
" Johnson, sebenarnya apa maumu datang ke sini?" geram Arifin seraya mencengkeram kerah baju Johnson.
" Aku akan menghancurkan kalian." ejek Johnson sambil menaikkan sudut bibir teratas.
" Lihatlah betapa kompak nya, ayah dan anak ini bersatu ingin memukulku." teriak Johnson di hadapan tamu undangan.
Lalu Aldo dengan santainya, menunjukkan bukti kejahatan Johnson.
Sungguh di luar dugaan, Johnson kalah taktik dengan Aldo. Dia pun malu seketika, saat ada beberapa kliennya yang telah dia tipu datang. Mereka adalah orang-orang yang di tipu oleh Johnson, saat menjadi suami Alesha.
Sebelumnya Aldo telah mengantisipasi kedatangan Johnson. Dia menyuruh beberapa anak buahnya, untuk mengintai gerak gerik Johnson saat di Perancis. Begitu juga mata-matanya, yang merupakan guru di sekolah Calantha yaitu Angelica.
Angelica telah di bayar oleh Aldo untuk memata-matai Calantha. Dan benar saja, dua hari sebelum pernikahan Raisa, Calantha ijin pada guru-guru untuk menghadiri pernikahan Raisa.
Hal itu bisa di tebak oleh Aldo, pasti akan ada hal buruk yang akan terjadi. Dan benar saja, sikap Calantha yang memohon pada Aldo membuat Raisa mengiba. Tapi tidak dengan Johnson, maksudnya adalah ingin mempermalukan dirinya di depan umum. Karena sebelumnya ada rumor di media sosial, tentang dirinya adalah anak haram.
Dan Bianca, yang merupakan sekertaris nya bisa mengatasi rumor yang beredar.
Orang-orang yang dulu kehilangan jejak Johnson, kini menghampirinya. Meminta pertanggungjawaban atas investasi yang di janjikan oleh Johnson kala itu.
Johnson menggunakan nama perusahaan milik Wisnutama untuk melakukan penggelapan uang.
Dia melakukan money laundring, dan kabur dari Indonesia ke Perancis. Ternyata Johnson menyerahkan dirinya sendiri, pada klien yang di tipunya kala itu.
Mereka menarik tangan Johnson, dan membawanya ke luar ballroom hotel.
Calantha hanya diam terpaku, melihat sang suami yang di bawa paksa oleh beberapa orang.
Raut wajahnya nampak bersedih, ternyata dia menikahi orang yang salah. Dulu saat Johnson telah resmi menikah dengan Alesha, Calantha masih berstatus pacarnya.
Hingga suatu hari Johnson memberikan sebuah janji padanya. Jika Alesha melahirkan, Johnson akan kembali pada Calantha menyusulnya ke Perancis.
Sebenarnya Calantha sudah mengiklaskan Johnson menikahi Alesha. Namun karena Johnson bersih keras, ingin menceraikan Alesha dengan alasan tidak mencintai nya. Maka Calantha percaya, kalau Johnson masih sangat mencintai nya.
Dan itu hal terbodoh untuk dirinya, kenapa harus menerima suami orang. Johnson yang mempunyai sifat serakah dan menghalalkan segala cara.
" Maafkan atas sikap suamiku!" lirih Calantha dengan raut wajah penyesalan.
" Bu Calantha, " panggil Raisa yang sudah berada di hadapannya.
" Raisa..." tangisnya pun terisak-isak, sambil memeluk Raisa.
" Maafkan suamiku dan juga Fay." ucapnya lirih.
__ADS_1
Raisa tidak tega melihat orang yang telah menolong nya, menangis memohon pertolongan.
Walau bagaimanapun, Calantha telah menolong nya memiliki pekerjaan. Dia yang saat itu memang membutuhkan pekerjaan, untuk membiayai keluarga nya.
Calantha telah berjasa untuk hidup nya, dia juga menyayangi Raisa.
" Aldo.." panggil Raisa, mencoba mencari perhatian Aldo.
Aldo tak bergeming, dia masih marah dengan sikap Johnson. Kemudian dia pergi meninggalkan Raisa, yang masih memeluk Calantha.
" Tak apa Raisa, mungkin ini adalah pelajaran yang harus suamiku terima dan juga anakku. Aku ikhlas, kalau dia tidak di cegah mungkin akan bertindak lebih nekat lagi." tutur Calantha bijak.
