Sebenarnya apa yang telah terjadi?" tanya Raisa yang berada di dalam mobil bersama Alesha.
" Pak Arifin adalah ayahku, kakek yang menceritakan semuanya. Kini kakekku sudah meninggal, dan dia menitipkan salam untuk mu. Dia meminta maaf karena saat kau datang, dia tak memberitahu ku. Karena dia tidak ingin aku mendekat mu." jelasnya
" Kakekmu sudah meninggal?" tanya Raisa menegaskan.
" Iya, beberapa hari yang lalu saat aku tiba di Indonesia." ujar Aldo.
" Kau tahu, saat aku sampai di Perancis, aku mengidap penyakit yang aneh." kata Aldo bercerita.
" Penyakit aneh, apa maksud mu?" tanya Raisa.
" Perutku mual, badanku lemas, makanan tidak masuk sedikit pun.' tutur Aldo membayangkan penyakit nya." Dan dokter tidak bisa menjelaskan tentang penyakit ku yang terjadi selama sembilan bulan." kata Aldo.
" Aku menyimpulkan kalau aku sedang, mengidam karena kau hamil." kata Aldo dengan senyum tipis.
" Bagus kalau kau merasakan nya." kata Raisa sambil memutar kedua bola matanya.
" Ale, kamu mau makan apa?" tanya Aldo sambil mengusap pipi Alesha.
" Jangan pegang-pegang anakku." ucap Raisa menepis tangan Aldo.
" Es krim." Jawab Alesha.
Kemudian Aldo menepikan mobilnya saat melihat ada tukang es krim.
" Ale mau rasa apa?" tanya Aldo yang menggendong Alesha.
" Coklat, " jawab Alesha.
Raisa begitu bingung melihat keakraban mereka. Dan juga Alesha yang bisa menjawab pertanyaan Aldo.
__ADS_1
Padahal Alesha sangat takut dengan orang yang baru di kenal.
Mereka makan eskrim bersama di bangku taman.
" Kenapa kau ikutkan Alesha acara seperti itu?" tanya Aldo yang belum mengetahui penyakit Alesha.
" Alesha menderita autisme." kata Raisa.
" Apa?" kaget Aldo.
" Iya." jawab Raisa.
" Kenapa bisa?" tanya Aldo.
" Aku tidak tahu, dan kenapa kau jadi peduli padanya?" ketus Raisa.
" Karena aku papanya." tegas Aldo.
" Papa.." panggil Alesha.
Setelah lama mereka menghabisi waktu di taman, Alesha tertidur di gendongan Aldo.
" Mari kita pulang." ajak Aldo. Mereka pun pulang ke rumah Arifin.
Sesampainya di rumah Arifin, Aldo membaringkan Alesha di tempat tidur.
" Aku ingin menikah denganmu." ucap Aldo yang berdiri di hadapan Raisa saat keluar dari kamar Alesha.
" Raisa, semua bukan salah ku. Aku pergi karena keinginan kakek. Seandainya malam itu kakek bilang padaku, kalau kau mencariku pasti aku akan pulang." ucap Aldo yang mengikuti langkah Raisa.
" Aku sudah sangat membenci mu." ucap Raisa yang langsung berbalik, " Sudah sana pergi, aku mau makan perutku lapar." kata Raisa sambil bertolak pinggang.
" Kau mau makan apa? Biar aku belikan." rayu Aldo
" Aku bilang pergi." kesal Raisa yang langsung mendorong tubuh Aldo.
" Ini rumahku, pak Arifin adalah ayahku." kata Aldo menegaskan sambil mengangkat satu alisnya ke atas.
Raisa menghela nafasnya, " Baiklah aku yang pergi." ucap Raisa mengalah dan langsung melangkah kan kakinya.
Tangannya di cegat, " Baik aku pergi." kata Aldo menyerah.
Mungkin besok dia akan balik lagi untuk merayu Raisa.
Arifin dan anak-anak beserta istri, hanya menonton mereka sedang berselisih.
