Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 54


__ADS_3

" Silakan duduk dan bergabung dengan yang lain." suruh Aldo pada Jenifer dengan tatapan dingin.


" I-iya pak." kata Jenifer dengan suara terbata-bata. Dia sangat malu karena Aldo tidak menanggapi penampilan nya.


Bianca yang berada di sebelah Aldo hanya senyum mengejek. Dalam hatinya berkata, " Aku aja sekertaris nya di suruh ganti baju dan celana panjang. Pak Aldo gak tertarik sama wanita kecentilan kayak kamu."


Aldo mulai membuka pembicaraan, dia menjelaskan tentang permintaan dari para konsumen nya. Dan mereka yang menawarkan kerjasama, harus sesuai target pasar.


Kemudian produk yang di tawarkan oleh Johnson Corp lebih menarik. Namun sekilas Aldo tolak, karena dia sangat mengetahui siapa pemiliknya.


Rapat di buka lagi besok pagi, dia masih mencari supplier yang cocok untuk pangsa pasar nya. Aldo memberikan kesempatan pada pebisnis baru, yang akan menawarkan produk nya.


Selesai rapat, Jenifer langsung menghampiri Aldo.


" Pak, produk kami lebih berkualitas. Kenapa anda tidak memakai nya, malah mengacuhkan nya?" kesal Jenifer melihat sikap Aldo yang telah mempermainkan perusahaan nya.


" Sebaiknya kau tanyakan atasan mu, layakkah perusahaan nya bekerjasama dengan perusahaan Wisnutama?" tanya Aldo dengan nada penekanan.


Aldo meninggalkan Jenifer yang diam terpaku di sudut meja rapat.


" Ish, menyebalkan. Kenapa aku harus di permalukan seperti ini?" geram Jenifer yang merupakan anak dari Johnson, dan juga adik dari Fay.


Kemudian Jenifer langsung menghubungi ayahnya. Melaporkan tindakan Aldo yang mempermalukan nya di depan supplier yang datang.


" Pah, aku telah di permalukan oleh Aldo, dia menolak kerjasama dengan ku. Awalnya dia menyetujui, namun ketika aku menyebut nama perusahaan dia langsung membatalkannya." kesal Jenifer dengan suara yang begitu emosi.


" Apa? Bocah tengik itu telah menolak kerjasama dengan kita?" geram Johnson.


" Iya, cepat lakukan sesuatu." rajuk Jenifer.


" Baiklah, papa akan menyuruh mamamu untuk memecat Raisa." kata Johnson dengan emosi yang memuncak.


Johnson begitu marah saat tahu anaknya di permalukan. Segera dia menghubungi Calantha untuk memecat Raisa.


" Calantha?!" panggil Johnson melalui sambungan telepon seluler nya.


" Iya ada apa?" jawab Calantha.


" Pecat Raisa sekarang juga." titah Johnson pada istrinya..

__ADS_1


" Apa? Alasan apa aku harus memecat guru terbaik ku?" tanya Calantha dengan suara yang lembut.


" Pokoknya kamu harus pecat dia, aku tidak mau tahu. Hal itu akan kita bahas di rumah." kata Johnson yang langsung mematikan sambungan telepon seluler nya.


Calantha menjadi bingung, karena Raisa telah membantu sekolah nya menjadi terkenal.


" Apa yang harus aku lakukan?" gumam nya.


Kemudian Raisa pun datang menghampiri Calantha, yang sedang merenung.


" Maaf Bu, apa saya mengganggu?" tanya Raisa seraya membawa map berwarna hijau.


" Oh kau Raisa, duduklah." kata Calantha yang mempersilakan Raisa untuk duduk.


" Ini daftar nama siswa yang akan mengikuti lomba, selebihnya itu adalah pilihan anda." kata Raisa yang telah menaruh berkas map berwarna hijau di atas meja.


" Raisa, boleh aku katakan sesuatu?" tanya Calantha.


" Boleh, silakan." kata Raisa dengan senyum yang teduh.


" Suamiku menyuruhku untuk memecatmu, karena Aldo telah menggagalkan proyeknya tadi pagi." keluh Calantha.