Pesta pernikahan pun usai, Aldo memboyong Raisa ke rumah nya. Keluarga Raisa telah di antar oleh supir Aldo. Begitupun Arifin dan keluarga, sudah pulang menuju rumah nya.
Raisa kembali lagi melewati jalan, yang mengarah menuju rumah Faisal.
Alesha tertidur di pangkuan Raisa, dia begitu lelah.
" Raisa, ada apa dengan mu? Sedari tadi kau hanya melamun?" tanya Aldo sambil menoleh ke arah Raisa.
" Oh, aku hanya lelah." jawabnya lemah.
" Ya sudah nanti kamu istirahat aja di rumah." kata Aldo.
Aldo keluar terlebih dahulu, ia menggendong Alesha.
" Ayo Raisa." ajak Aldo.
Raisa pun menuntun tangan Aldo, dia masih belum mengenal pegawai yang berada di dalam rumah itu. Karena ini memang kali pertama dia masuk.
" Den Aldo, " sapa bisa Zainab yang yang sudah menunggu sedari tadi menyambut kedatangan Nyonya barunya.
" Non Raisa, selamat datang." ucapnya menyambut kedatangan Raisa
Raisa tersenyum menyapa Bi Zainab, " Namanya Bi Zainab." kata Aldo sambil menggendong Alesha.
" Mari non, biar tasnya bibi bawa." kata Bi Zainab yang menawarkan bantuan nya.
" Terima kasih." kata Raisa.
Lalu Raisa di arahkan ke kamar milik Aldo, sedang kan Aldo menuju kamar Alesha.
" Silakan, Non!" kata Bi Zainab yang sudah membukakan pintu.
__ADS_1
Raisa melihat kamar yang sangat luas, dan dia begitu terkejut saat melihat fotonya terpajang di dinding kamar Aldo.
Sewaktu dulu saat Raisa melewati rumah Aldo, dia sering memoto Raisa diam-diam.
Saat di kantor pun, tak luput dari kilatan kamera milik Aldo.
" Den Aldo begitu mencintai non Raisa sejak dulu. Dan saat di Perancis, dia sempat mengalami sakit yang langka. Seperti orang ngidam, dan tidak ada obatnya. Sakit nya lumayan lama, kisaran sembilan bulan." kata Bi Zainab.
Raisa hanya tersenyum sendiri, pantas saja sewaktu hamil Alesha dia tidak merasakan ngidam.
" Lucu ya Bi, apakah dia yang ngidam saat aku hamil?" tanya Raisa sambil tertawa kecil.
" Ada apa ini, apakah kalian membicarakan ku?" tanya Aldo yang sudah berdiri di depan pintu.
" Eh den Aldo, " kata Bi Zainab, " Bibi tinggal dulu ya." pamit Bi Zainab meninggalkan mereka berdua.
Aldo langsung masuk menghampiri Raisa, dan menutup pintu kamar nya.
" Aku mau mandi." kata Aldo, " Apa kau mau ikut?" goda Aldo sambil mengedipkan satu matanya.
Raisa hanya memutar kedua bola matanya dengan malas.
" Mandi saja, aku ingin merapikan baju dulu." kata Raisa.
Lalu Aldo langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Selang beberapa menit, baju-baju Raisa telah rapi di masukkan ke dalam lemari. Dan berganti Raisa yang kini masuk ke kamar mandi.
Aldo telah memakai baju piyama, yang di sediakan oleh Raisa. Dan pintu kamar mandi sudah terbuka, terlihat Raisa keluar hanya menggunakan handuk putih, yang menutupi bagian tubuh sensitif nya.
Aldo hanya bisa menelan salivanya, dia tidak berani menggoda Raisa. Dia terus memandangi Raisa, yang mengenakan baju tidur dengan model bahan yang sangat tipis.
Di depan matanya, Raisa melepaskan handuk nya dan memakai bajunya.
Dengan santai Raisa menjemur handuk, di depan kamar mandi.
Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, Raisa mematikan lampu kamar.
" Apa kau sudah mengantuk?" tanya Aldo.
" Iya aku sangat lelah sekali." ucap Raisa yang sudah membaringkan tubuhnya di sebelah Aldo.
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu.