Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Part 8: Menyiapkan berkas


__ADS_3

Dari balik kamar ibunya, ada yang mencoba mendengar percakapan Raisa dan Lina.


Dialah Maria, orang yang paling tidak suka dengan Raisa, karena telah menggagalkan rencana untuk menikahkan Faisal dengan teman satu pengajiannya.


" Dia mau kerja, wah pas banget nih aku akan terus makan di sini." niat jahat Maria mulai tercium.


Maria adalah kakak ke tiga dari Faisal yang mempunyai suami seorang supir bus antar kota dan provinsi.


Dia selalu di tinggalkan oleh suaminya sampai berminggu-minggu. Kadang di beri uang,p kadang tidak. Makanya dia mengandalkan Faisal dan uang santunan dari ibunya yang sudah menjanda.


Lina sudah pulang dan kini Raisa merapikan ruang tamu yang berantakan akibat ulah anak Maria. Sebenarnya dia malu pada Lina dengan keadaan rumah yang seperti kapal pecah.


Namun dia tidak bisa berontak karena suaminya lebih memilih tinggal di rumah itu, daripada mendengarkan keluhannya.


Raisa langsung menyiapkan surat lamaran, dia mencari ijazah SMA yang selalu tersimpan rapi di bawah bajunya.


Karena Faisal belum pulang, maka dia memutuskan untuk pergi berjalan kaki menuju tukang foto kopi.


Saat dia keluar dari gang rumah Faisal, Raisa bingung mencari tempat foto kopi. Ditengah terik panas matahari yang mulai menyengat, Raisa tetap melangkahkan kakinya. Karena tekad yang kuat ingin melamar pekerjaan, tak dirasa panas yang mulai membakar kulit nya.


" Tin, tin..." terdengar suara klakson dari arah belakang Raisa. Raisa menghentikan langkah kakinya.


Berhenti sejenak dan menggeser kakinya ke arah kiri agar tidak mengganggu pengguna kendaraan bermotor.


Tapi anehnya kenapa kendaraan di belakang tidak berjalan, Raisa langsung menoleh ke belakang.


" Hey, " sapa Aldo dengan menaiki motor matic nya.


" Kau lagi, " gumam Raisa dan dia berjalan meninggalkan Aldo.


" Kau mau kemana?" tanya Aldo yang mengikuti dari belakang.


" Mau foto kopi." jawab Raisa.


" Oh foto kopi, jaraknya lumayan jauh. Mau ku antar?" Aldo menawarkan tumpangan pada Raisa.


" Katakan saja dimana tukang foto kopi?" sahut Raisa dengan nada ketus.


" Masih 3 km lagi dari sini." kata Aldo dengan senyum meringis.


Raisa menghentikan langkahnya, lalu berbalik ke arah Aldo.


" Baiklah, karena aku memang sedang buru-buru. Aku terima tawaran mu." kata Raisa sambil senyum menunjukkan gigi nya yang putih.


" Ayo cepat naik, cuaca sangat panas. Nanti kulitmu bisa hitam." kata Aldo.


Raisa pun naik ke motor Aldo, dia hanya berpikir untuk cepat menyelesaikan tugasnya sebelum Faisal pulang.

__ADS_1


Aldo memperlambat laju kendaraannya, dia ingin berlama-lama dengan Raisa dia atas motor nya.


" Kau bisa naik motor gak sih?" tegur Raisa yang menepuk pundak Aldo.


" Bisa." jawab Aldo.


" Kenapa lama sekali jalannya, nanti suami ku keburu pulang." ucap Raisa dengan nada malas.


" Oh kalau begitu kau pegang aku dengan erat ya, dan ini kami yang meminta." kata Aldo yang mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


"Set....."


Mereka pun samping di tukang foto kopi, terlihat Raisa masih memeluk Aldo dan memejamkan kedua matanya.


" Kau begitu nyaman di pelukan ku." ledek Aldo.


" Ish..."


Raisa langsung melepaskan pelukannya dan turun dari motor Aldo.


Aldo pun turun dan menghampiri Raisa, " Mau foto kopi apa?" tanya Aldo yang memperhatikan Raisa sedang membuka berkas-berkas.


" Aku mau melamar kerja." jawab Raisa.


" Sebagai apa?" tanya Aldo.


" Iya, iya.. Ya sudah aku tunggu di motor." kata Aldo sambil berjalan menuju motor nya.


Setelah selesai Raisa langsung menghampiri Aldo.


" Sudah?" tanya Aldo


" Eh iya, kenapa aku harus pulang lagi sama kamu?" Ucap Raisa sambil menggigit bibirnya." Aku pulang sendiri aja, nanti kalau suamiku lihat dia bisa cemburu." kata Raisa yang menakuti Aldo.


" Aku antar sampai depan gang saja, gak tega ngeliat kamu jalan kaki sampai rumah." kata Aldo merayu, " Lagipula kan gak usah naik angkot, jadi lebih irit. Uangnya buat besok kamu ngelamar kerja."


Raisa pun membenarkan ucapan Aldo, tidak baik menolak pertolongan orang.


Akhirnya Raisa naik ke motor Aldo," Tapi jangan ngebut lagi, dan juga jangan jalan lambat." ucap Raisa memperingatkan Aldo.


" Iya tuan putri." kata Aldo yang sudah menyalakan mesin motor nya.


****


Malam pun tiba, Raisa sudah terlelap dalam tidurnya. Faisal belum pulang dari pekerjaannya yaitu menjadi ojek online.


Pukul dua belas malam, Faisal sudah memberhentikan motor nya di teras rumah.

__ADS_1


" Assalamualaikum." suara Faisal mengucap salam dan mengetuk pintu rumah.


Tidak ada orang yang mendengar, sepertinya Faisal pulang terlalu larut.


Ucapan yang ke tiga kalinya pintu pun terbuka.


" Wa'alaikumsalam." ucap Raisa sambil mengikat rambutnya yang panjang.


" Kenapa selarut ini?" tanya Raisa yang cemas.


" Hari ini lagi rame, sayang kalau gak di tarik." ucap Faisal sambil membuka jaketnya.


Raisa langsung menuju dapur dan menyiapkan teh manis hangat.


" Besok aku akan melamar pekerjaan." kata Raisa yang sudah duduk di sebelah Faisal.


" Apa?" kaget Faisal


" Kenapa? Apa tidak boleh?" tanya Raisa dengan memasang muka masam.


" Apa nanti kamu tidak lelah?" tanya Faisal yang


mencemaskan istrinya, padahal dia tidak ingin Raisa di lirik oleh pria lain.


" Tidak, justru aku akan bersemangat untuk mengumpulkan uang. Siapa tahu kita bisa punya rumah sendiri." ucap Raisa menyindir Faisal.


" Baiklah, besok jam berapa kamu akan berangkat?" tanya Faisal sambil menyeruput teh manis hangat.


" Jam sembilan harus sudah sampai di sana, dan Lina yang akan mengenalkanku pada atasannya." kata Raisa.


" Oh Lina." kata Faisal, dia merasa tenang. Karena dulu Lina merupakan mak comblang dari hubungan nya dengan Raisa.


" Ya sudah aku mau tidur, biar besok gak kesiangan." kata Raisa yang mengajak Faisal tidur juga.


Faisal menuju kamar mandi untuk membersihkan tangan dan mukanya.


Lalu dia menyusul Raisa masuk ke dalam kamar.


****


Faisal sudah rapi mengenakan bajunya untuk mengantarkan koran. Sebelum jam sembilan, Raisa sudah berpesan agar segera pulang. Karena dia akan pergi melamar pekerjaan.


Setelah kepergian Faisal, kini Raisa merapikan rumah yang belum terlihat berantakan. Karena anak Maria belum datang.


Setelah merapikan semua perabot rumah dan memasak sarapan untuk Faisal, Raisa segera membersihkan dirinya.


Hari ini Raisa sungguh bahagia, tak lagi mendengarkan ocehan iparnya yang bermulut tajam dan pedas

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu ya guys.


__ADS_2