Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo

Sang Balerina Cilik Putri Tuan Aldo
Bab 69


__ADS_3

Saat Aldo mulai memejamkan kedua matanya, dia merasakan tangan lembut Raisa menyentuh nya. Mengelus dadanya, dan bersandar di lengannya.


" Terima kasih, " ucap Raisa sambil berbisik di telinga Aldo


" Terima kasih untuk apa?" tanyanya.


" Terima kasih karena telah mencintai ku." kata Raisa, yang kembali menyandarkan kepalanya.


Lalu Aldo langsung memiringkan tubuhnya, dia menghadap ke arah Raisa.


" Apa kau siap?" tanya Aldo sambil mengelus pipi Raisa.


" Siap untuk apa?" tanya Raisa yang berpura-pura polos.


" Untuk aku cintai malam ini." tutur Aldo sambil mengecup kening Raisa.


Walaupun mereka telah melakukan nya sebanyak dua kali, namun masih ada kegugupan di hati Aldo.


Jantung nya berdebar kencang saat memeluk tubuh Raisa.


" Aldo, " panggil Raisa.


" Iya, " jawab Aldo.


" Ada apa dengan jantung mu?" kata Raisa yang mendengar degupan jantung Aldo.


Aldo malu, dan kembali mengeratkan pelukannya, " Ah tidak apa-apa!" kata Aldo.


Ternyata seperti ini rasanya, jika kita berhadapan dengan orang yang kita sayangi? batin Aldo bermonolog sendiri sambil tersenyum.


Raisa yang memulai sentuhan halus di tubuh Aldo. Dia memancing hasrat Aldo, dan saat Aldo merasakan sensasi kehangatan tangan Raisa, dia mulai melancarkan aksinya.


Malam yang begitu panjang, bagi pasangan suami istri yang baru saja menikah ini.


Walaupun ini adalah pernikahan kedua bagi Raisa, namun dia merasakan hal yang berbeda di saat pernikahan pertama nya.


Sedangkan hal ini merupakan pernikahan pertama bagi Aldo. Dirinya begitu bahagia, setelah perjalanan panjang menempuh perjalanan cinta merebut hati Raisa. Kini bidadari itu telah menjadi miliknya seutuhnya.


****


Pagi pun tiba, seluruh penghuni rumah sudah terbangun. Di dapur sudah ada Bi Zainab yang bergelut dengan sodet dan penggorengan.


Raisa datang untuk membantu, " Bi, apa kesukaan Aldo?" tanya Raisa yang berdiri di belakang Bi Zainab.


" Den Aldo biasanya sarapan apa aja Non, dia suka semua masakan bibi. Karena memang sedari kecil bibi yang mengurusnya." kata Bi Zainab.


" Oh, iya aku lupa kalau Aldo di tinggalkan oleh ibunya saat dia baru lahir." ucap Raisa yang merasa tak enak hati pada Bi Zainab.

__ADS_1


" Iya enggak apa-apa, Non." kata Bi Zainab, " Den Aldo sungguh sangat butuh kasih sayang seorang ibu. Dia di didik keras oleh kakeknya, hingga masa mudanya, tidak dia gunakan untuk bermain dengan anak sebayanya." ujar Bi Zainab.


Raisa merasa iba mendengar penuturan dari Bi Zainab. Hidupnya tidak beda jauh dengan Aldo. Dia yang terkekang di masa mudanya, karena harus menjaga warung sayur ibunya.


" Bi, mulai besok aku yang akan memasak untuk Aldo, Ya!" kata Raisa yang melihat menu buatan Bi Zainab sudah tersaji di atas meja makan.


" Non, nanti bibi di omelin sama den Aldo." kata Bi Zainab menolak permintaan Raisa.


" Tapi Bi, sekarang kan aku istri nya Aldo. Dan aku ingin dia mencicipi masakan ku." pinta Raisa dengan wajah memelas.


" Baiklah, kalau memang itu kemauan non Raisa." kata Bi Zainab menyerah.


Aldo dan Alesha telah duduk di kursi makan. Mereka bertiga menikmati masakan buatan Bi Zainab.


" Sayang, ini kartu ATM untuk kau pergunakan keperluan mu. Kalau mau belanja kebutuhan sehari-hari, ajak Bi Zainab dia sangat ahli menawar sayuran di pasar." kata Aldo sambil mengedipkan satu matanya ke arah Bi Zainab.


