
Arifin sudah sampai di Perancis, dia mengajak Raisa dan juga Beby untuk pindah.
" Raisa, kamu bisa aku rekomendasi mengajar di tempat temanku. Dan untuk dedek Ale akan ku perkenalkan dokter anak yang merupakan teman Katie." kata Merlin yang duduk di tepian tempat tidur.
" Terima kasih bu, anda sudah baik sekali dengan saya. Padahal saya hanya orang lain." kata Raisa dengan tertunduk sedih.
" Kamu jangan bicara seperti itu Sa, kami tahu kamu orang baik makanya kami sangat senang membantu mu." ujar Merlin sambil memeluk Raisa.
" Terima kasih bu, sudah menerima ku. Aku bahagia bersama kalian." kata Raisa.
****
Aldo dan Arifin pun bertemu di kantor, karena proyek nya harus berjalan minggu depan.
" Aldo, apakah kamu sudah memilih orang-orang terbaik mu?" tanya Arifin.
" Sudah, dan aku sangat yakin pembangunan nya akan berjalan dengan lancar." kata Aldo penuh keyakinan.
Rapat pun selesai, seluruh pegawai yang menghadiri rapat pun sudah membubarkan diri.
Di dalam ruangan rapat hanya tinggal Arifin yang masih mengevaluasi hasil rapat.
Dia tidak ingin hasilnya akan mengecewakan, jadi dia mengulang kembali berita acara.
" Aldo, maukah kau datang ke acara kontes anakku?" tanya Arifin yang melihat Aldo sedang duduk memainkan gadgetnya.
" Kontes apa?" tanya Aldo.
" Kebetulan anakku mengikuti kontes Balerian Grand France. Dan aku mengundang mu untuk menghadirinya, khusus di ruang VIP bersama keluarga ku." kata Arifin.
Sebenarnya Aldo ingin menolak, karena dia tidak tertarik sama sekali dengan tari balet.
Namun karena demi kelancaran bisnis nya, maka dia pun mengiyakan ajakan dari Arifin.
" Kapan acaranya?" tanya Aldo yang telah menerima undangan dari Arifin.
" Besok malam, dan ini nomor ruangan nya. Aku harap kau bisa hadir menyaksikan penampilan putriku." kata Arifin yang sudah merapikan berkas, lalu dia pergi bersama sekretaris nya.
" Balerina Grand France, pasti acaranya sangat membosankan." kata Aldo sambil memasukan tiket undangan ke dalam file memonya.
***
Hari ini Raisa di ajak oleh Katie ke klinik temannya, yang merupakan psikolog anak.
Alesha sudah mengalami perkembangan setelah melakukan terapi. Dan kini mereka akan mengobati Alesha di klinik yang sudah sangat terkenal.
Mobil mereka sudah sampai di klinik Medical Center. Raisa dan Katie menuju ke ruang pendaftaran, dan memberitahu petugas piket kalau sudah melakukan janji temu.
Kemudian mereka di persilahkan masuk ke dalam.
Katie masuk terlebih dahulu, dan kemudian di susul oleh Beby. Raisa menyusul karena dia harus menuju ke toilet.
__ADS_1
" Kat, ini ponakan kamu?" tanya dokter laki-laki dengan paras yang tampan.
" Iya, tapi mamanya lagi ke toilet." kata Katie sambil mengusap pipi Alesha.
Kemudian pintu pun terbuka, sungguh terkejut Raisa saat melihat dokter tampan di hadapannya.
" Bu Raisa." kata dokter tampan yang juga terkejut melihat Raisa.
" Fay, kamu?" ucap Raisa seraya menunjukkan jari telunjuknya.
" Kalian sudah saling kenal?" tanya Katie.
" Dia guru aku sewaktu SMA." jawab Fay.
" Wah kebetulan ya." kata Katie sambil tertawa.
" Bu Raisa kok makin cantik aja ya." puji Fay saat melihat Raisa sudah duduk di hadapannya.
Raisa hanya menjawab dengan tersenyum.
" Kalian berdua teman apa pacar?" tanya Raisa.
" Dia pacarku Tan, cuma aku belum kasih tahu ke mama dan papa." bisik Katie.
" Alesha anak ibu yang ke berapa?" tanya Fay ingin memastikan penjelasan dari Raisa.
" Anak pertama, " kata Raisa.
" Fay, kita ke sini mau konsul soal Alesha bukan mau ngulik kehidupan Tante Isa?" tanya Katie sambil menajamkan kedua matanya ke arah Fay.
" Untuk gejala Alesha, harus tahu silsilah keluarga nya dulu. Setelah tahu akarnya, baru aku bisa observasi selanjutnya." kata Fay menjelaskan.
" Tan, bisa jelasin ke Fay tentang dedek Ale?" tanya Katie memastikan, karena terlihat keraguan di mata Raisa untuk menjelaskan kehidupan pribadinya.
" Bisa, biar aku jelaskan." kata Raisa.
" Alesha itu anak dari seorang yang telah memperkosa aku. Dan sampai saat ini aku tidak sudi memperkenalkan Ale padanya." ucap Raisa dengan gurat wajah kesedihan.
" Oh jadi Bu Raisa korban perkosaan, sayang dulu aku tidak gencar untuk mendekati nya."
batin Fay miris mendengar cerita Raisa.
Dan yang lebih miris lagi adalah dia di perkosa saat masih bersuami.
" Bu, kemungkinan besar ada gen yang menyebabkan autisme pada Ale. Aku usahakan dia akan cepat sembuh, selama rajin terapi." kata Fay.
" Ini kesempatan ku untuk merebut hati Bu Raisa." seringai licik mengulas senyum nya.
Padahal Fay adalah pacar Katie, namun dulu dia sangat penasaran pada Raisa. Sang guru tercantik di sekolah nya.
Raisa pun pamit, setelah mengadakan pertemuan selama dua jam. Dan jadwal terapi adalah tiga kali seminggu.
__ADS_1
****
Beby bersiap-siap untuk berangkat ke gedung pertunjukan. Seluruh anggota Arifin telah bersiap untuk menyaksikan.
Setelah sampai di ruang khusus, Beby dan Alesha mengganti bajunya dengan baju balet.
Alesha sangat senang saat memakai baju balet dan juga sepatunya. Dia langsung berlenggak-lenggok menari di ruang ganti.
Para peserta berkumpul di back stage, karena akan ada pembagian nomor. Beby dan Alesha pun duduk di bangku paling belakang. Raisa sengaja menyuruh Beby untuk duduk di belakang. Karena melihat kelakuan Alesha yang aktif dan tidak bisa diam.
" Beby, kamu bisa ibu tinggal?" tanya Raisa yang merasa cemas apabila di tinggal maka Alesha akan berbuat ulah.
" Bisa bu, tenang saja. Alesha akan aku jaga." kata Beby sambil memeluk Alesha.
Alesha terdiam melihat banyak orang di hadapannya.
" Baiklah Bu Isa akan keluar, karena panitia sudah memanggil ibu untuk keluar." kata Raisa yang mencium pipi Alesha dan Beby.
" Semoga kalian berhasil, ibu melihat di balkon atas ya." pesan Raisa yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Raisa pun berjalan menuju ruang VIP, dan duduk paling depan. Perasaan campur aduk, antara cemas dan bahagia.
Karena ini kali pertama Alesha tampil di hadapan orang asing.
Pintu terbuka, terlihat kedatangan tamu khusus Arifin.
" Aldo, selamat datang." ucap Arifin yang menyambut kedatangan Aldo.
Merlin dan Katie pun bangun untuk berjabat tangan. Namun tidak dengan Raisa, dia masih fokus melihat ke arah panggung.
" Raisa..." panggil Arifin sambil menepuk pundak nya.
" Raisa?" gumam Aldo saat Arifin memanggil wanita di depannya dengan sebutan Raisa.
Kemudian Raisa menoleh ke arah Arifin, " Iya pak?" tanya Raisa.
" Perkenalkan klienku." kata Arifin sambil menoleh ke arah Aldo.
Raisa mengalihkan pandangannya ke orang yang di maksud oleh Arifin.
Sungguh terkejut, saat dia mengenal lelaki di hadapannya.
" Aldo?" lirihnya seraya mengerutkan keningnya.
" Raisa?" kaget Aldo yang melihat Raisa berada di hadapannya. Kini penampilan nya sungguh berubah, terlihat sangat cantik dengan rambut coklat bergelombang.
-
***Silakan like dan berikan komentar nya.
Guys kalian deg-degan gak dengan pertemuan mereka? Kira-kira mereka ribut atau diam-diaman ya?
__ADS_1
Yang penasaran tunggu bab berikutnya, author semedi dulu ya mau cari wangsit.😂❤️***