
Sesampainya di rumah, keluarga Arifin telah menunggu kedatangan Alesha.
" Alesha, " panggil Beby lalu memeluk nya.
" Kak Beby." panggil Alesha, dan seluruh anggota keluarga terkejut saat Alesha memanggil Beby.
" Kamu sudah bisa manggil aku?" kata Beby yang begitu senang dengan panggilan Alesha.
" Beby, Alesha lelah. Ajak ke kamar nya." perintah Merlin.
" Ayo Ale, kita ke kamar." ajak Beby yang menuntun tangan Alesha masuk ke dalam rumah.
" Bagaimana jalan-jalan nya?" tanya Arifin yang juga menyambut kedatangan Raisa malam ini.
" Senang pah, Alesha senang sekali." kata Aldo semangat.
" Iya sudah kalian masuklah, kita mau makan malam." kata Merlin yang menyuruh Raisa dan Aldo masuk ke dalam rumah.
Mereka makan bersama-sama, menikmati hidangan yang di buat oleh Merlin.
****
Pagi pun tiba, Alesha sudah kembali normal layaknya bocah usia 5 tahun.
Dia mulai mengusili orang rumah, karena Aldo sedang menginap di rumah Arifin.
Saat Aldo tertidur di sofa, Alesha datang menjahilinya dengan mencubit hidung nya.
" Emph, emph..." suara Aldo yang tertutup jalan nafas nya.
Kedua matanya pun terbuka, kemudian langsung memeluk Alesha.
" Ish, kamu ya ! uda pinter usilin papa." ucap Aldo.
Alesha begitu riang bercanda dengan Aldo. Sedangkan Raisa hanya memperhatikan dari arah dapur.
" Kenapa kamu gak ikut gabung, Sa?" tanya Merlin yang berbisik di telinga Raisa.
" Eh bu, aku masih belum siap." balas Raisa.
" Alasannya?" tanya Merlin.
" Karena aku memang tak pernah mencintai nya." ujar Raisa.
" Cinta akan datang dengan sendirinya, kamu lihat begitu nyaman Ale bersama Aldo." kata Merlin sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Aldo.
Raisa termenung, dia masih harus berpikir. Aldo yang hanya orang asing baginya, dan telah merenggut kehormatannya dengan paksa. Membuat hatinya sangat membencinya, kini harus menerima kenyataan, kalau anaknya bisa sembuh karena dekat dengan ayahnya.
" Raisa, lunakkan hatimu. Demi kebahagiaan Alesha." saran Merlin.
" Terima kasih bu, kau wanita yang paling baik yang pernah aku kenal." tutur Raisa yang langsung memeluk Merlin. Dan Merlin membalas pelukan Raisa.
Usai sarapan pagi, Aldo mengantar Raisa dan Alesha menuju sekolah.
" Pulang nanti aku jemput." pesan Aldo yang telah membukakan pintu mobil untuk Raisa.
" Tidak perlu, kau seperti tak punya kerjaan." ketus Raisa yang sudah keluar dari mobil.
__ADS_1
" Ale, papa kerja dulu ya. Kamu sekolah yang rajin." kata Aldo seraya mencium pipi Alesha.
" Mamanya mau di cium juga gak?" goda Aldo sambil melirik ke arah Raisa.
Raisa memalingkan wajahnya, dan reflek Aldo langsung mencium pipinya." Cup.."
" Heh, dapat." ucap Aldo sambil tersenyum, kemudian dia langsung masuk ke dalam mobilnya.
" Ish, " Raisa langsung mengusap pipinya, bekas bibir Aldo.
" Da, da, Ale!" seru Aldo sambil melambaikan tangan nya.
" Da, da Papa ." sahut Alesha.
Raisa hanya menatap tajam ke arah Aldo, karena telah mencuri ciuman.
Dari kejauhan, terlihat Fay sedang mengamati Raisa.
" Aku harus mencari informasi tentang suami Raisa." batin Fay sambil melihat pergerakan Raisa masuk ke dalam sekolah.
Raisa sudah masuk ke ruang guru, dia pun meletakkan tasnya di dalam laci.
Kemudian dia mengantarkan Alesha menuju kelasnya.
Saat akan keluar dari ruang guru, nampak Calantha yang menghampirinya.
" Raisa, " panggil Calantha.
" Iya bu, " jawab Raisa.
" Sekolah kita akan mengikuti kontes balet di Paris. Apakah kau akan mendaftarkan Alesha?" tanya Calantha.
