
" Loh istrimu kok uda pulang kerja?" tanya Bu Leha yang merapikan mainan cucunya.
" Raisa hamil bu." sahut Faisal memberikan kabar pada Ibunya.
" Hamil?" seketika kedua bola matanya pun hampir keluar sempurna, " Apa betul Raisa?" tanya Bu Leha memastikan.
" Iya bu." jawab Raisa
" Ya sudah Sal, lekas bawa ke kamar dan suruh istirahat." perintah sang ibu.
Lalu Faisal membawa Raisa ke kamar nya.
****
Pagi ini Aldo sedang bersiap untuk berangkat kuliah. Aldo mendengarkan saran sang bibi, agar jangan pernah membantah dengan titah sang kakek.
Saat akan menuruni anak tangga pertama, tiba-tiba perutnya seperti terguncang. Tak seperti biasanya, yang dirasakan saat ini sangat mual.
Dengan langkah seribu, dia bergegas menuju kamar mandi.
" Huek, huek...." terdengar Aldo sedang muntah, dan telah mengeluarkan semua isi perutnya.
Saat bi Salma disuruh sang kakek untuk memanggil Aldo, dia mendengar Aldo yang sedang muntah-muntah.
" Den, aden..." panggil bi Salma seraya mengetuk pintu.
" Huek, huek..." terdengar suara Aldo.
Lalu Bi Salma langsung masuk ke dalam kamar Aldo.
" Den, aden... " panggil Bi Salma yang sudah masuk ke kamar mandi.
" Iya bi!!" sahut Aldo dengan wajah yang sudah pucat.
" Aden sakit?" tanya Bi Salma yang berdiri di depan pintu.
" Enggak tahu Bi, rasanya perutku seperti di kocok-kocok." jawab Aldo yang memegang perutnya.
" Bibi panggilkan dokter ya Den!" ajak Bibi.
" Kayaknya masuk angin." jawab Aldo.
" Iya bibi." jawab Aldo menurut, kemudian dia langsung menuju tempat tidur.
Bibi melapor pada sang kakek, kalau Aldo muntah-muntah. Wisnu menyuruh asisten nya Damien Baldwin untuk memanggil dokter pribadinya.
" Damien, panggilkan dokter Alexander Benjamin." perintah Wisnu pada sekertaris nya.
" Baik Tuan." jawab Damien seraya mengeluarkan ponselnya.
Selang setengah jam, dokter Alexander pun datang.
" Pagi, ada apa dengan tuan Aldo?" tanya Alexander yang baru saja datang.
__ADS_1
" Entahlah, tiba-tiba saja dia muntah-muntah." jawab Wisnu yang menerima kedatangan dokter pribadinya
" Apa ada makanan yang membuat dia menjadi muntah?" tanyanya.
" Sebaiknya kau tanyakan langsung padanya." ujar Wisnu yang mengajak Alexander menuju kamar Aldo.
Dengan teliti Alexander memeriksa bagian yang di rasa mual oleh Aldo
" Kau sudah makan apa?" tanya Alexander.
" Aku belum makan apapun." jawab Aldo.
" Mungkin maagmu kambuh, aku akan memberikan resep." kata Alexander yang sudah melepas stetoskop nya.
Dan setelah menulis resep untuk Aldo, dia pun pergi pamit untuk kembali ke kliniknya.
" Kau istirahat lah, " pesan Wisnu pada Aldo. Lalu Aldo pun beristirahat.
*****
Waktu terus berlalu, Faisal sangat sibuk mengantarkan Raisa dan juga menjemput kembali.
Di masa kehamilannya yang beranjak sebulan, Raisa sudah terlihat sehat. Dan tidak adalagi morning sick. Dia terlihat segar, dan tidak lagi merasakan mual juga muntah seperti awal kehamilan.
" Sa, kamu sudah tidak mual lagi?" tanya Niken yang duduk di sebelah Raisa.
" Udah enggak, Ken." jawab Raisa yang sibuk melihat nilai anak murid nya.
" Mungkin kamu tipe hamil kebo." jawab Niken.
" Iya itu hamil yang gak ngidam, seperti mual dan muntah." jawab Niken.
" Oh iya mungkin, aku juga gak tahu." jawab Raisa.
" Iya sudah kamu masuk kelas sana." ujar Niken yang melihat jam di pergelangan tangan nya sudah pukul 10 pagi.