" Maafkan atas sikap Aldo." kata Raisa yang melihat kejujuran di mata Calantha.


" Aku sangat berterima kasih pada anda, karena mempercayai saya dan anak saya." kata Raisa mencoba menghibur Calantha.


" Raisa, aku tidak rela jika kau harus keluar dari sekolah ku." kata Calantha dengan suara Isak tangis.


" Aku mengerti posisi anda, kalau memang suami anda menginginkan saya keluar, maka dengan senang hati saya akan menurutinya." kata Raisa sambil mengusap punggung Calantha.


" Tidak Raisa, aku akan membahas nya nanti malam. Aku akan tetap mempertahankan mu, apakah kau bersedia untuk terus di sekolah ini?"tanya Calantha memastikan.


" Aku tidak yakin, tapi aku akan berusaha untuk tetap bekerja di sini sepenuh hati." kata Raisa.


" Baiklah, hal ini akan aku bahas dengan suami ku nanti. Sekarang kau kembali pada pekerjaan mu." perintah Calantha.


" Baik, bu." jawab Raisa, kemudian dia bangkit berdiri lalu pergi meninggalkan ruangan Calantha.


" Aldo, apa yang kau lakukan?" geram Raisa, " Aku harus menanyakan nya nanti." gumamnya sembari berjalan menuju kantor.

__ADS_1


****


Waktu menunjukkan pukul lima sore, dan para siswa sudah keluar dari sekolah. Kecuali Raisa dan juga ketiga siswi nya, yang akan mengikuti seleksi.


" Julia, Michelle, dan Dorothy kalian adalah siswa berbakat. Jika nanti dalam penilaian ibu memilih salah satu dari kalian, ibu harap kalian harus berbesar hati menerima keputusan ibu. Jadi sebelum kalian tampil, ibu harap kalian membaca doa terlebih dahulu. Tampilkan yang terbaik." pesan Raisa pada ketiga siswi nya.


Setelah melakukan sesi doa, giliran tampil yang pertama adalah Julia.


Julia mulai berlenggak lenggok dengan gemulai di depan Raisa. Para orang tua dari ketiga siswi, melihat dengan jantung yang berdetak kencang. Anak-anak nya yang yang mengikuti kompetisi, orang tuanya yang gugup.


Tiba-tiba ada Fay yang datang, membawa minuman ringan di tangan nya.


" Minumlah, kau pasti lelah." kata Fay yang menyodorkan minuman rasa jeruk.


" Terima kasih." kata Raisa yang menerima minuman dari Fay.


Penilaian telah selesai, kini ketiga siswi pun sudah di jemput oleh orang tua masing-masing.


Tinggallah Raisa dan Fay yang berdua di dalam aula. Kemudian Raisa merasakan ada hal aneh di tubuhnya.


Seringai licik terlihat dari senyuman Fay yang menatap Raisa. Saat merasakan ada yang aneh pada tubuhnya, Raisa segera merapikan tasnya. Dan dia pergi meninggalkan Fay, tanpa pamit.


Pernah dulu dia merasa hal seperti yang di rasakan saat ini.


" Raisa..." panggil Fay yang menyusul di belakangnya.


Raisa tak menoleh sedikitpun, dia tahu Fay mencampuri minuman nya dengan sesuatu.


Perasaan itu sama kala Aldo menyuruh nya minum kala itu. Hal itu sangat di takuti Raisa saat ini. Kakinya terus berjalan, melangkah cepat menuju gerbang sekolah. Raisa tak lagi menghiraukan panggilan dari Fay.


Namun naas nya kakinya tersandung batu, saat menghindari Fay yang sudah di belakangnya.


Ada yang menarik tangan nya dari arah belakang, dan membantu nya berdiri. Dia takut akan pengaruh minuman yang tadi. Kemudian dia langsung mendorong tubuh seseorang di belakangnya.


" Raisa, kau kenapa?" tanya Aldo yang sudah berdiri di hadapannya.


Kemudian dia langsung memeluk Aldo, " Tolong aku." bisiknya.


Aldo bingung dengan sikap Raisa yang memeluk nya dengan erat.

__ADS_1


-


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2