" Iya, " jawab Raisa yang mengambil kartu ATM milik Aldo.


" Al-" Raisa menghentikan ucapannya, dia berpikir harus mengganti panggilan nya terhadap Aldo.


" Eh maksud ku, Mas Aldo." panggil Raisa.


" Iya, " jawab Aldo seraya menatap Raisa.


" Aku ingin mendaftarkan Ale sekolah." katanya meminta ijin.


" Aku akan meminta tolong Bi Zainab, karena dia kan sudah paham daerah sini." kata Raisa sambil melirik ke arah Bi Zainab.


" Baiklah, nanti kalau sudah daftar langsung hubungi aku." kata Aldo sambil mengusap kepala Alesha.


" Iya, mas!" jawab Raisa dengan nada ragu, karena dia masih canggung untuk memanggil Aldo dengan sebutan barunya.


" Ya sudah, aku berangkat kerja dulu ya. " kata Aldo yang sudah menghentikan sarapannya.


Raisa mengantarkan Aldo ke depan pintu, " Kamu baik-baik ya di rumah." pesan Aldo sambil mencium kening Raisa.


" Iya, " jawabnya lalu mencium punggung tangan Aldo.


Begitu juga dengan Alesha, Aldo memeluk nya lalu mencium kedua pipinya.


Mereka melepaskan kepergian Aldo, dan kini Raisa akan bersiap mencari sekolah untuk Alesha.


" Bi, bisa antarkan aku kan?" tanya Raisa yang menghampiri Bi Zainab.


" Bisa, Non!" jawab Bi Zainab.


Kemudian Raisa menuju kamarnya untuk bersiap, sebelum nya dia merapikan Alesha.

__ADS_1


" Ayo, Bi kita jalan." kata Raisa yang sudah rapi.


Supir telah menunggu di depan latar, Raisa dan Bi Zainab serta Alesha pun masuk ke dalam mobil.


" Udin, kita cari sekolah untuk non Alesha." kata Bi Zainab.


Raisa belum begitu mengenal semua pegawai, yang ada di rumah Aldo. Mobil pun melaju, meninggalkan rumah.


Di perjalanan Alesha berbincang dengan Bi Zainab. Alesha memilih duduk di bangku depan bersama Bi Zainab.


" Mau sekolah di mana bu?" tanya Udin.


" Sekolah TK aja pak." kata Raisa sambil melihat Udin dari kaca spion.


" Panggil mamang aja atuh! Saya kan belum tua." kata Udin.


" Eh Udin, kamu jangan genit-genit sama nona Raisa." kata Bi Zainab yang menyikut lengan Udin.


" He, he.." jawab Udin terkekeh.


" Biar akrab aja ya Non!" kata Udin.


" Non, TK di sini mau?" tanya Udin yang menunjukkan sekolah yang jaraknya lumayan dekat dengan rumah Aldo.


" Sepertinya sekolah nya juga bagus." kata Raisa sambil membuka kaca jendela nya.


" Non, apa gak sebaiknya di sekolah internasional saja." kata Bi Zainab, dia sangat khawatir jika harus di sekolah kan dekat area rumah nya.


Karena selama Bi Zainab tinggal di daerah situ, dan juga ikut pengajian nya, semua ibu-ibu membicarakan tentang Raisa.


" Aku pikir semua sekolah sama aja, Bi." " kata Raisa.


Kemudian dia langsung keluar, dan berjalan menuju gerbang sekolah.


Dia menuntun Alesha masuk ke dalam sekolah. Dan berjalan menuju kantor, sebelum nya dia bertanya dengan satpam.


" Permisi pak, kantor guru di mana ya?" tanya Raisa.


" Neng lurus saja, nanti belok kanan dan kantornya berada paling pojok." kata satpam yang berjaga, dia terpesona dengan kecantikan Raisa. Maklum Raisa sering melakukan perawatan, itupun Aldo yang mengantar. Kalau Aldo tidak mengantar, pasti Raisa lupa untuk perawatan kulit nya.


" Maaf anda mau daftarin keponakan nya?" tanya satpam yang melihat Raisa, dengan wajah yang masih terlihat seperti anak gadis.


" Anak saya, Pak!" ucap Raisa sambil tersenyum ramah.


" Oh, ini anaknya toh tak kira ponakannya?' kata satpam dengan logat bahasa Jawa.


- Silakan like dan berikan komentar mu ya guys.

__ADS_1


__ADS_2