Raisa masuk ke kelas balet, dia tidak menggunakan baju balet. Beruntung nya dia mendapatkan perlakuan baik dari ketua yayasan. Sehingga dia hanya mengajarkan teori.
Dalam benak Faisal, dia ingin bertanya pada dokter tentang penyakitnya.
Diam-diam dia pergi ke klinik tempat dia pertama kali konsultasi.
Faisal bertemu dengan dokter yang menangani penyakitnya.
" Selamat pagi Dok." sapa Faisal yang sudah masuk ke dalam klinik.
" Pagi pak Faisal." sahut dokter Andi dan mempersilahkan Faisal untuk duduk.
" Ada yang ingin saya sampaikan dok." kata Faisal memulai pembicaraan.
" Tentang apa pak?" tanyanya.
" Tentang kehamilan istri saya, karena dulu ketika saya periksa, kata dokter penyakit saya tidak bisa membuat istri saya hamil." jelas Faisal
__ADS_1
" Istri anda hamil?" tanya Dokter Andi.
" Iya, apa ini keajaiban Tuhan?" tanya Faisal.
" Maaf, apakah istri anda sudah tahu tentang penyakit yang anda alami?" tanya Dokter Andi seraya mengerutkan keningnya.
" Belum Dok, saya tidak berani. Karena saya takut dia akan meninggalkan saya setelah tahu kalau saya lemah syahwat." jelas Faisal.
" Apakah istri anda tidak curiga?" tanya Dokter.
" Seperti nya istri saya masih belum tahu soal kejantanan, karena dia memang belum pernah pacaran. Dan tidak paham soal berhubungan badan." papar Faisal.
" Maaf pak Faisal, bukan maksud saya ingin membuat anda curiga pada istri anda ----" ucapan dokter Andi terpotong.
" Maksudnya istri saya selingkuh?" geram Faisal mendapatkan jawaban yang tidak mengenakan dari mulut seorang dokter.
" Tapi pak Faisal, jujur saja soal penyakit anda. Kalau tingkat kemahiran anda di atas ranjang tidak bagus. Dan mempersempit ****** untuk masuk ke dalam mulut rahim istri anda. Di tambah lagi anda tidak memiliki ereksi sama sekali." papar dokter.
" Jadi maksudnya saya mandul?" tanya Faisal.
" Iya, maksud saya seperti itu. " jawab dokter Andi.
" Lalu bagaimana istri saya bisa hamil?" tanya Faisal.
." Sebaiknya anda bicarakan baik-baik pada istri anda. Lalu anda jelaskan soal penyakit anda, setelah itu baru tanyakan dengan siapa dia hamil?" saran dokter Andi.
" Perkara istri anda akan kecewa pasti, tapi satu hal yang harus anda ketahui adalah soal sang jabang bayi yang kini ada di rahim istri anda. " sambungnya.
Mendengar penjelasan dari dokter, seketika tubuh Faisal pun lemas. Seperti kiamat sudah menghampiri jika Raisa berselingkuh di belakangnya.
Dia sangat mencintai Raisa, dan tidak ingin kehilangannya. Namun jika anak yang di kandung Raisa bukanlah anaknya, apa yang harus dia lakukan?"
Faisal menerima panggilan telepon dari Raisa, dan sudah waktunya dia menjemput Raisa.
Kemudian dia pamit pada dokter Andi, dan akan mengikuti saran nya. Dia akan menjelaskan tentang penyakitnya pada Raisa, lalu bertanya soal kehamilan.
Jika Tuhan menakdirkan dia bukan jodoh Raisa, maka dia harus berbesar hati melepas Raisa.
Segera dia menjalankan motor nya menuju sekolah. Niatnya dia berencana mengajak Raisa, untuk membicarakan saran dari dokter di luar rumah.
Dia tidak ingin percakapan antara Raisa dan dirinya terdengar oleh telinga orang rumah
Bisa sangat malu pada keluarganya kalau dia punya penyakit.
Terlihat Raisa sudah menunggu di depan gerbang. Faisal menghampiri Raisa, dan menyuruhnya naik ke motor.
Kemudian dia mengajak Raisa ke warung bakso yang di ujung gang dari sekolah.
" Kamu mau makan bakso?" tanya Raisa.
" Iya, " jawab Faisal ," Apa kamu masih mual?" tanyanya.
" Udah enggak, tubuh ku udah normal kayak biasa." Jawab Raisa.
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu.