
Raisa memperhatikan Aldo yang sedang memasak.
" Rupanya kau pintar memasak juga, ya?!" tanya Raisa yang sudah mencicipi spaghetti.
" Hanya spaghetti, kan sudah ada petunjuknya di kemasan." tutur Aldo yang berada di hadapannya.
" Aku kan hanya basa-basi, Ish..." ucap Raisa seraya mencebikkan bibirnya.
" Ah, repot nya jadi wanita. Dijawab salah, gak di jawab salah." batin Aldo yang merasa serba salah.
" Apa kau mau minum jus atau susu?" tanya Aldo.
" Jus saja." jawab Raisa.
Aldo mengambil stok jus di dalam kulkas, dan berjajar aneka jus buah di dalamnya.
" Isi kulkasmu seperti supermarket." kata Raisa memperhatikan Aldo yang sedang membuka kulkas.
" Karena aku malas mampir ke supermarket, jadi ku suruh pelayan ku untuk membeli semua nya." jawab Aldo, " Jus stroberi, jeruk atau mangga?" tanya Aldo.
" Mangga, kalau ada susu putih boleh di campur." pinta Raisa.
Kemudian Aldo menuangkan jus mangga dan susu putih di dalam gelas.
" Silakan nona." kata Aldo yang memberikan segelas jus mangga mix susu.
" Terima kasih." jawab Raisa.
Usai makan malam, Raisa mencuci piring dan gelas.
" Biarkan saja, nanti juga di cuci sama asisten ku." kata Aldo yang mencegah Raisa membersihkan piring sisa makanan nya.
" Aku biasa melakukan nya." kata Raisa yang sudah mencuci piring.
Selesai membereskan dapur, Aldo mengajak Raisa menuju ruang yang terdapat home teater.
Malam ini merupakan malam spesial untuk mereka berdua. Dan Raisa pun menurut saja dengan permintaan Aldo.
Raisa duduk di sebelah Aldo, dan acaranya sudah di mulai. Mereka menyaksikan film romantis di salah satu Chanel televisi Perancis.
" Raisa, apa kau ingin menikah dengan ku?" tanya Aldo, " Maafkan soal tadi, aku tidak tahu cara menghilangkan efek obatnya." kata Aldo yang duduk menghadap Raisa.
Terlihat Raisa memainkan jari-jari tangan nya, dia seperti malu saat Aldo membahas soal percintaan mereka yang tadi.
" Maafkan aku, bukan ingin mengambil kesempatan itu. Ta-" ucapan Aldo terhenti saat Raisa menutup mulut Aldo dengan jari telunjuknya.
" Aku bersedia." jawab Raisa sambil tersenyum.
Aldo begitu gembira, dia langsung memeluk Raisa lalu menggendongnya. Berputar-putar seperti anak kecil, Aldo menggendong Raisa.
" Aldo, hentikan." kata Raisa yang merasa sudah pusing.
__ADS_1
Kemudian Aldo menurunkan Raisa, " Aku sangat mencintaimu, dan sangat mencintaimu." kata Aldo yang langsung mengecup pipi Raisa lalu kembali memeluk nya.
Raisa tidak tahu kalau Aldo akan sebahagia itu, saat dia mengucapkan kata setuju.
Seperti nya Raisa mulai menyadari rasa cintanya kepada Aldo.
Kini mereka melanjutkan menonton film yang sudah mulai sejak tadi.
****
" Fay, apa kau sudah gila?" hardik Calantha yang begitu marah pada anaknya.
Calantha melihat Fay yang sudah babak belur, dengan wajah membiru. Fay menceritakan sebab wajah nya seperti itu. Dan membuat Calantha menjadi murka.
" Aku sangat mencintai nya ma, sejak SMA aku memang sudah menyukainya." tutur Fay penuh kejujuran.
" Tapi kau ingin menjebaknya, dengan memberikan obat perangsang padanya. Sungguh gila ide mu, kau adalah dokter terhormat. Jangan kau manfaat status mu untuk membeli obat seperti itu. " bentak Calantha.
" Aku malu, ternyata anakku semua nya bodoh. " Ucap Calantha sambil menangis.
" Apa yang terjadi?" tanya Johnson yang batu saja pulang dari kantor nya.
