
Aldo hanya memandangi kepergian Arifin. Dia bertekad akan mencari tahu tentang anak Raisa.
*****
Sebulan sudah berlalu, Alesha semakin menunjukkan perkembangan yang bagus. Ternyata jurus Fay yang ingin mendekati Raisa berhasil. Alesha begitu lengket dengannya, dan sudah nyaman berada di dekat Fay.
" Terima kasih Fay, kamu sudah membimbing anakku." kata Raisa sambil melemparkan senyum ke arah Fay.
" Iya bu, saya senang melihat pertumbuhan Ale semakin meningkat." kata Fay yang merasa tersanjung.
Raisa menunggu supir pribadinya, namun tak kunjung datang. Lalu dia mendapatkan kabar kalau ban mobilnya bocor karena kena paku.
Fay melihat Raisa masih berada di depan pintu, kemudian dia keluar menghampiri nya.
" Bu, kok belum pulang?' tanya Fay yang kebetulan ingin pulang ke rumahnya, karena jadwal prakteknya telah selesai.
" Aku menunggu supir, karena ban mobilnya bocor." jawab Raisa.
" Wah kebetulan saya mau pulang, mau diantar?" tanya Fay.
" Ah aku gak enak sama Katie." kata Raisa.
" Enggak apa-apa bu, kan kita searah." kata Fay terus membujuk.
" Ayo Katie kita pulang." Fay menuntun tangan Katie menuju mobilnya yang terparkir di depan klinik.
" Fay, aku gak enak sama Katie." teriak Raisa.
" Enggak apa-apa bu, Katie udah naik tuh!" kata Fay sambil menunjukkan jari telunjuknya ke dalam mobil.
" Katie..." lirih Raisa yang merasa tak enak dengan Fay.
" Ayo bu masuk, " kata Fay yang memegang kedua bahu belakang Raisa, lalu membuka pintu depan.
" Fay, aku di belakang aja." kata Raisa menolak untuk duduk di depan.
" Yah bu, aku kan bukan supir." kecewa Fay lalu menundukkan kepalanya.
Raisa menjadi tak enak hati, " Ya sudah, tapi jangan membuat Katie menjadi salah paham." kata Raisa berjaga-jaga.
" Tenang aja bu, Katie orang nya gak cemburu an." kata Fay, kini dia menyebut dirinya sendiri menjadi aku dan bukan saya seperti biasanya.
Raisa pun masuk ke dalam mobil, begitu juga Fay yang memutar dan masuk ke dalam bangku supir.
Fay mengarahkan mobilnya ke taman bermain.
" Fay, kenapa kesini?" tanya Raisa yang melihat Fay telah menarik mobilnya.
__ADS_1
" Alesha pasti akan suka bu. " kata Fay yang sudah membuka seat belt nya.
Kemudian dia keluar, dan membukakan pintu untuk Raisa dan juga Alesha.
Mereka berjalan menuju area permainan, dan juga jajanan yang berada di taman bermain.
Alesha sungguh senang melihat banyak permainan dan juga badut. Tapi Alesha sama sekali tidak berbicara, hanya tertawa dan memanggil mama saat dia jauh dari Raisa.
Hal itu sangat berbeda saat Alesha saat bertemu dengan Aldo. Dia bisa membalas tatapan Aldo.
Mereka berhenti di tukang yang menjual es krim.
Seketika Aldo melintas, melihat Raisa sedang duduk di bangku taman sendirian. Aldo menghentikan laju mobilnya, kemudian memarkirkan nya. Saat telah keluar, dan ingin menghampiri Raisa, dia melihat Raisa bersama laki-laki sambil menggendong anak perempuan nya.
Aldo begitu geram saat laki-laki muda itu duduk di sebelah Raisa. Segera dia melangkah kan kakinya menghampiri Raisa.
"Raisa..." panggil Aldo yang sudah berdiri di depan Raisa.
" Kamu...?" kata Raisa sambil menatap bencinya.
" Namaku Aldo bukan kamu." kata Aldo menegaskan.
" Siapa laki-laki ini?" tanya Aldo geram.
Raisa melirik ke arah Fay, ini adalah kesempatan nya berbohong.
" Suami?" tanya Aldo.
