Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 92


__ADS_3

" Apa? Istriku sedang ke sini?" Panik Aldo, dia menggaruk-garuk kepalanya merasa frustasi. Apa yang harus dia jelaskan kepada istrinya, yang sedang mengalami kecemasan dalam kehamilan? Raisa menjadi sangat sensitif kepadanya, cemburuan dan manja.


" Iya, Tuan. Saya di rumah, karena harus menjaga non Alesha dan no Beby." kata Celine di sambungan telepon selularnya.


" Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Aldo dengan memijat keningnya.


" Sebaiknya anda jujur saja, itu adalah hal terbaik." Saran Celine.


" Baiklah Celine, terima kasih." Jawab Aldo.


Kemudian dia menutup sambungan telepon selularnya. Selang beberapa menit kemudian, ada suara ketukan pintu.


" Deg!" Jantung Aldo tiba-tiba berdebar kencang.


" Tok, tok, tok..."


" Masuk.. " jawab Aldo dengan suara gemetar.


" Ceklek..." pintu pun terbuka, dan Berry masuk ke dalam.


" Ada apa, Ber?" Tanya Aldo.


" Saya baru menemukan wanita, yang berada di cctv." Kata Berry menjelaskan.


" Oh, aku pikir istriku yang datang." Kata Aldo sambil membuang nafasnya.


" Memang ada apa dengan istri anda, Tuan?" Tanya Berry.


" Dia tahu berita di televisi." Ujar Aldo.


" Oh maaf Tuan, hal itu di luar kuasa saya. Saya tidak bisa mengatasi masalah keluarga." Kata Berry yang mengangkat tanganya sedada.


" Iya, aku mengerti. Tapi kau bisa kasih saran kepadaku?" Tanya Aldo.


" Mungkin anda harus jujur, jika ingin selamat." Jawab Berry.


" Maksudmu, selamat dari apa?" Tanya Aldo sambil mengernyitkan keningnya.


" Biasanya wanita lebih suka jika sang pria jujur, lalu setelah dia marah anda bisa merayunya dengan mengeluarkan kata-kata ampuh untuk meluluhkan hatinya." Saran Berry.


" Baiklah, aku akan mencari di internet kata-kata ampuh itu." Kata Aldo.


" Iya ampun tuan, apa anda tidak pernah merayu istri anda sebelumnya?" Sindir Berry.


" Sudah, kamu keluar sekarang jangan mengejekku terus." Usir Aldo.


" Baik, Tuan." Ucap Berry seraya mengulas senyum di bibirnya.


Sementara Raisa langsung menuju hotel milik Aldo. Dia ingin menanyakan tentang Aldo yang datang ke hotel malam kemarin.


" Permisi Nyonya, ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah seorang security yang berjaga.


" Bisa bantu aku?" Tanya Raisa.


" Dengan senang hati, Nyonya." Jawabnya sambil tersenyum.


" Baiklah, bisa kau tunjukkan dimana acara seminar pada minggu kemarin?" Tanya Raisa.


" Di ballroom hotel." Jawab security yang bernama Felix.


" Baiklah, Felix. " Ucap Raisa seraya melihat name tag di dadanya.


" Tolong antarkan aku." Pinta Raisa.


" Baik, Nyonya." Jawab Felix.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju ruang ballroom hotel.


" Apa kau tahu, dimana suamiku menginap kemarin?" Tanya Raisa.


" Oh soal itu saya kurang tahu, sebaiknya anda tanyakan resepsionis." Jawab Felix.


" Bisa antarkan aku?" Pinta Raisa.


" Baik, Nyonya." Jawab Felix.


Felix belum tahu, tentang kabar berita bos besarnya. Oleh karena itu Felix mengikuti keinginan Raisa, kemana pun dia minta.


Raisa bertanya pada resepsionis wanita yang bernama Georgina.


" Gina, apa kau tahu dimana suamiku menginap minggu kemarin?" Tanya Raisa.


Tiba-tiba datanglah Sarah, yang sudah berdiri di lobi hotel.


" Raisa..." panggil Sarah sambil melambaikan tangannya.


" Sarah." Lirih Raisa yang menolehkan kepalanya ke arah Sarah.


Marcel terkejut dengan kedatangan Sarah, segera dia menyuruh Felix untuk mengusir Sarah.


" Felix, sebaiknya kau usir wanita ****** itu." Bisik Marcel.


" Wanita yang memanggil, Nyonya?" Sahut Felix.


" Iya, " jawab Marcel.


" Bukankah itu teman, Nyonya?" Balas Felix.


" Bukan, " dengan langkah cepat Marcel langsung menghampiri Sarah.


" Nona, aku bilang jangan pernah mengganggu nyonya kami." Kata Marcel menghalangi langkah Sarah.


" Nyonya, untuk apa dia datang ke sini?" Lirih Tedy.


" Sebaiknya aku hubungi, Tuan." Ujar Tedy yang langsung menghubungi Aldo.


" Tuan, ada nyonya di sini." Lapor Tedy.


" Istriku di sana?" Jawab Aldo.


" Iya, dia bersama bodyguard anda. Dan-" ucapannya terhenti kala melihat Sarah.


" Dan siapa?" Desak Aldo


" Sa-rah." Jawab Tedy dengan suara yang lemah.


" Apa? Sarah di sana?" Kaget Aldo, " Baiklah kau urus, aku akan segera ke sana." Perintah Aldo.


" Baik, Tuan." Jawab Tedy.


Aldo segera bergegas keluar dari ruangannya. Dan menyuruh Berry untuk menjemput gadis, yang merupakan teman Sarah.


Sementara Sarah berontak saat di cegah masuk oleh Marcel.


" Hey asal kau tahu, sebentar lagi aku akan menjadi nyonya kedua dari tuanmu." Kata Sarah dengan penuh percaya diri.


Raisa mengernyit, ternyata di dunia ini ada wanita yang sangat jahat.


" Apa maksudmu, Sarah?" Tanya Raisa sambil menatap tajam ke arah Sarah.


" Apa kau tidak melihat berita di televisi?" Teriak Sarah.

__ADS_1


" Iya, aku melihatnya." Jawab Raisa.


" Lalu, kenapa kau tidak menyuruh suamimu untuk segera menikahiku?" Seloroh Sarah.


" Aku akan bertanya langsung pada suamiku, aku percaya kepadanya." Kata Raisa.


" Apa kau tahu siapa aku, Raisa?" Papar Sarah.


" Aku tahu, kau teman suamiku." Balas Raisa.


" Aku adalah mantan pacar suamimu, dia yang dulu mengejar cintaku. Dan kini, dia ingin merajut kembali hubungan kami." Cecar Sarah.


" Apa?" Lirih Raisa, dan tiba-tiba kedua kakinya lemas dan dia terduduk di lantai.


" Nyonya." Panik Georgina yang langsung menghampiri Raisa


" Nona, anda telah membuat nyonya kami sedih. Sebaiknya anda segera pergi." Usir Marcel yang langsung mendorong tubuh Sarah.


Dan betapa terkejutnya Marcel, saat diluar gedung sudah banyak wartawan yang sedang meliput.


" Aku sudah bilang, kau akan menyesal telah mengusirku." Ejek Sarah dengan seringai liciknya.


Marcel langsung menahan Sarah di luar, dan menutup pintu hotel untuk mencegah wartawan masuk.


Marcel hendak menghubungi Aldo, namun sayang dia telah datang.


Para wartawan yang berkerumun, langsung menghampiri Aldo dan memberondong banyak pertanyaan.


Microphone dan kilatan cahaya kamera terlihat di mengiringi kedatangan Aldo.


Marcel dan Felix langsung memghampiri Aldo, untuk memberi ruangnya berjalan.


" Minggir, beri tuan kami lewat." Kata Marcel yang menyingkirkan para wartawan yang terus berdesak-desakan.


" Aldo, kau sudah aku tunggu sedari tadi." Rajuk Sarah yang langsung menghampiri Aldo dan memeluk lengannya.


" Ish, aku bilang menjauh." Bentak Aldo yang menepis tangan Sarah.


" Aldo..." panggil Sarah yang langsung di halangi oleh Marcel dan Felix.


Aldo langsung masuk ke dalam lobi, dan menghampiri istrinya.


Pintu hotel di tutup, dan di luar lobi terlihat Sarah yang sedang melakukan konferensi pers.


Aldo menghampiri Raisa yang sedang duduk di sofa. Wajah Raisa nampak pucat dan terlihat tatapan kosong di matanya.


" Sayang, kamu tidak apa-apa?" Cemas Aldo yang melihat wajah istrinya.


" Sebaiknya kau bertanggung jawab, " lirih Raisa dengan suara yang lemah.


" Apa maksudmu?" Tanya Aldo.


" Kau telah menidurinya, sama seperti kau meniduriku kala itu." Ucap Raisa lemas.


" Sayang, apa kau percaya dengan yang di katakan wanita itu?" Ucap Aldo penuh penekanan.


" Dia adalah mantan kekasihmu, dan pasti kau sudah menunggunya sejak lama." Jawab Raisa sambil menatap ke arah Aldo.


" Sayang, percayalah aku hanya di jebak olehnya. " Pungkas Aldo.


" Tapi dulu aku tidak menjebakmu, justru kau yang menjebakku. Apa kau tidak ingat? Hah?" Bentak Raisa.


" Kau berbeda dengannya, dulu aku benar-benar mencintaimu. Hingga aku khilaf melakukannya denganmu." Kata Aldo sambil memeluk Raisa.


Mereka berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Maka seluruh pegawai yang berada di sekitar Aldo, tidak mengerti pembicaraan mereka.

__ADS_1


-


Silakan like, vote dan berikan poin hadiah untuk karyaku.


__ADS_2