" Fay mengakui kalau dia akan mengerjai Raisa." ungkap Calantha.
" Kau tahu John, aku tidak setuju memecat Raisa. Karena dia adalah asetku, sekolah yang keluarga ku rintis kini maju berkat dia. Lantas dalam sekejap kalian akan menghancurkan nya? Hah..!" kesal Calantha pada suami dan anak-anak nya.
" Maafkan aku ma, aku khilaf." ucap Fay dengan wajah yang sudah penuh lebam.
" Dia berkelahi dengan Aldo." kata Jenifer baru saja keluar dari kamarnya.
" Aldo, kurang ajar !" geram Johnson.
" Semua karena dia ingin menjebak Raisa, makanya Aldo sangat marah." kata Calantha yang sama sekali tidak membela anaknya.
" Menjebaknya gimana?" tanya Johnson yang bingung.
" Dia menaruh obat perangsang dalam minuman Raisa, dan apa yang terjadi jika Aldo tidak datang?" kesal Calantha yang memandang anaknya jijik.
Sikapnya seperti seorang pecundang, dan terlalu naif karena cinta.
" Jadi kau ingin memiliki Raisa?" tanya Johnson sambil menyilangkan tangan di dadanya.
" Sudah, tak usah bahas lagi soal Raisa. Aku hanya ingin dia berada di sekolah ku. " gertak Calantha yang langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Jen, cepat ambilkan kompres es batu." suruh Fay pada Jenifer.
Kemudian Jenifer mengambil alat kompres yang berisi es batu.
" Nih," kata Jenifer yang menyerahkan alat kompres.
Johnson pun duduk di sebelah Fay, dan Jenifer di kursi tunggal.
__ADS_1
" Bagaimana pah, apa yang akan kalian lakukan pada Aldo?" tanya Jeniffer.
" Aku sedang pikirkan, yang pasti Fay telah membuat rencana kita gagal." geram Johnson pada tindakan anak sulungnya.
" Maafkan aku, aku benar-benar khilaf. Karena terlalu berambisi ingin memiliki Raisa. Aku hanya takut dia kembali pada Aldo." tutur Fay.
" Jen, apa kau punya ide?" tanya Johnson.
" Tidak, aku kesal pada Aldo karena telah mempermalukan ku di depan semua supplier." kata Jenifer.
" Baiklah, besok kita akan bahas. Sekarang aku ingin istirahat." kata Johnson yang langsung berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
***
Pagi pun tiba, Raisa dan Aldo bersiap untuk pulang ke rumah Arifin.
" Apa kau sudah siap?" tanya Aldo.
" Sudah, " jawab Raisa.
" Aku akan membicarakan tentang pernikahan kita pada papa." kata Aldo.
" Do, gak secepat itu. Aku harus pulang ke Indonesia untuk meminta ijin pada ayahku." kata Raisa.
" Baiklah, kita bicarakan dulu. Setelah itu aku akan mengatur kepulangan kita ke Indonesia." kata Aldo sambil mengenggam tangan Raisa.
" Sa, aku minta kau berhenti dari sekolah itu." pinta Aldo.
" Bu Calantha sangat baik padaku. Dia meminta ku agar tidak keluar dari sekolah nya, walaupun-" ucapan Raisa terhenti.
" Walaupun apa?" tanya Aldo penasaran.
" Walaupun suaminya menyuruh nya untuk memecatku." kata Raisa sambil menundukkan kepalanya.
" Apa? Johnson yang menyuruh istrinya untuk memecatmu?" kaget Aldo dengan pernyataan Raisa.
" Tapi bu Calantha memohon padaku agar aku tidak keluar dari sekolah nya." kata Raisa dengan wajah iba
" Apa alasannya?" tanya Aldo.
" Karena aku, sekolah nya menjadi terkenal dan kini banyak siswa yang mendaftar." ujar Raisa.
" Kau hanya di manfaatkan olehnya." kata Aldo sambil melirik Raisa.
" Dialah orang yang pertama memperkejakan aku di kota ini. Dan aku harus berterima kasih padanya. " ucap Raisa.
Aldo tidak bisa membalas lagi perkataan Raisa, hal yang terpenting saat ini adalah melangsungkan pernikahan nya.
-
Silakan like dan berikan komentar mu.
__ADS_1