Lali Raisa memeluk lengan Fay, ingin membuat Aldo percaya kalau Fay itu suaminya.
" Bukan kah suamimu sudah meninggal?" tanya Aldo yang bingung dengan jawaban Raisa.
" Me-meninggal? Kata siapa?" ucap Raisa yang langsung berdiri.
" Kata pak Arifin tadi pagi, dia bilang kalau kau menikah dengan keponakannya yang kini meninggal." kata Aldo menegaskan.
Kedua mata Raisa tak dapat berbohong, dia gugup.
" Kau pasti bohong soal suamimu, dan anak itu pasti anakku." tegas Aldo sambil menunjuk ke arah Alesha.
" Kau sungguh percaya diri sekali, " cibir Raisa yang langsung mendorong dada Aldo.
" Hey, siapa kau? Tiba-tiba datang membuat keributan." tanya Fay yang langsung berdiri saat melihat perseteruan Raisa dan Aldo.
" Jangan ikut campur." kata Aldo yang mendorong tubuh Fay hingga terjatuh ke bangku taman.
" Hey, kau cari masalah denganku?" bentak Fay yang langsung bangkit kembali lalu mendorong tubuh Aldo.
__ADS_1
Kemudian mereka berkelahi di tengah area taman. Raisa mencoba memisahkan mereka namun pelukan Alesha begitu kuat karena ketakutan. Jadi Raisa tidak bisa melerainya.
" Cukup, hentikan...." teriak Raisa sambil memeluk Alesha. Terdengar tangisan dari Alesha begitu kencang.
Para pengunjung yang melihat Aldo dan Fay berkelahi, langsung memisahkan mereka.
Saat mereka di pisahkan, kemudian Alesha melepaskan pelukannya. Dan dia menghampiri Aldo, lalu mengusap wajahnya dan membersihkan luka yang ada di pipinya.
Raisa tercengang, kenapa Alesha tidak menghampiri Fay yang jelas-jelas setiap hari mereka bertemu. Sedangkan Aldo hanya satu kali, dan hari ini yang kedua pertemuan mereka.
Raisa menyadari jika ikatan batin mereka cukup dekat. Tapi dia kekeh untuk tidak memberitahukan Aldo.
" Ale, sini sayang." panggil Raisa yang berada di samping Fay, dan sedang mengobati lukanya.
Alesha hanya menggelengkan kepalanya, lalu kembali membersihkan wajah Aldo yang terdapat luka sobek di sudut bibirnya.
Terlihat Aldo sangat bahagia sekali, dia seperti merasa ada hubungan dekat dengan anak kecil yang berada si hadapannya.
Kemudian Aldo mengangkat tubuh Alesha, lalu menggendongnya. Raisa langsung terbangnya dan mengambil Alesha dari gendongan Aldo
" Kembalikan anakku." bentak Raisa.
" Raisa, kamu jangan terlalu kasar." kata Aldo.
Kemudian Raisa membawa Alesha menuju mobil Fay.
Fay pun menyusul Raisa yang sudah masuk ke dalam mobil nya. Saat di pertengahan dia memutar badannya, sambil mengacungkan satu jari tengah dan berlari masuk ke mobi
" Sial, siapa laki-laki itu." geram Aldo dengan sikap Fay yang tidak sopan.
Mobil Fay sudah sampai di depan rumah Arifin, dan Raisa pun keluar bersama Alesha.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan Fay, dari balik jendela kamar.
Katie langsung keluar menghampiri Raisa, yang akan masuk ke dalam kamarnya.
" Tante, kenapa bisa pulang di antar oleh Fay?" tanya Katie curiga.
" Kebetulan tadi jadwal terapi Ale, dan mobil papa ban nya bocor saat akan menjemput tante. Akhirnya Arifin menawarkan tumpangan pulang." kata Raisa yang sudah duduk di tempat tidur nya.
" Padahal kan, rumah Fay jauh dari sini Tan!" ucap Katie memastikan.
" Tante juga gak tahu, kata Fay rumah dia searah. " kata Raisa dengan jawaban yang sama dari Fay.
" Besok kamu bilang sama Fay, gak usah repot-repot anterin Tante. Tadi tante sebenarnya sudah menolak." kata Raisa agar Katie mempercayai nya.
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu