
Malam pun tiba, Aldo dan Raisa telah berkumpul di ruang makan. Begitu juga dengan Alesha. Mereka makan malam bersama, menikmati masakan bi Zainab.
" Bi, lusa kami akan berangkat ke Perancis." kata Aldo sambil menyantap hidangan nya.
" Kok dadakan Den?" tanya Bi Zainab.
" Iya, karena proyek rancangan kakek sudah rampung dan aku akan mengawalnya." tutur Aldo.
" Bibi sendiri lagi dong!' kata Bi Zainab tertunduk lesu.
" Kalau bibi mau ikut, juga boleh." kata Raisa menawarkan.
" Yah Non, anak bibi semua di sini. Jadi bibi gak bisa ikut, waktu den Aldo ke Perancis bibi cuma setahun di sana. Soalnya anak-anak kangen, juga cucu-cucu bibi." " ucap Bi Zainab menolak secara halus.
" Oh, iya." sahut Raisa yang kembali melanjutkan makannya.
" Iya udah, besok antarkan aku pamit pada temanku dan juga teman Alesha ya!" pinta Raisa.
" Iya Non, " jawab Bi Zainab mengangguk kan kepalanya.
Usai makan malam, Raisa mengajak Alesha menuju ke kamarnya. Dia menidurkan Alesha, karena sejak pulang sekolah Raisa hanya di kamar dengan sang suami.
Alesha sudah tertidur, begitu juga Raisa yang juga tertidur lelap di samping nya.
Aldo yang gelisah menunggu istrinya, akhirnya melihat Raisa di kamar Alesha.
" Aku tungguin, kamu malah tidur di situ." gumam Aldo yang mengintip istrinya dari celah pintu.
Akhirnya Aldo langsung masuk, ke dalam kamar Alesha. Dia menggendong istrinya, dengan perlahan.
" Kamu tuh ya, aku tunggu-tunggu malah asyik tidur di sini." bisik Aldo di telinga Raisa.
Namun Raisa tak menggubrisnya, karena dirinya sangat lelah. Hingga sampailah di dalam kamar, dan Aldo merebahkan Raisa di atas tempat tidur.
Aldo mengunci pintu kamar, dia takut jika Alesha akan membukanya.
Aldo semakin cinta pada Raisa, dan dia tak sanggup menahan hasratnya jika berada dekat istri tercintanya.
Setelah pergulatan tadi sore, kini Aldo kembali melancarkan aksinya. Dia membuka baju tidur, yang di kenakan Raisa dengan perlahan.
Raisa hanya meliuk-liuk kan badannya, karena merasa geli oleh sentuhan yang di berikan oleh Aldo.
Dan malam panjang lagi untuk mereka, yang akan menyatukan cinta.
" Kamu tuh ya, gak ada bosan nya!" kata Raisa yang kini terbaring di samping Aldo. Dia mengelus dada bidang Aldo, dan memainkan tangannya di sana.
__ADS_1
" Karena kamu sangat cantik, jadi aku gak pernah bosan untuk menyentuh mu." kata Aldo yang mencubit hidung Raisa.
" Ih, tapi aku kan lelah." rajuk Raisa.
" Ya sudah kita istirahat, besok pagi kita lanjutkan." kata Aldo menggoda Raisa.
" Ih ogah, ah! Aku mau tidur." Raisa langsung membalikkan badannya memunggungi Aldo.
Aldo pun tak kehabisan akal, dia langsung memeluk Raisa dari arah belakang. Lagi-lagi dia menggoda istri tercinta nya, dengan menciumi punggung nya.
" Ih, aku geli. Uda ah, berhenti aku gak kuat." kata Raisa seraya melepaskan tangan Aldo dari perutnya.
Mereka kembali bercanda, dan membuat suasana semakin mesra. Mereka seperti anak kecil yang sedang bertengkar, jika Raisa sedang ngambek maka Aldo akan terus mencumbu nya. Dan itu berlangsung sampai ayam jantan mulai berkokok.
Menjelang pagi, mereka baru tertidur pulas. Dan terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.
" Tok, tok, tok..."
" Ma, papa!" suara Alesha memanggil kedua orang tuanya.
Kedua insan yang sedang di mabuk cinta, kini mulai membuka kedua matanya.
" Jam berapa ini?" tanya Raisa sambil mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.
Aldo melihat jam di dinding, dan sangat terkejut saat jarum jam menunjukkan akan delapan.
Segera dia bangun dari tidurnya, dan berjalan menuju kamar mandi.
Aldo langsung memakai celana pendeknya di bawah kasur, yang semalam dia buang sembarangan.
Segera dia membuka pintu, karena Alesha sudah mengetuknya sedari tadi.
" Papa, kok lama banget?" tanya Alesha yang sudah berada di gendongan Aldo.
" Papa lagi bikin dedek." jawab Aldo yang keluar dari kamarnya, dan membawa Alesha menuju ruang keluarga.
Selang beberapa menit kemudian, Raisa telah selesai membersihkan diri. Dia langsung memakai baju untuk mengantarkan Alesha ke sekolah. Sekaligus pamit pada Yuni dan juga teman-teman Alesha.
" Kau tidak pakai baju?" tegur Raisa yang sudah berdiri di belakang sofa, tempat Aldo dan Alesha sedang bercanda.
" Oh iya, aku lupa." jawab Aldo sambil melirik ke arah Alesha.
" Kamu sama mama, papa mau mandi dulu ya!" kata Aldo seraya mencium pipi Alesha.
Aldo beranjak dari sofa, dan pergi meninggalkan Alesha.
__ADS_1
Raisa mengajak Alesha menuju meja makan, karena mereka sudah terlambat untuk ke sekolah.
" Mama, uda jadi dedeknya?" tanya Alesha yang sudah duduk di kursi makan.
" Dedek?" ucap Raisa bingung dengan pertanyaan yang baru saja lolos dari mulut mungilnya.
" Iya, kata papa lagi bikin dedek." kata Alesha dengan nada polos.
Raisa nampak geram, karena tak seharusnya Aldo berbicara pada Alesha tentang aktivitas nya tadi malam.
" Baiklah kita makan ya, sayang. Karena kita sudah terlambat masuk sekolah." kata Raisa yang sudah mengoles roti dengan selai Nutella.
" Makan ya, mama mau ke kamar sebentar ambil tas." kata Raisa yang beralasan. Padahal dia akan memarahi suaminya, yang telah berbicara tentang aktivitas nya semalam.
Raisa berjalan menuju kamarnya, dia langsung membuka pintu. Dan nampak Aldo sedang memakai celana nya.
" Eits, sayang kamu mengagetkan aku saja!" kata Aldo yang langsung menaikkan celananya, hingga hampir terjepit senjata pamungkas nya saat akan mengunci resleting nya.
" Kau berbicara apa dengan Alesha, tadi?" ucap Raisa dengan matanya menatap tajam ke arah Aldo.
" Oh, aku hanya bilang.." kata Aldo seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Bilang mau bikin dedek?" kata Raisa dengan menyipitkan kedua matanya.
" He, he maaf aku keceplosan." kata Aldo sambil tersenyum memperlihatkan giginya.
" Lain kali, kalau mau berbicara pada anak kecil harus hati-hati." kata Raisa memperingatkan.
" Oke, oke.. Cantik!" kata Aldo sambil menganggukkan kepalanya.
" Aku antar ke sekolah, " rayu Aldo yang menahan langkah Raisa dengan menarik lengan nya.
" Untuk apa? Kamu mau tebar pesona ke ibu-ibu?" tebak Raisa sambil menatap sinis ke arah Aldo.
" Tidak, aku hanya ingin mengantar mu. Setelah itu kita ke rumah orang tua mu, untuk pamit." kata Aldo sambil mengedipkan-ngedipkan kedua matanya.
" Hmm, baiklah. Kau tunggu di mobil saja, tidak usah turun." kata Raisa yang berpesan pada Aldo. Karena dia teringat dengan kejadian waktu di Perancis, semua ibu-ibu datang mengerumuni nya.
Kemudian Aldo dan Raisa langsung keluar dari kamarnya, dan menghampiri Alesha yang sedang makan roti bersama Bi Zainab.
" Bi, aku berangkat sama mas Aldo." kata Raisa yang sudah duduk di kursi.
" Iya Non, " jawabnya sambil menyuapi Alesha.
Aldo dan Raisa pun serapan bersama, menikmati roti bakar buatan Bi Zainab.
__ADS_1
-
Silakan like dan berikan komentar mu ya guys!