Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 35: Aldo bertemu Ale


__ADS_3

" Aku hanya ingin bertanya soal Raisa." kata Aldo langsung to the point.


" Raisa, memang kakak ada hubungan apa dengan Raisa?" tanya Reni curiga.


" Apakah kakakmu sudah berpisah dengan Raisa?" tanya Aldo.


" Iya, Kak Raisa pergi dari rumah. Itu setahu aku kak, karena kak Faisal tidak bercerita apa-apa lagi." ungkap Reni.


Aldo begitu geram, dia tahu pasti saat ini Raisa sedang kesulitan.


" Kemana harus ku cari Raisa." gerutu Aldo.


Saat akan keluar gang rumah Faisal, terlihat penampakan Faisal.


" Aldo, " sapa Faisal.


" Aku ingin bicara dengan mu." kata Aldo.


Kemudian Faisal pun turun dari motor dan membuka helmnya, " Ada apa?"


" Dimana Raisa?" tanya Aldo.


" Tunggu, kenapa tiba-tiba kau menanyakan soal Raisa?" bingung Faisal.


" Aku mendengar kabar kalau dia hamil, lalu kau usir." kata Aldo.


" Oh jangan-jangan anak yang di kandung Raisa itu adalah benihmu?" tanya Faisal yang langsung emosi dan mendorong Aldo ke tembok.


" Apa-apaan aku Faisal, dengar kenapa kau bisa tidak percaya kalau anak itu bukanlah anakmu?" tanya Aldo yang membuat Faisal mati kutu. Dia tidak mungkin menjelaskan kalau dirinya itu impotensi.


" Karena..." Faisal mencari jawaban yang tepat.


" Karena Raisa tidak ingin tidur dengan ku, sebelum dia mengejar cita-cita nya." bohong Faisal untuk menutupi penyakitnya.


" Sekarang dia dimana?" tanya Aldo meminta penjelasan.


" Aku tidak tahu, karena aku tidak ia ingin tidur dengan bekas orang." cela Faisal.


" Kurang ajar kau.." lalu Aldo pergi meninggalkan Faisal.


Faisal tidak ingin memberitahu keberadaan Raisa di rumah Arifin. Pasti mereka akan hidup bersama dan bahagia. Dia tidak akan pernah terima Raisa bersatu dengan Aldo.


Aldo terlihat frustasi, dia yakin kini Raisa sedang kesusahan bersama anaknya.


****


" Non, Ale badannya panas." lapor bi Zaenab pada Raisa yang baru pulang bekerja.


" Panas kenapa bi?" tanya Raisa.


" Lihat non, seperti nya dia kejang-kejang." panik Bi Zaenab.


Lalu Raisa langsung membawa Alesha menuju rumah sakit. Anaknya di bawa ke ruang UGD, untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.


Alesha terlihat sangat sakit saat jarum infus menusuk di tangan nya. Tangisnya sangat memilukan untuk bayi usia tiga bulan.

__ADS_1


Raisa tidak tega saat melihat selang infus, sudah melingkar di pergelangan tangan nya.


Kemudian datanglah Arifin beserta Merlin, yang baru saja datang dari Perancis.


" Raisa, bagaimana keadaan Ale?" panik Arifin yang berada di belakang Raisa.


" Dia panas pak, saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba badannya panas." jawab Raisa bersedih.


" Yang sabar ya Raisa, kita doakan dedek Ale bisa sembuh." kata Merlin menenangkan Raisa.


" Bu, maaf gak bisa menyambut kedatangan ibu di rumah." kata Raisa yang mencium punggung tangan Merlin.


" Tidak apa-apa sayang, " jawab Merlin, " Kamu sudah makan?" tanya Merlin.


" Belum bu, " jawab Raisa.


" Kamu makan sama bibi ya, biar dedek Ale aku yang jaga." kata Merlin yang mengusap punggung Raisa.


Raisa pun menurut, dia dan bi Zaenab pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.


Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Karena jarak kantin dan UGD rumah sakit lumayan jauh.


Raisa sudah sampai di kantin, dia memesan makanan untuk Bi Zaenab juga.


Saat akan bangun, dia melihat Aldo yang sedang memesan bubur ayam. Langkah Raisa pun terhenti, dia langsung menundukkan kepalanya.