Aldo pun pamit pada Arifin karena telah di usir oleh Raisa.
__ADS_1
" Pah, aku pulang dulu.' pamit Aldo lalu berbisik, " Aku minta tolong padamu, rayu dia agar mau aku nikahi." Pinta Aldo pada Arifin.
Kemudian Katie mendengar suara Aldo, " Serahkan padaku." kata Katie yang menawarkan diri.
Kemudian Aldo mengedipkan satu matanya ke arah Katie.
Malam ini tidak ada pembicaraan, karena mereka masih sama-sama emosi karena urusan masing-masing.
****
Pagi hari semua penghuni rumah berkumpul di meja makan. Mereka menikmati sarapan, yang di buat oleh Raisa dan Merlin.
" Pah, sebenarnya ada hubungan apa papa dengan papanya Fay?" tanya Katie yang kemarin belum mendapatkan jawaban dari Arifin.
" Johnson itu suami dari mamanya Aldo, dan dia hanya mengincar harta Alesha. Setelah dia melahirkan Aldo, Johnson langsung menceraikan Alesha dan menikah lagi. Dan itu adalah perjanjian yang di buat oleh kakeknya Aldo." kata Arifin yang telah menghentikan kunyahan nya.
" Lalu Aldo?" tanya Katie.
" Dia kakakmu." kata Arifin sambil melirik ke arah Raisa.
Raisa hanya mendengarkan nya, tanpa berkomentar.
" Alesha dulunya adalah kekasih papa." ujar Arifin seraya tangan nya memegang tangan Merlin meminta persetujuan untuk menjelaskan
Merlin melihat Arifin dengan tersenyum, menandakan dia tidak apa-apa.
" Kami di pisahkan oleh kakek Wisnu yang tidak suka dengan papa yang hanya pegawai nya. Kemudian Alesha di nikahkan dengan Johnson, saat itu Alesha sedang mengandung anak papa. Untuk menutupi kehamilan Alesha, terpaksa kakek Aldo membuat perjanjian dengan Johnson. Untuk menikahi Alesha dan memberikan separuh harta milik Alesha kepada Johnson. Setelah Alesha melahirkan, Johnson meninggalkan nya dengan membawa harta milik Alesha. Saat hamil Alesha begitu tertekan dan tidak bahagia. Hingga dia mengalami pendarahan hebat saat melahirkan, lalu meninggal." kata Arifin menjelaskan kepada anak-anaknya termasuk Raisa.
" Sekarang aku ingin bertanya denganmu Raisa." ucap Arifin yang langsung menatap Raisa.
Raisa sungguh terkejut saat namanya di sebut oleh Arifin. Matanya balik menatap Arifin yang memanggil namanya.
" Iya, Pak!" sahut Raisa ragu.
" Alesha cucuku, boleh aku meminta satu permintaan padamu?" tanya Arifin.
" Iya pak, silakan apa permintaan anda?" tanya Raisa.
" Menikahlah dengan Aldo, dia sangat mencintaimu. Dia tidak pernah meninggalkan mu, semua itu karena ulah kakeknya yang tidak mengijinkan Aldo berhubungan dengan mu." tutur Arifin, " Aku mohon, sebagai balas budi mu untuk ku.' pinta Arifin.
Arifin memang begitu baik pada Raisa, hingga Raisa mungkin tidak bisa membalas kebaikan nya. Mungkin inilah saatnya dia membalas semua kebaikan Arifin. Dengan menerima Aldo sebagai suaminya.
Raisa pun berpikir, jika Alesha bersama Aldo maka sikapnya menjadi normal seperti anak lainnya.
" Baiklah pak, saya akan terima Aldo sebagai suami karena saya melakukan demi membalas kebaikan anda. Juga kebaikan untuk Alesha yang begitu nyaman bersama papanya." jawab Raisa dengan senyum getir.
Dirinya masih belum siap memaafkan Aldo, namun semua dia lakukan hanya untuk anaknya yang sangat membutuhkan sosok ayah.
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu.