
Raisa pun berjalan menuju lift, dan Faisal keluar gedung dan menuju parkiran.
Saat melewati taman kecil yang berada di area parkir, dia berpapasan dengan Aldo.
" Hey Do, " sapa Faisal yang menyapa Aldo.
Aldo begitu terkejut saat mata Faisal begitu jeli melihat keberadaan nya. Padahal dia sudah jalan mengendap-endap.
" Eh Sal, " jawab Aldo.
" Kamu kerja di sini?" tanya Faisal yang sudah berhadapan dengan Aldo.
" Eh iya, cuma... magang aja." gugup Aldo menjawab pertanyaan Faisal," Kamu sedang apa di sini?" tanya Aldo basa-basi, padahal tadi dia melihat Faisal menghampiri Raisa.
" Aku mengantarkan pesanan, dan juga kebetulan istriku bekerja di sini." jawab Faisal.
Malas membicarakan soal Raisa, akhirnya Aldo mengakhiri pembicaraan.
" Sal, aku masuk dulu ya. Sudah waktunya masuk jam kantor." kata Aldo seraya melihat jam di tangan nya.
" Oh iya." kata Faisal sambil tersenyum mengangguk.
Lalu Aldo segera melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kantor.
Seperti biasa, dia masuk melalui tangga darurat agar tidak berpapasan dengan Raisa. Semenjak Raisa bekerja di kantornya, Aldo terpaksa melewati tangga darurat sampai lantai 17.
Sungguh amat konyol tingkah Aldo, semua dia lakukan demi wanita yang sudah bersuami.
Raisa sudah berada di pantry, dia menghampiri Lina yang sedang menyesap secangkir teh hangat.
" Sa, nih dari Faisal." kata Lina yang menyodorkan bungkusan.
" Buat kamu aja Lin, tadi aku udah makan." kata Raisa yang kembali memberikan bungkusan pada Lina.
" Gak usah Sa, ini dari suami kamu. Katanya dia ingin bawain kamu makanan." tutur Lina yang merasa tak enak hati.
" Tapi aku udah kenyang, mau di taruh di usus manalagi nasinya?" canda Raisa, " Sebaiknya kamu habiskan, aku mau buat kopi susu." kata Raisa.
" Kopi susu?" tanya Lina, karena tak biasanya Raisa menyeduh kopi susu.
" Mataku ngantuk saat naik motor, jadi mau coba minum kopi susu. Barangkali akan membuatnya terus terbuka sampai jam pulang kantor." kata Raisa sambil tersenyum dan tangan nya dengan cekatan membuat kopi susu yang terbuat dari campuran kental manis dam kopi hitam.
" Sa, aku makan ya." kata Lina yang sudah membuka bungkusan nasi kotak.
" Iya Lina, " jawab Raisa.
__ADS_1
Lina pun memakan bawaan Faisal, dia bersyukur mempunyai sahabat yang baik seperti Raisa.
" Sa, kamu sudah hampir enam bulan sama Faisal. Apakah tidak ada tanda-tanda kehamilan?" tanya Lina yang menyuapkan nasi ke mulutnya.
" Baru enam bulan Lin, sabar aja. Orang-orang aja sampai ada yang belasan bahkan puluhan tahun." ujar Raisa mencoba meyakinkan Lina.
Namun dalam benaknya dia ingin bertanya pada Lina soal kejantanan pria. Tetapi karena Lina belum menikah, maka Raisa enggan menceritakan nya. Hal itu tidak mungkin dia tanyakan pada teman prianya. Lalu niatan untuk bertanya soal kejantanan suaminya dia urungkan.
" Sa, bagaimana rasanya menikah?" Tanya Lina dengan suara berbisik-bisik.
" Bagaimana apanya?" tanya Raisa yang bingung dengan pertanyaan Lina.
" Kata orang sakit ya pas malam pertama?" tanya Lina malu-malu.
" Gimana ya?" pikir Raisa, karena malam pertama yang dia rasakan hanya perih dan tak merasakan apapun, karena dia masih awam untuk melakukan hubungan intim.
" Lina, kalau sudah makan kamu bersihkan ruangan saya ya." perintah Rahma sang manajer pemasaran yang baru saja merayakan pesta ulang tahun.
" Iya bu, saya habiskan makanan dulu." kata Lina sambil menyendok suapan terakhir.
Lalu Rahma pergi meninggalkan Lina dan Raisa.
" Tumben bu Rahma minta di bersihin ruangannya." kata Raisa seraya menyesap kopi susu buatannya.
" Abis ulang tahun, dan yang membawakan pesanan nya itu Faisal." kata Lina yang sudah membuang bungkus nasinya.
" bungkusan itu dari suamimu, katanya ingin sekali-kali membelikanmu makanan enak." ujar Lina.
Sekilas Raisa pun tersenyum, betapa menyedihkan hidupnya. Sampai-sampai suaminya mau dia makan enak saja, harus membuat kejutan untuk nya.
*****
Sudah setahun sudah Raisa bekerja sembari kuliah. Dia mengambil jurusan seni budaya, karena Raisa suka sekali dengan seni tari.
Pagi ini Raisa sudah rapi mengenakan baju untuk bekerja. Seragamnya dia bawa dan di pakai nanti saat akan masuk ke kantor.
" Sa, " panggil Faisal yang sudah rapi mengenakan jaket.
" Iya, " jawab Raisa.
" Hari ini kamu akan mengikuti ujian, apa mau ku antar?" tanya Faisal.
" Sebaiknya kau bekerja saja, karena ujianku tepat pukul tujuh. " ucap Raisa.
" Apakah nanti kau akan berkerja?" tanya Faisal.
__ADS_1
" Iya karena ini hari terakhir ujian, dan aku akan langsung ke kantor dan pulang seperti biasa." kata Raisa.
Biasanya Raisa akan kuliah sepulang jam kantor. Namun karena sekarang kampusnya sedang melaksanakan ujian, maka dia harus datang lebih awal agar tidak terlambat.
" Baiklah, kalau aku melewati kantor mu nanti sore akan aku jemput." pesan Faisal.
" Iya." jawab Raisa
Lalu mereka siap untuk berangkat dan pergi meninggalkan rumah.
Kali ini perasaan Faisal merasa tak enak, entah apa hanya perasaan atau semalam dia bermimpi Raisa melahirkan anak perempuan.
Karena setelah melakukan tes tahun lalu, Faisal tidak memiliki kejantanan layaknya seorang pria sejati. Itu yang selalu dia takutkan jika Raisa tahu, kalau dirinya sakit karena kepunyaan yang tidak bisa berdiri tegak.
" Sa, nanti kamu telpon aku jika sudah keluar kantor. Biar aku jemput." pesan Faisal yang sudah menurunkan Raisa di halte busway.
" Iya, " jawab Raisa dengan tersenyum.
Lalu Faisal pergi meninggalkan Raisa menuju kompleks ruko untuk mengambil jatah koran.
Raisa berjalan menuju halte busway, dari tiga hari yang lalu dia tidak lagi bersama Aldo.
Karena mata kuliah mereka berbeda, kali ini giliran Raisa yang mengadakan ujian praktek.
Raisa sudah naik ke busway menuju tempat dia menimba ilmu.
*****
Waktu menunjukan pukul sebelas siang, dan Raisa sudah selesai mengerjakan ujian praktek. Kini dia harus menuju kantor, dan melakukan pekerjaannya sebagai cleaning servis.
Saat di dalam busway, tiba-tiba Faisal menghubungi nya. Menanyakan keadaannya dan keberadaan nya saat ini. Sungguh amat aneh bagi Raisa, tak seperti biasanya Faisal bersikap seposesive ini.
Setelah memastikan dia baik-baik saja, Raisa langsung menutup sambungan teleponnya.
Kini kakinya sudah melangkah menuju kantor nya. Menyusuri lobi kantor dan naik dengan menggunakan lift.
Dia menuju ruangannya tempat biasa dia menaruh barang-barang.
Sebelumnya dia melakukan absen dengan finger print. Walaupun telat, namun dia harus tetap absen. Kalau tidak absen, maka akhir bulan gajinya akan di potong.
" Sa," panggil Lina yang datang menghampiri Raisa.
" Iya Lin, ada apa?" tanya Raisa.
" Kamu ada tugas suruh bersihin ruang CEO, karena akan ada CEO baru." kata Lina yang mendapatkan mandat dari Feri.
__ADS_1
" Oh, ya sudah aku ke sana." kata Raisa yang sudah mengenakan seragam nya.
Silakan like dan berikan komentar mu guys.