" Baiklah, kau yang memilih siswa berbakat di sekolah ini. Nanti aku hubungi penyelenggaranya." kata Calantha sambil menyodorkan selembar formulir pada Raisa.
Kemudian Raisa langsung berjalan menuju kelas Alesha.
Raisa menunggu Alesha sampai bel masuk berbunyi.
" Tet, tet, tet..." bel berbunyi, dan Raisa kembali ke ruang guru.
Raisa langsung mengumumkan pada seluruh siswa, untuk mengikuti lomba balet. Dan akan Raisa pilih pada saat jam pelajaran seni di mulai.
Waktu yang di berikan adalah satu bulan, jadi Raisa dapat memilih dengan teliti siswa yang berbakat.
****
Alesha tidak lagi berkunjung ke klinik milik Fay. Dan itu membuat Fay menjadi takut, jika dia tak lagi dapat bertemu dengan Raisa.
Kemudian dia memutuskan untuk mengajak Raisa makan siang. Dengan langkah cepat, dia bergegas menuju mobilnya.
" Pak, " panggil perawat yang berjaga.
Kemudian Fay menoleh pada perawat yang memanggil nya.
" Iya, " sahutnya lalu menghampiri sang perawat.
" Anda mau kemana? Masih ada jadwal dua orang lagi." ucap perawat yang mencegah kepergian Fay.
__ADS_1
" Aku ada urusan sebentar, usai makan siang aku kembali. " kata Fay dengan langkah terburu-buru.
" Pak.." suara perawat tak di gubris oleh Fay.
Fay melajukan mobilnya menuju sekolah milik mamanya.
Sesampainya, dia langsung menuju ruang guru untuk menemui Raisa.
" Loh Fay, bukannya jam segini kamu masih praktek?" Tanya Calantha yang kebetulan sedang berada di ruang guru.
" Mama.." lirih Fay dengan suara yang pelan.
" Kamu ngapain ke sini?" Tanya Calantha.
" A-ku..." Fay kembali berpikir untuk membuat alasan yang tepat agar Calantha tidak curiga.
" Aku apa?" Tanya Calantha.
" Aku ingin mengajak mama makan siang." Tutur Fay sambil melihat ke arah ruang guru.
" Hey, kau mencari siapa?" Tanya Calantha yang melihat anaknya celingak-celinguk.
" Bu Raisa apakah sudah selesai mengajar?" Tanya Fay.
" Belum, masih di kelas Alesha." Jawab Calantha.
" Oh iya ma, aku ingin menanyakan ke bu Raisa soal ketidak hadiran Alesha pada jam terapi." Kata Fay mencari alasan.
" Alesha si kembali normal, semua berkat kedekatannya bersama ayahnya." Kata Calantha menjelaskan.
" Apakah secepat itu ma? Setahuku, dia belum bisa berbicara." Ujar Fay.
" Mari kau lihat perkembangannya, mama mengajukan Alesha untuk mengikuti lomba di Paris." Kata Calantha sembari menarik lengan Fay.
Fay mengamati kegiatan Alesha, yang kini sudah berbaur dengan teman sebayanya.
" Kenapa secepat itu perkembangan Alesha? Jurus apa yang di gunakan oleh Aldo?"
Batinnya bertanya dalam hati, sambil memperhatikan Alesha bersama Raisa.
" Fay, " sapa Raisa yang sudah keluar dari kelas Alesha.
" Bu Raisa?!" jawab Fay sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dia merasa salah tingkah saat berhadapan dengan Raisa
" Kamu sedang apa di sini?" tanya Raisa.
" Dia ingin mengajakku makan siang." jawab Calantha yang berada di sebelah Fay, " Dan juga mengajakmu bersama Alesha." sambungnya.
" Ah mama, aku kan hanya basa-basi." malu Fay dan mukanya seketika merah padam.
" Alesha kamu mau makan siang gak sama pak dokter?" tanya Fay sambil membungkukkan badannya mensejajarkan pada Alesha.
" Mau pak dokter, " jawab Alesha dengan suara yang jelas.
" Wah Ale, perkembangan mu sangat cepat. Om akan mentraktir kamu, kamu mau apa?" tanya Fay sambil tersenyum menatap Alesha.
" Mau makan es krim. " jawab Alesha semangat.
__ADS_1
-
Silakan tap like dan berikan komentar mu.