Dirinya sudah sangat membenci Aldo, karena ulahnya Raisa menjadi seperti ini.


Saat melihat kepergian Aldo, Raisa kembali bangun dan memesan pecel ayam.


" Non, bibi langsung pulang ya. Pasti non Katie juga sudah di rumah." kata Bi Zaenab yang sudah menyelesaikan makanan nya.


" Iya Bi, hati-hati ya." kata Raisa sambil mengulas senyum.


Kemudian Raisa kembali ke ruangan UGD, dan terlihat Alesha sudah tersadar.


" Terima kasih sudah menjaga Alesha." kata Raisa.


" Oh iya Sa, kata dokter dedek Ale udah boleh pulang." kata Arifin


" Oh syukurlah." jawab Merlin.


" Aku ke bagian administrasi dulu ya." kata Arifin.


" Iya." jawab Raisa dan Merlin.


Merlin menggendong Alesha dan Raisa mengikuti di belakangnya.


Saat akan menghampiri Arifin, tiba-tiba Raisa melihat nya sedang berbincang dengan Aldo.


Seketika tubuh Raisa bergeser ke tembok untuk menyembunyikan dirinya dari Aldo


Cukup lama Arifin berbincang dengan Aldo, entah apa yang sedang mereka bicarakan.


****

__ADS_1


Aldo:


Kini Aldo berada di rumah sakit, karena sang kakek harus di rawat di rumah sakit. Wisnu mengidap penyakit jantung. Dia terlalu lelah bekerja, hingga membuat badannya menjadi drop.


Sebelum ke kamar Wisnu, terlebih dahulu Aldo membeli bubur ayam.


Setelah membeli bubur ayam, dia langsung menuju kamar sang kakek.


Tiba-tiba ada perawat yang datang memberikan resep obat.


" Tuan, ini obat tuan Wisnu. Sebaiknya segera anda tebus di apotik lantai bawah." kata perawat sambil mengganti selang infus.


" Baik." kata Aldo yang menghentikan suapan bubur nya.


Aldo menuruni lantai dua belas, yang merupakan kamar VVIP dengan lift.


Setelah lift terbuka, dia melihat ada Arifin yang sedang berdiri di ruang administrasi.


" Pak Arifin." sapa Aldo yang langsung mengulurkan tangannya.


" Aldo, kok bisa ketemu di sini?" tanya Arifin yang terkejut dengan kehadiran Aldo lalu Arifin menyambut uluran tangan Aldo.


" Kakek saya di rawat di lantai dua belas." kata Aldo, " Anda sedang apa di sini?" balik Aldo bertanya.


" Cucuku sakit, jadi setelah pulang dari Perancis langsung bertolak ke sini." kata Arifin, " Itu dia..." sambil menunjukkan jarinya ke arah Merlin yang membawa Alesha.


" Kenalkan istriku." kata Arifin, " Merlin namanya, seorang direksi di salah satu maskapai penerbangan." ucap Arifin yang menyombongkan diri. Dia merasa senang mendengar kabar soal Wisnu yang masuk rumah sakit.


" Cucunya lucu pak, siapa namanya?" tanya Aldo sambil mencubit pipi Alesha.


" Namanya Alesha, di panggil dedek Ale sama orang rumah." tutur Arifin.


" Oh namanya sama persis seperti ibu saya." kata Aldo.


" Oh kebetulan ya." kata Arifin yang memang sengaja memberikan nama Alesha.


" Ya sudah saya pamit dulu, semoga lekas sembuh ya dedek Ale." Terlihat Aldo mencium pipi Alesha.


Dari jauh terlihat sepasang mata sedang memperhatikan Aldo. Iya dialah Raisa, dia tidak ingin muncul di hadapan Aldo.


****


Sesampainya di rumah, Alesha menjadi primadona. Katie dan Beby saling berebut untuk menggodanya. Karena Alesha sudah pandai tertawa.


" Raisa, kamu sudah rapi?" tanya Merlin yang menatap kedatangan Raisa.


" Sudah bu, mau ambil Ale untuk di tidurkan." jawab Raisa.


" Yah, Bu Isa kan aku masih mau main sama dedek Ale. " rengek Beby.


" Beby, dedek Ale sudah lelah. Dia harus istirahat." kata Merlin yang menyerahkan Alesha pada Raisa.


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2